
"Link start!"
Dalam sekejap, keduanya masuk ke dalam game dan muncul di sebuah tempat awal di zona aman. Saat ini Nikita mengenakan baju petarung wanita berwarna putih biru dan menggenggam sebuah busur yang senada, sedangkan Takeru mengenakan baju zirah emas dan kedua tangannya menggenggam tameng dan pedang.
"akhirnya kita main game lagi" seru Nikita.
Takeru menghela napas dan melihat sekitar " Kita harus meng-upgrade senjata kita dan mulai berburu lagi" Nikita mengangguk setuju, keduanya pun berjalan di sekitar toko-toko kecil di sepanjang jalan.
Mereka berjalan menuju ke sebuah bangunan kecil, tempat penjualan sekaligus perbaikan senjata. Ketika pintu terbuka, sebuah lonceng kecil di balik pintu berbunyi nyaring.
"Anu, sumimasen.. Rica-san"
Terlihat gadis seumuran mereka keluar dari balik pintu di depan mereka.
"ah, kalian ternyata"
Keduanya menaruh senjata mereka di sebuah meja kayu di depan mereka.
"Tolong upgrade ini, Rica" ucap Takeru singkat. Gadis yang memiliki id Rica itu mengangguk dan membawa kedua senjata itu masuk ke dalam ruangan di balik pintu itu. Selang beberapa menit, Rica kembali dengan senjata mereka yang lebih bagus.
"Totalnya 1200 Yen"
Takeru segera mengeluarkan sekantung koin dan meletakkannya di meja, ia pun mengambil kedua senjata itu dan menyerahkan busur pada Nikita.
"kalian akan berburu lagi?" tanya Rica, yang dibalas anggukan oleh Nikita.
Mereka pun berjalan keluar dan melanjutkan perjalan ke luar safe zone, setelah beberapa langkah keluar, tak jauh dari mereka terlihat 2 monster besar tengah mengamuk. Keduanya saling bertatapan, sudut bibir mereka terangkat mengukir senyuman miring di wajah mereka. Mereka bergegas berlari ke arah 2 monster itu.
Ketika 2 monster itu melihat mereka dan menyerang, Takeru segera menahan serangan-serangan itu dengan tamengnya. Nikita segera menembakkan 3 anah panah ke arah monster-monster itu, seketika 3 anak panah itu berubah menjadi 9.
Bum! Bum!
Salah satu monster itu terluka parah, sedangkan monster lainnya berhasil kabur. Takeru berdecih dan melihat sekitar, matanya kini tertuju pada monster yang sama tengah berlari ke dalam hutan.
"Ku serahin monster itu padamu" Setelah mengucapkan itu, Takeru bergegas mengejar monster itu. Nikita hanya berdiri diam menatap monster yang terbaring lemah.
"cuma bikin luka, ya? kayaknya aku harus terus berlatih kekuatanku" gumamnya.
Monster itu menghilang, seketika muncul jendela layar yang menampilkan 3 item. Daging monster, tanduk, kekuatan api.
Mata gadis itu terbelak saat melihat 1 item yang sangat ia butuhkan, sebuah senyuman terukir di sudut bibirnya.
Bugh!
Tiba-tiba tubuh Nikita terhempas hingga terguling ke tanah, darah segar mengalir di sudut bibirnya. Ia bangkit dan terkejut saat melihat monster yang berjenis sama dengan bentuk yang lebih besar.
Ketika monster itu akan kembali menyerang, tubuh monster itu terjatuh dan menghilang. Mata gadis itu membulat sempurna dan menoleh, terlihat seorang laki-laki seumurannya berdiri di sebelahnya dengan menggenggam pedang yang lumayan besar.
Laki-laki itu menoleh dan mengulurkan tangan "apa kau baik-baik saja?" Nikita mengangguk lalu menerima uluran itu dan menepuk-nepuk pakaiannya yang kotor karena tanah.
"Arigato" ucap Nikita singkat
"apa kau pemain solo?"
Nikita kembali mengangguk dan menatap laki-laki itu "kenapa? apa ada masalah?" tanyanya. Laki-laki itu menggeleng lalu balas menatap gadis di sampingnya.
"apa id-mu?"
"Yuki, kau?"
"Kirito"
Terdengar suara berat dari depan mereka, membuat keduanya menoleh. Terlihat Takeru yang tengah berjalan dengan seorang laki-laki ke arah mereka.
"apa kau berhasil?" tanya Takeru, yang dibalas anggukan singkat oleh Nikita, mata gadis itu berfokus pada laki-laki di samping kakaknya.
"Siapa kau?"
