
"Sekarang, bagaimana kita bisa keluar dari hutan kabut ini?" potong Hikaru. Membuat kedua pasang kakak beradik itu menoleh bersamaan, sudut bibir Yuki terangkat, menampilkan senyuman jahil.
"Urusan itu serahin padaku, aku tau kok jalan keluarnya. Ikut aku" ucap Yuki sebelum berbalik dan berjalan. Mereka pun akhirnya mengikuti Yuki hingga keluar dari hutan, mereka akhirnya bisa bernapas lega karena bisa terbebas dari hutan berkabut tebal itu.
Nikita menoleh ke arah Aiden yang tengah menatap sekitar "oh ya, Aiden, apa disini ada kota kecil? aku gak liat ada tanda² manusia disini" ucapnya asal. Aiden yang mendengar itu pun hanya memutarkan mata malas "Itu karena kita baru di dekat perbatasan, kota nya tidak kecil tapi juga tidak besar. Yang ku tau hanya di sana ada tempat latihan yang cocok untuk kalian, dungeon disini berisi monster² level A. Jadi kalian harus melatih kekuatan kalian sebelum masuk ke dungeon" jawab Aiden.
"Oke" balas mereka bersamaan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di kota yang dimaksud Aiden, terlihat orang² hidup dengan para naga. Ucapan Aiden benar, kota itu terlihat kecil tapi luas karena hidup dengan naga. Tak terasa hari sudah malam, mereka akhirnya memutuskan mencari penginapan. Takeru membeli 3 kamar, 1 kamar berisi 2 kasur terpisah. Nikita dengan Yuki, Hikaru dengan Kazuto, dan Takeru sendirian karena Aiden harus mengurus sesuatu dengan para naga.
Setelah membereskan kamar, Nikita dan Yuki pun bersiap untuk tidur. Keduanya asik bercerita tentang kenangan mereka di dunia nyata.
"Aku ingat dulu kamu selalu nolak waktu aku ajak main game ini, kok tumben mau main?" goda Nikita. Kedua pipi Yuki menggembung lucu "Karena aku penasaran main kalo liat kamu sama kakak sering main game ini, lagian aku juga harus ngasih tau pesan ayah ke kakak" jawab Yuki kesal.
"Aku baru tau kamu punya kakak, seumuran ku kah?" tanya Nikita. Yuki mengangguk membenarkan, membuat gadis itu tercengang. Sebelah alis Yuki terangkat, sepertinya gadis itu tidak menyadarinya selama ini.
"Jangan bilang kamu gak tau siapa kakakku?" tebak Yuki. Nikita mengangguk pelan, Yuki menepuk dahinya dan menghela napas.
"Kak Kirito, dia kakakku. Aku kan pernah ngenalin kakakku ke kamu, kamu lupa?" tanya Yuki. Mata Nikita melebar, tak menyangka Kazuto adalah kakak Yuki. Dan apa dia bilang? sudah mengenalkannya? kapan? kenapa ia tak mengingat itu sama sekali?
Tunggu, sepertinya ia sempat mendengar Yuki memanggil Kazuto dengan sebutan kakak. Apa mereka benar-benar kakak beradik? Ribuan pertanyaan terus bermunculan di pikiran Nikita, membuat gadis itu merasa pusing ketika memikirkan semuanya.
Tiba-tiba di tengah obrolan kedua gadis itu, Nikita mendengar samar² suara langkah kaki besar sedang menuju ke desa tempat mereka sekarang, itu bukan suara langkah kaki naga tapi itu suara langkah kaki monster raksasa yang tengah menuju kemari. Nikita bergegas turun dari kasur dan melihat keluar jendela yang mengarah keluar penginapan, karena penginapan mereka berada di atas tebing, membuat ia dapat melihat pemandangan desa yang sangat indah. Mata gadis itu tertuju pada sosok raksasa yang berjalan ke arah desa dengan membawa sebuah tongkat kayu dengan besi runcing yang menempel di setiap sisinya.
"Ada apa Yuki?" tanya Yuki kebingungan. Nikita menoleh dan tersenyum tipis "gpp, aku cuma mau jalan² bentar di desa." jawabnya.
Sebelum Yuki membalas, Nikita bergegas berlari keluar dan menuju ke tempat monster itu berada. Setibanya di sana, Nikita langsung berhadapan dengan monster manusia kuda hitam dengan sepasang tanduk yang menonjol ke atas. Matanya tertuju pada sebelah tangan monster itu yang menggenggam sebuah trisula, Nikita segera menyerang dengan panah api.
Bum! bum!
