Join The Game

Join The Game
Prolog



Biodata pemain :


Nama : Nikita Oshiro


Kelas : 2 SMA


Umur : 16 tahun


Id game : Yuki


Karakter game : Archer (jarak jauh)


Skill game : blink, hujan panah, panah ganda


Kelebihan : Pengelihatan dan pendengaran lebih tajam dari karakter lain, damage tinggi, kecepatan diatas rata-rata, tidak diketahui, tidak diketahui.


Kekurangan : hp (darah) rendah, pertahanan lemah.


Nama : Takeru Oshiro


Kelas : 3 SMA


Umur : 17 tahun


Id game : Sasori


Karakter game : knight (kesatria/tank)


skill game : penambahan hp, jebakan pedang, serangan pedang


Kelebihan : hp kebal, pertahanan kokoh, damage tinggi.


Kekurangan : kecepatan lambat


Nama : Kazuto Kirigawa


Kelas : 2 SMA


Umur : 17 tahun


Id game : Kirito


Karakter game : Fighter (petarung)


Skill game : blink, serangan api, kobaran api


Kelebihan : hp tinggi, damage tinggi, membuat kecepatan lawan menurun


Kekurangan : kecepatan lambat, tidak bisa menggunakan blink setiap waktu


Nama : Hikaru Oshiyama


Kelas : 2 SMA


Umur : 16 tahun


Id game : Hikaru


Karakter game : Assassin


Skill game : blink, menarik lawan, pisau raksasa


Kelebihan : kecepatan diatas rata-rata, pengelihatan tajam, damage tinggi


kekurangan : hp rendah, pendengaran lemah


Nama : Yuki Oshino


Kelas : 1 SMA


Umur : 15 tahun


Id game : Sharu


karakter game : Mage (sihir)


skill game : jebakan kucing, jejak kucing, serangan bumerang


kelebihan : healing (penyembuhan), damage tinggi, kecepatan rata-rata


kekurangan : hp rendah, hanya dapat menggunakan transformasi kucing 1X


Ib : anime Swort Art Online, manga Final Fantasy, Mobile Legend


...........


"Anak-anak! ayo cepat! nanti terlambat lho!" seru seorang wanita dari ujung tangga. Takeru dan Nikita bergegas keluar dan berlari menuruni tangga.


Terlihat seorang wanita yang berdiri di samping tangga dengan tangan yang menggengnggam 2 kotak bekal yang terbalut kain, keduanya pun mengambil bekal masing-masing dan memasukkan ke dalam tas.


"Kalian ini ya, udah tau jam 6. Tuh, ayah kalian udah nunggu di mobil" ucap wanita itu.


"Iya maaf, bu. Ite kimasu!"


"Sudah siap? tidak ada yang tertinggal?" tanya sang ayah, yang dibalas gelengan oleh kedua anak itu.


Kini mobil yang mereka tumpangi mulai meninggalkan pekarangan rumah dan menuju ke sekolah. sesampainya di sekolah, Nikita dan Takeru berjalan di lorong sekolah.


"Ne, oni-san" panggil Nikita


"hm"


"habis pulang sekolah, kita main game lagi, ya?"


"gk dulu, aku mau ngerjain tugas" tolak Takeru.


Tatapan gadis itu menjadi datar dan menoleh ke arah Takeru "Besok hari minggu, jangan terlalu mikirin tugas"


Dasar Nikita! Memang anak sesat! Kakaknya sedang rajin, malah di bujuk sesat!


"Tugas lebih penting daripada main game"


Nah kan! Gk berhasil kan? makanya jangan macam-macam sama anak rajin!


Nikita menghela napas pasrah "yaudah deh, nanti aku main di rumah temenku aja" ucapnya. Takeru menggeleng pelan "gk usah, tunggu aku selesai ngerjain, habis itu main game bareng" balas Takeru.


Nikita mengedikkan bahu acuh "Serah kakak aja" ia pun berjalan menjauh, meninggalkan Takeru di lorong itu.


...........


KRING!!! bel istirahat berbunyi, seketika para siswa bergegas keluar dan menuju ke kantin. Di sisi lain, Nikita berjalan sendirian di lorong, tanpa disadari ia sudah berjalan di depan kelas 12A IPS, kelas Takeru.