Laki-laki itu tersenyum dan melambai singkat "Konnichiwa, kau pasti adik Sasori kan? Id ku Hikaru, Hajimemashite." Nikita balas tersenyum dan mengangguk "Id ku Yuki, Yoroshiku"
Dahi Takeru mengerut saat tak sengaja melihat sudut bibir adiknya berdarah, tatapannya kini mendatar karena adiknya tersenyum biasa seakan itu tidak mengganggunya.
"Bibirmu kenapa?"
Nikita terkejut dan segera menutupi mulutnya dengan sebelah tangan "Ha-hanya kecelakaan kecil" jawabnya. Takeru menggeram pelan, kesal karena gadis itu seperti menyembunyikan sesuatu darinya. Ia pun mengetuk tombol² layar lalu mengeluarkan sebuah botol kecil dari Inventory-nya dan meneteskan cairan di botol itu ke sudut bibir adiknya, seketika luka itu hilang tidak berbekas.
"Katakan, apa yang sebenarnya terjadi saat aku tidak ada?" ketus Takeru. Nikita dengan susah payah menelan saliva-nya karena kembali mendengar dan merasakan sisi lain kakaknya bangun.
"a-aku-"
"Seekor induk monster tadi menyerangnya, tapi tenanglah, aku sudah membereskannya" kalimat Nikita terpotong saat Kazuto menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Takeru berdecak kesal lantas mengetuk kembali tombol² layar, seketika di depan Nikita muncul tampilan layar dari kakaknya.
...*Id. Sasori mengundang anda untuk menjadi tim...
[Tolak] [Terima*]
Tatapan Nikita kini beralih ke arah kakaknya yang menatap datar dirinya, ada apa dengan kakaknya saat ini? apa maksudnya ini?
Seakan tahu maksud tatapan sang adik, Takeru berdecih "mulai sekarang aku gk bakal ninggalin kamu sendirian lagi" tuturnya singkat.
Nikita menghembuskan napas panjang, sifat kakaknya lagi-lagi berubah drastis ketika ia ketahuan terluka. Ia mengakui dirinya di dunia nyata maupun dunia game, ia begitu rapuh karena terjadi kesalahan saat ia berada di dalam kandungan ibunya. Dan Takeru sangat menjaga dirinya dan tidak bisa meninggalkannya sendirian. Sangat penyayang tapi overprotective.
Sejak Nikita lahir, Takeru menjadi memiliki 2 sisi yang berlawanan. Ketika di hari biasa, laki-laki itu akan menjadi sosok yang sangat menyenangkan bagi Nikita. Tapi ketika ia terluka atau menangis, laki-laki itu akan berubah menjadi sosok yang pendiam, dingin, cuek, dan overprotective.
Gadis itu segera menekan tombol Terima di layar itu, kini layar menampilkan anggota tim.
Anggota tim :
• Kirito
• Sasori {teman}
• Yuki (anda)
Dahi gadis itu berkerut, tatapannya kini tertuju pada Kazuto. "Kau juga.."
Kazuto mengangguk singkat lalu menoleh ke arah Hikaru "ayo, kita harus pergi ke dungeon dan memburu monster lain" Hikaru dan Takeru balas mengangguk.
Mereka berempat pun mulai melanjutkan perjalanan menuju dungeon. Sesampainya di dungeon, mereka mulai menyebar dan memburu beberapa monster.
Perkembangan Nikita meningkat sangat pesat, kini ia bisa mengalahkan monster hanya dengan 2x serangan. Saat ini, ia berhasil mengalahkan sebagian kecil monster di dalam dungeon. Inventory-nya hampir penuh dengan item² yang ia dapat dari para monster.
"Sepertinya aku harus kembali sekarang, kakak dan yang lain pasti sudah kembali" gumam Nikita.
Ia pun berjalan kembali ke tempat semula, dugaannya benar, 3 laki-laki itu sudah berkumpul kembali.
"Maaf aku telat" ucap Nikita ketika sudah berdiri di depan ketiga laki-laki itu. Hikaru menggeleng lembut " gk, kami juga baru sampe"
Gadis itu menoleh ke arah Takeru dan menunduk "maaf, lagi² aku lalai" Takeru terdiam lalu menghela napas dan menepuk puncak kepala Nikita 2x "sudahlah, yang penting kau kembali dengan selamat"
"Arigato, oni-san"
Kazuto menoleh ke arah Nikita "oh ya, item apa yang kau dapat tadi?" tanyanya. Nikita menoleh dan mengetuk² layar, seketika muncul jendela layar di depan ketiga laki-laki itu.
Tiba-tiba ketiga laki-laki itu terkejut dan menoleh ke arah Nikita bersamaan, membuat gadis itu merasa bingung.