Nikita mengira itu berhasil melukainya, tapi ternyata nihil. Tak ada bekas serangannya dan terlihat hp darah nya yang masih penuh, hanya membuat asap yang menjulang ke atas. Nikita mencoba menyerang lagi, tapi sebelum ia menembakkan anak panah, Tiba-tiba-
Bugh! brak!
Monster itu dengan cepat memukul Nikita hingga menabrak batu besar yang berada di sekitar mereka, Nikita segera menyeka darah yang keluar di sudut bibirnya dan berdiri. Rasanya tubuhnya terasa remuk lagi, tapi ia mencoba menahannya dan bangkit. Jika ia tak bisa mengalahkannya, maka monster itu akan menghancurkan desa itu, sementara di sana ada teman²nya.
Nikita kembali menyerang dengan ribuan panah yang mengelilingi monster itu, seketika terjadi ledakan bertubi² akibat serangan Nikita yang mengenai monster itu. Namun sekali lagi serangan Nikita tak berpengaruh di monster itu, darahnya masih penuh dan tak ada goresan di tubuhnya.
Ketika monster itu akan menyerang lagi, tiba-tiba-
Bum! bugh! bugh!
Mata Nikita melebar saat melihat Aiden - dalam wujud naga dan Kazuto yang berdiri di depannya, Nikita menoleh dan melihat Hikaru, Takeru dan Yuki yang menyusul di belakang gadis itu.
"Yuki! apa kamu terluka?" seru Yuki. Nikita menggeleng dan kembali menatap Kazuto yang juga menatap dirinya.
"Kenapa kau pergi ngelawan sendiri? apa kau tau ini bukan monster biasa?" tanya Kazuto singkat. Nikita menunduk, punggungnya masih terasa nyeri karena hantaman di batu tadi.
"Bagaimana kalian bisa tau aku disini?" tanya Nikita.
"Apa kau pikir ledakan² tadi gak terdengar hingga penginapan? kami gak seb*doh itu, Sharu juga bilang kalo kau pergi keluar" balas Kazuto.
...........
Yuki sedari tadi mondar-mandir karena khawatir Nikita sudah keluar begitu lama, ia pun memutuskan memberitahu kakaknya kalo Nikita pergi. Sesampainya di kamar sang kakak, Yuki menceritakan semuanya pada Kazuto dan Hikaru.
Hikaru berjalan ke arah jendela dan menatap luar, seketika ia terkejut melihat Nikita tengah bertarung dengan monster manusia kuda. Ia menoleh dan menatap kakak beradik itu secara bergantian.
"kita harus keluar, Nikita bertarung melawan monster kuat di wilayah naga." ucap Hikaru. Membuat keduanya terkejut, Kazuto bergegas pergi ke tempat Nikita.
Hikaru menoleh ke arah Yuki "kau cepat kasih tau Takeru, monster itu meski level A tapi punya pertahanan yang sangat kuat. Nikita gk akan menang lawan monster itu" ucapnya. Yuki mengangguk dan segera pergi ke kamar Takeru.
Di sisi lain, di tengah Kazuto berlari, tiba² Aiden muncul dengan bentuk aslinya terbang di sampingnya.
"Cepat naik!"
Kazuto yang hanya memikirkan keselamatan Nikita pun bergegas naik ke punggung naga itu, Aiden segera melesat ke tempat pertarungan itu terjadi. Ketika melihat monster itu akan mulai menyerang, Kazuto pun dengan cepat menyerang monster itu hingga memberi jarak yang cukup jauh dari Nikita.
Setelah memastikan monster itu terbaring di tanah, Kazuto pun turun dari punggung Aiden. Hikaru, Takeru dan Yuki pun tak lama sampai di belakang Nikita.
...........
"Monster itu kayaknya kuat banget, serangan ultimate Yuki aja gk mempan sama sekali." Ucap Hikaru.
Kazuto terdiam sejenak "level A dengan pertahanan yang sangat kuat, apa kelemahannya?" tanyanya.
Takeru menggeleng pelan "aku belum pernah liat monster kayak gitu sebelumnya, tapi kayaknya bakal susah banget" balas Takeru.
Nikita yang mendengar obrolan itu pun ikut berpikir, ia juga belum pernah lihat monster berbentuk aneh seperti itu. Sepertinya ia harus-
Ting!
Tiba-tiba muncul jendela layar berisi data monster manusia kuda di depan Nikita, seketika gadis itu terkejut dan tersenyum miring.
...Horse Man :...
...Monster berbentuk manusia setengah kuda yang hidup di wilayah naga....