Nikita menoleh lantas terkejut saat melihat Takeru tengah fokus mengerjakan tugas seorang diri di saat teman-temannya pergi ke kantin. Matanya kini tertuju pada kotak berbalut kain yang masih terbungkus rapi, menandakan laki-laki itu belum menyentuhnya sama sekali. Ia teringat bahwa tadi pagi Takeru juga belum sarapan, ia pun memutuskan untuk berjalan menghampiri sang kakak. Ia duduk di depan Takeru dan mengambil 2 buku yang bertumpuk di sudut meja kakaknya. Sontak Takeru terkejut dan mendongak, kapan adiknya datang ke kelasnya?


"kenapa kau disini?" tanya Takeru, membuat Nikita menoleh.


"gk boleh disini, ya?" bukannya menjawab, gadis itu justru balas bertanya.


"Cepat kembaliin buku ku, aku harus ngerjain itu sebelum pelajaran lagi" ucap Takeru singkat.


Nikita menggeleng singkat "Tenang aja, serahin urusan tugas kakak pada ku. Yang harus kakak lakuin sekarang adalah makan" balasnya.


Takeru berdecih pelan, ia sangat hafal sifat adiknya yang seperti ini. Gadis itu menyuruhnya makan sementara dirinya mengerjakan tugas miliknya.


Sejak kecil Nikita sudah mewarisi kepintaran sang ayah, meski ia tak pernah belajar tetapi ia selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas.


"Kakak belum sarapan, kesehatan kakak bakal turun. Lupain aja soal game, aku cuma ajak kakak buat refreshing sebelum ujian nanti"


Takeru menghela napas panjang "apa kau sudah makan?." Nikita mengangguk, matanya kembali fokus pada tugas-tugas di buku-buku itu. Takeru pun mengambil kotak bekal miliknya dan membuka penutupnya, terdapat 3 *****sandwich***** coklat di dalam kotak itu. Perlahan ia mulai melahapnya, mengisi waktu makan yang sempat tertunda.


Selang beberapa menit, semua tugas itu terselesaikan. Nikita pun merenggangkan badannya dan bersandar di punggung kursi, semua pergerakannya tak luput dari pandangan Takeru.


"Akhirnya selesai juga" gumam gadis itu.


"Ini"


"hm? apa-" Nikita menoleh dan terkejut saat tangan Takeru yang mengenggam 1 sandwich coklat utuh terulur di depan wajahnya, gadis itu mengangkat sebelah alisnya dan menatap sang kakak.


"nani?"


"aku tau kau capek habis ngerjain tugasku" ucap Takeru setelah tahu maksud raut wajah adiknya, Nikita terkekeh pelan sebelum menggeleng singkat.


"gk usah, itu punya kakak. Lagian aku bawa uang" jawab Nikita.


"Aku tau, tapi aku yakin kau butuh asupan sekarang"


Nikita menghela napas dan mengambil sandwich dari tangan Takeru. "Arigato ne oni-san." Ia pun mulai melahapnya hingga habis.


"oh ya, makasih udah bantu ngerjain tugas-tugasku" ucap Takeru. Nikita mengangguk, pipinya yang menggembung karena sandwich itu masih bergerak mengunyah. Setelah menelan, Nikita beranjak dan menoleh ke arah Takeru.


"Aku balik ke kelas dulu, ya, makasih sandwich-nya. Arigato gozaimasu!"


Di saat Nikita berjalan di ambang pintu, terdengar seruan yang memanggilnya. Ia pun menoleh dan menatap sang kakak yang juga tengah menatapnya.


"Habis pulang sekolah, ayo main game" ajak Takeru. Gadis itu tersenyum lebar lantas mengangguk cepat.


"Wakatta" Ia pun berjalan pergi meninggalkan kelas kakaknya.


...........


KRING!!


Selang beberapa jam para siswa mati kebosanan karena pelajaran, akhirnya tanda yang mereka tunggu-tunggu tiba. Semua siswa segera berhamburan keluar untuk pulang, menyisakan Nikita yang tengah mengemas buku-buku ke dalam tas. Ketika ia berjalan keluar, tanpa ia sadari ternyata ada sosok lelaki yang sudah menunggunya.


"Mau ninggalin aku disini?"


Sontak gadis itu menoleh dan menghela napas, ternyata kakaknya yang menunggunya. Ia pun tersenyum dan menggeleng pelan.


"gk, justru aku baru mau ke kelas kakak"


Mereka berdua pun berjalan bersama meninggalkan gedung sekolah. Sesampainya di rumah, mereka bergegas pergi ke kamar masing-masing dan membersihkan diri. Setelah selesai, mereka segera memasang alat berbentuk kacamata yang melingkar di kepala mereka.


"Link start!"