Join The Game

Join The Game
Episode 2 She is a special girl



...WARNING!!...


...Terjadi kesalahan teknis! pemain tidak dapat kembali sebelum menyelesaikan game!...


...Proses pemindahan tubuh! pemain harus bertahan hidup dan membunuh raja monster!...


Nikita mematung saat melihat angkat di dalam layar yang terus bergerak mundur, Bertahan hidup dan menyelesaikan game? jangan bercanda!


"oi"


Lengang.


"*******Yuki*******"


Nikita masih mematung.


"Yuki? apa kau dengar aku?"


Deg! Nikita segera tersadar dan menoleh ke arah Kazuto.


"Hei, ada apa denganmu? wajahmu sangat pucat"


Nikita hanya menggeleng lemah dan menunduk. "G-gk papa, cu-cuma kaget aja" elak gadis itu. Membuat Kazuto merasa ada yang gadis itu sembunyikan dari mereka.


"Oh ya Yuki, berapa levelmu dan apa tingkatnya? tanya Hikaru dengan tatapan serius. Nikita terdiam lalu menghela napas.


" Levelku 80 dan tingkatku S" jawab gadis itu pelan.


Lagi² kejutan muncul, membuat ketiganya kembali terkejut.


"Tingkat S?"


Nikita mengangguk, tatapannya tertuju pada sekumpulan monster yang tengah menuju ke tempat mereka.


"hei, ada apa?" tanya Takeru. Kazuto yang merasakan keberadaan monster² itu pub berbalik dan terkejut, Takeru dan Hikaru ikut menoleh dan mematung.


"Oi²! bu-bukankah ini tempat tersembunyi? bagaimana bisa mereka tau kita disini?" tanya Takeru.


Nikita berdecak lantas berlari keluar, sontak ketiganya terkejut.


"Yuki! Tunggu!" seru Hikaru.


Kazuto bergegas berlari menyusul, Takeru dan Hikaru juga segera menyusul keduanya.


...........


Nikita berlari ke tempat para monster itu dan menembakkan anak panah api ke arah depan monster


Bum! bum! duar!


Sebagian monster barisan depan sudah tersingkirkan, tapi monster² itu terus melangkah maju. Nikita pun melompat tinggi, tangannya sudah siap meluncurkan ribuan anak panah.


Bum! bum! bum! duar! duar! duar!


Para monster itu kini sudah dihabisi oleh Nikita, perlahan ia mendarat di tanah. Ia mencoba melihat sekitar, memastikan tidak ada monster yang datang. Baru saja Nikita akan kembali, tiba² ia menoleh dan sontak berpindah.


Bugh! Brak!


Tanah yang tadi Nikita pijak sekarang runtuh berantakan, membentuk setengah lingkaran. Nikita terkejut saat melihat seekor monster raksasa dengan tinggi yang hampir setinggi gua ini, bentuknya seperti manusia badak bercula satu dengan mata yang berwarna merah pekat.


Monster itu dengan cepat kembali menyerang Nikita dengan tanduk nya, karena belum siap, alhasil Nikita terhempas ke dinding gua sangat keras. Membuat gadis itu memuntahkan darah, tubuhnya terasa remuk karena hantaman tadi.


Di saat monster badak itu kembali menyerang, tiba-tiba muncul semburan api dan membuat monster itu terbakar. Nikita menoleh dan mematung ketika melihat seekor naga hitam berjalan ke arah monster itu, tatapan naga itu tertuju pada dirinya. Terdengar samar² suara di dalam pikiranku.


"apa kau mau mati disini? cepat pergilah"


Nikita tersadar dan mencoba bangkit, tapi rasa remuk di punggungnya membuat dirinya terjatuh. Dan saat itu, terdengar suara Takeru yang memanggil dirinya.


"Yuki! apa kau baik² aja?"


Nikita menoleh dan tersenyum kecil saat melihat Kazuto yang berlari ke arahnya, tatapannya beralih ke naga yang tengah bertarung dengan monster badak - yang ternyata masih selamat.


"Punggungmu terluka, kita harus cepat pergi dari sini" ucap Kazuto. Membuat Nikita terkejut dan menoleh, bagaimana dengan naga itu?


"Ta-tapi naga itu?" tanya Nikita. Kazuto kini menatap kedua monster yang tengah bertarung itu, lalu menghela napas.


"apa kau mau nolongin naga itu?"


Nikita mengecek hp miliknya yang sudah kembali penuh, ia menoleh ke arah Kazuto dan tersenyum.


"Makasih, tolong rahasiakan ini dari kak Sasori dan Hikaru" ucap Nikita sebelum pergi membantu naga hitam yang masih bertarung.


Nikita kembali menembakkan ribuan anak panah api ke arah monster badak itu, seakan tahu sosok yang membantunya, naga itu bergegas menjauh dari area sekitar monster badak itu.


Bum! bum! Duar!


Monster badak itu tergeletak di tanah dan menghilang, seketika muncul tampilan jendela berisi item² langka dari monster itu. Tatapan Nikita tertuju pada naga hitam di depannya, naga itu ikut menoleh ke arah gadis itu.


"Ternyata kau masih hidup, kukira kau sudah tewas karena tubuhmu yang remuk" ucap naga itu. Ya, semua monster atau hewan di game bisa bicara layaknya manusia.