Level : A
Kekuatan : api dan air
kelebihan : pertahanan yang sangat kuat, kecepatan tinggi.
Kelemahan : listrik
Nikita terkekeh lalu turun dari batu, membuat mereka menatap gadis itu kebingungan.
"Kenapa kau tertawa? apa yang lucu?" tanya Takeru.
Nikita menoleh sekilas ke arah kakaknya dan berjalan ke depan mereka "aku tau cara ngalahin monster itu"
Sontak mereka terkejut, tak percaya menduga gadis itu mengetahuinya dalam waktu yang sesingkat itu.
"bagaimana kau bisa-"
Nikita tersenyum dan menoleh "aku gak tau apa yang terjadi barusan, tapi aku dapet info penting tentang monster itu" Setelah mengatakan itu, Nikita melihat sekitar monster itu. Terlihat sebuah danau besar di belakang monster itu, membuat Nikita mendapat ide untuk membalas serangan.
Nikita menoleh ke arah Aiden yang masih berjaga di depan "Aiden, apa aku bisa minta tolong?"
Aiden menoleh "apa?"
Nikita menunjuk danau di belakang monster kuda itu "tolong dorong monster itu ke tengah danau, aku akan menghabisinya di sana" jawabnya. Aiden mengikuti arah yang ditunjuk Nikita dan mengangguk, ia berputar dan mengayunkan ekor kerasnya ke arah monster kuda. Seketika monster itu terpental hingga ke tengah danau, Nikita yang melihat itu pun menembakkan panah listrik ke danau.
Sontak semua orang terkejut ketika melihat pemandangan yang mengejutkan, monster kuda itu kini berhasil dikalahkan dengan cara yang mengagumkan. Setelah monster itu menghilang, danau itu memancarkan cahaya yang sangat indah. Entah darimana datangnya, sekumpulan kunang² mulai muncul di sekitar danau.
Yuki memandang takjub dan menarik tangan Nikita untuk pergi mendekati danau, Nikita yang masih fokus pada layar di depannya terkejut saat tangannya ditarik.
"Wah..! cantik banget!! coba kalo ada hp disini, atau kamera, pasti udah aku foto" pekik Yuki. Nikita terkekeh melihat tingkah Yuki yang menggemaskan, ia kembali teringat kenangan mereka ketika di dunia nyata.
"yah.. sayangnya disini gak ada kamera maupun hp, cuma bisa dikenang" balas Nikita. Ia diam² melirik ke dalam danau, terlihat seekor monster ular berkepala tiga yang bersiap memangsa mereka berdua.
Tanpa ia sadari Yuki sudah berada di tepi danau, Nikita berlari ke arah Yuki dan menariknya menjauh dari tepi danau. Yuki terkejut ketika tangannya ditarik oleh Nikita, kedua gadis itu berjalan kembali ke samping Kazuto.
"ada apa Yuki? kenapa kamu narik tanganku?" tanya Yuki kebingungan. Nikita tak menghiraukan pertanyaan Yuki dan bersiap menembak dengan panah es, matanya berfokus pada monster ular yang bergerak liar di dalam air.
Aiden yang paham dengan perilaku Nikita pun menoleh ke arah ketiga laki-laki itu "kalian menyingkir lah, disini berbahaya" ucap Aiden. Ketiga laki-laki itu ikut menoleh dan memasang ekspresi bingung.
"apa yang terjadi? kenapa kami harus menyingkir?" tanya Hikaru.
"aku tau kau pasti melihatnya, Hikaru. Ada yang aneh di permukaan tengah danau" jawab Aiden. Mata Hikaru beralih ke tengah danau, seketika ia terkejut saat menyadari ada pusaran air di tengah danau.
"ja-jangan².. di sana ada.." kalimat Hikaru menggantung, Aiden mengangguk membenarkan.
"Bawa yang lain pergi, aku akan menjaga Yuki disini. Pergilah!" ucap Aiden singkat. Hikaru terdiam sejenak dan mengangguk "Yuki," Nikita menoleh dan menatap Hikaru "hati², kalo kau butuh bantuan, kami siap bantu" lanjutnya.
Nikita tersenyum lantas mengangguk, tatapannya kembali fokus ke tengah danau. Hikaru menggenggam tangan Takeru dan Yuki, seketika ketiganya berpindah ke dalam penginapan. Tanpa Nikita sadari, Hikaru sengaja meninggalkan Kazuto untuk melindungi gadis itu.
Tiba-tiba pusaran air di tengah danau membesar, terlihat monster ular berkepala 3 muncul ke permukaan.