"ada apa? ada masalah?" tanya Nikita.
Lengang.
Takeru menggeleng pelan "gk ada, cuma mau tanya. Apa kau bunuh Stone Rock, Blue Fire skeleton, dan Blue phoenix ?"
Sebelah alis Nikita terangkat, Ia baru tahu jika semua monster memiliki nama sejelek itu? Dasar game aneh!
"aku gk tau, tapi kalo yang kakak maksud itu monster batu, tengkorak yang nyerang pake api biru, dan burung phoenix biru, itu aku yang bunuh" tutur gadis itu.
Lengang sejenak.
"APAAA!!" pekik Takeru dan Hikaru bersamaan. Membuat Nikita dengan cepat menutup telinga, keduanya kini menatap gadis di depan mereka dengan tatapan tak percaya.
"Oi oi! a-apa kau beneran bujuh ketiga monster itu sendirian?" tanya Takeru, yang dibalas anggukan polos Nikita dengan tatapan heran.
"apa yang kakak maksud? udah ku tunjukkan buktinya, apa kakak mau lebih? sebenarnya aku juga nyimpan barang² di lubang gua yang aneh" tutur gadis itu santai.
Seketika suasana menjadi hening.
Kazuto yang sedari menatap Nikita kini terdiam, membunuh 3 monster terkuat sendirian adalah hal yang sulit dipercaya, terlebih gadis itu terlihat seperti pemain pemula dan mengatakannya dengan santai. Gadis yang misterius, batinnya.
"Yuki"
Nikita menoleh ke arah Kazuto yang tengah menatapnya, membuat gadis itu merasa semakin bingung dengan tingkah ketiga laki-laki itu.
"Bawa kami ke sana sekarang juga" ucap Kazuto.
"Ta-tapi lubang gua itu penuh banget dengan item² aneh yang kudapat" elak Nikita. Tatapan laki-laki itu menajam, seketika bulu kuduk gadis itu berdiri.
"Tunjukkan pada kami" ucap laki-laki itu singkat.
Mau tak mau Nikita terpaksa mengantar ketiga laki-laki itu ke sebuah lubang gua yang tertutup oleh tanaman merambat, tak terlihat tanda² monster di tempat itu, hanya ada mereka di sana.
"hei Yuki, apa kau membunuh sebagian monster di tempat ini? kok rasanya sepi banget?" tanya Hikaru. Nikita menoleh dan menunjuk peti² yang berada di sepanjang jalan mereka "mereka udah ku habisi, dan di sana adalah item² dari mereka" jawabnya santai.
Lagi dan lagi ketiganya menatap gadis itu tak percaya "apa kau bilang? monster² itu udah kau habisi?" tanya Kazuto.
Selang beberapa menit, akhirnya mereka sampai di dalam lubang gua yang tersembunyi. Sepertinya gadis itu sudah menipu mereka dengan sifat polosnya, gua itu sangat luas dan terlihat hampir memenuhi sudut² gua dengan item² yang sangat langka dan sulit didapatkan.
"udah kubilang, gua ini udah hampir penuh karena item² aneh itu" keluh Nikita.
"Kalian-"
Bugh!
Takeru memukul pelan kepala Nikita, membuat gadis itu meringis pelan. "ugh, kak, kenapa kakak memukulku?" tanya Nikita sambil mengelus kepala yang terasa nyeri.
"Kau ini, bagaimana kau bisa dapat item² langka seperti ini?" Takeru terus menatap adiknya yang masih meringis pelan.
"Sebenarnya siapa dirimu?"
Deg!
"adikku punya tubuh rapuh, gk mungkin dia bisa ngalahin semua ini sendirian tanpa terluka. Tapi kau bisa ngalahin monster² kuat itu sendirian, jadi siapa kau?"
Seketika Nikita terkejut mendengar pertanyaan aneh dari kakakhnya, apa maksud pertanyaan itu? apa kakaknya sedang mencurigai adik kandungnya sendiri?
"a-apa maksudnya, kakak? kenapa kakak tanya hal itu pada adikmu sendiri?" balas Nikita bertanya.
Sebenarnya ada apa dengan kakaknya? ia hanya menjalankan misi dan melatih kekuatan mana nya di tempat ini. Apa ia sudah membuat kesalahan?
Tiba-tiba muncul tanda bahaya di layar depan mereka, sontak keempat orang itu terkejut setelah membaca kalimat di layar itu.
...WARNING!!...
...Terjadi kesalahan teknis! pemain tidak dapat kembali sebelum menyelesaikan game!...
...Proses pemindahan tubuh, pemain harus bertahan hidup dan membunuh raja monster! ...