"Aku cuma mau bilang makasih udah nolongin aku tadi, kalo kau gk nolongin aku, mungkin aku udah tewas karena monster tadi" balas Nikita.


Naga itu berbalik dan menghadap Nikita, menatap gadis yang selama ini ia cari di dunia game. Merasa ditatap, Nikita mendongak dan tersenyum.


"apa id mu?"


"Yuki"


"Yuki, mulai sekarang, aku adalah pet mu"


Sontak Nikita terkejut dan mematung "apa?"


Naga hitam itu kini mengecil dan terbang ke puncak kepala Nikita, gadis itu hanya bisa menerima ucapan naga itu. Terlihat Takeru dan Hikaru yang berlari ke arah mereka, Kazuto ikut berjalan mendekat.


"kau ini! kenapa kau ceroboh dan menghadapi monster² itu sendirian?" tanya Takeru kesal sambil memukul pelan kepala Nikita.


Gadis itu mengaduh dan mengusap kepalanya "Iya²! maaf deh, soalnya itu kesempatan bagus buat nambah exp" jawabnya.


Hikaru terkekeh ketika menyaksikan kelakuan kedua temannya, namun hanya sebentar karena matanya tertuju pada naga yang berada di atas kepala gadis itu.


"Apa kau punya naga?" tanya Hikaru. Membuat kedua kakak beradik itu menoleh ke arahnya, Nikita tersenyum dan menggendong makhluk hitam itu.


"Ya, dia yang bantu aku buat habisi monster² tadi" jawab Nikita. Kedua laki-laki itu mengangguk paham dan memperhatikan makhluk bersayap yang ada di dekapan gadis itu, seketika Takeru sadar dan menatap tajam ke arah naga itu.


"Kau raja naga kan? bukannya ini bukan wilayah naga? apa yang kau lakukan disini?" tanya Takeru. Sontak Nikita dan Hikaru terkejut saat mendengar pertanyaan dari laki-laki itu.


Tiba-tiba naga itu melompat dan berubah menjadi seorang anak laki-laki, membuat ketiga orang itu mematung.


"Benar, aku adalah raja naga, tujuanku kesini untuk mencari pemain bertingkat S" jawabnya.


"Ma-maksudmu itu.."


Anak laki-laki itu mengangguk "Ya, dan aku sudah menemukannya," ia menatap gadis di belakangnya "Tak kusangka ternyata kau memiliki kekuatan sebesar itu, Yuki"


Nikita tersenyum kikuk karena di puji, tangannya mengusap tengkuk "makasih, aku cuma terus latihan di sini" jawabnya.


"oh ya kalian bisa memanggilku Aiden" ucap anak laki-laki itu.


Hikaru mengangguk lalu menatap ketiga temannya "sebaiknya kita kembali, sepertinya kita pergi terlalu jauh dari penyimpanan itu"


Aiden menggeleng "Aku tau jalan keluar, ikut aku" Mereka pun bergegas mengikuti Aiden yang berjalan menjauh.


...........


Selang beberapa menit, akhirnya mereka keluar dari dalam gua. Mereka mematung ketika melihat pemandangan yang sangat indah, terlihat beberapa naga terbang di langit. Mereka tidak menyangka ternyata gua itu menjadi penghubung antara wilayah naga dan manusia, matahari yang mulai tenggelam membuat pemandangan menjadi lebih indah.


"Wah! cantik banget pemandangannya!" pekik Nikita yang sudah berlari menuruni tebing, membuat keempat laki-laki itu terkejut dan bergegas menyusul.


Disisi lain, tanpa disadari Nikita sudah berlari terlalu jauh memasuki hutan berkabut. Hingga tak sengaja kakinya tersandung akar pohon yang ada di permukaan, membuat gadis itu mengaduh dan mengusap lututnya. Saat itulah Nikita baru menyadari kesalahannya, ia segera bangkit dan melihat sekitar. Suasana di hutan sangat sepi dan gelap, membuat gadis itu sedikit ragu untuk meminta tolong. Hingga terdengar samar² suara² yang memanggil dirinya.


"Yuki!"


"Yuki! jawab kami!"


Mata Nikita terbelak lalu mencari arah asal suara² itu, hingga terlihat samar² cahaya terang yang bergerak mendekat. Karena ketakutan, ia bergegas sembunyi di balik pohon.


Cahaya itu semakin mendekat, menampilkan sosok anak kecil yang menggenggam obor.


"kemana perginya gadis itu? apa dia masih berlari?" gumam anak laki-laki itu. Mendengar suara yang tak asing, Nikita mencoba melihat sosok anak laki-laki itu. Ia pun menghela napas karena ternyata itu adalah Aiden, ia memberanikan diri untuk keluar dari balik pohon.


Aiden terkejut ketika melihat gadis yang dia cari ada di balik pohon, tapi matanya beralih ke lutut kanan gadis itu yang terluka.


"Tersandung?" tanya Aiden, yang dibalas anggukan lemah gadis di depannya. Aiden mendongak dan mendapati wajah gadis itu yang memucat, tiba-tiba sepasang tangan melingkar di lehernya. Terasa tubuh gadis itu gemetaran, membuat Aiden memahami kondisi gadis itu. Ia ketakutan.