
Dimalam hari yang dingin serta gelap
Disini, dua orang laki laki dan perempuan berusia 17 tahunan dengan seragam sekolah sedang duduk dengan tenang. Memandang 2 bulan kembar biru dilangit yang memasuki ruangan melalui jendela
'Sudah kuduga, ini benar benar dunia lain' Kurumi memandang ke dua bulan kembar itu, menyilangkan kedua tangannya diatas kakinya yang ditekuk. Ia kira menjadi orang yang ditransfer kedunia lain itu sangat menyenangkan
Kau bisa menggunakan sihir yang mustahil diduniamu, memburu monster, atau melihat pemandangan menakjubkan yang berketabalikan dari dunia monoton itu
Tapi saat baru saja mengalaminya, ia sadar.
Ini adalah dunia yang nyata dan ini adalah kehidupan. Ini bukanlah cerita dimana dia menjadi karakter utama dan bertambah kuat, menemukan sahabat baru yang setia padanya, atau menjadi putri kerajaan seperti mimpinya
Itu hanya keberuntungan mereka tidak menemukan bahaya seperti monster dan jebakan saat menuju kesini
Ia bahkan berfikir, bukankah akan lebih baik jika hidup seperti biasanya? Karena dirinya juga, orang yang selalu melindunginya, Iruma, harus mengorbankan lengan kanannya dan menerima rasa sakit luar biasa
"Agh..." Didalam kesunyian, Iruma mengeluarkan geraman sakit. Tampaknya efek obat itu akan habis sebentar lagi
"Apa kau tidak apa? Efek potionnya pasti sudah habis" Kurumi menjadi sedikit panik. Mereka sebelumnya sudah mencari disepanjang jalan atau bahkan menggeledah seluruh bagian rumah ini. Namun tetap saja, hanya ada 1 potion itu yang berguna bagi Iruma
"Aku akan segera kembali, tunggulah disini" Kurumi yang melihat kondisi Iruma ingin langsung bergegas dan berdiri untuk keluar mencari obat herbal
Tetapi saat ia ingin melangkah, sebuah tangan menggenggam lengannya dan orang itu berkata
"Diluar berbahaya, diamlah disini sampai besok pagi. Aku tidak apa, jangan khawatir" Iruma menenangkan Kurumi yang terlihat panik dan sangat khawatir, dia bahkan tersenyum dibalik rasa sakitnya itu
Wajah tersenyumnya begitu polos saat itu, seperti mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia bisa menanggung semua rasa sakit itu seorang diri
'Dia...' wajah Kurumi yang sebelumnya khawatir kini berubah gelap dan menunduk saat ia membiarkan tangan Iruma menghentikannya
'Gawat..' Iruma menjadi panik saat ia melihat perubahan pada wajah Kurumi
"K-kau tahu... Aku dulu pernah mengalami patah tulang sebanyak 6 kali saat latihan! Ini saja bukan apa apa Haha... Ha..." Iruma berusaha sebaik mungkin untuk membujuk Kurumi, namun tampaknya itu gagal melihat Kurumi yang hanya terdiam. Diluar saat ini sangat berbahaya karena tebalnya hutan ini dengan pohon yang menutupi langit, dan juga mereka tidak tahu apakah monster akan muncul dimalam hari seperti ini...
Tapi jika ia jujur, Iruma merasa malu saat ini. Kurumi menyukai lelaki yang kuat! Tapi untuk memperlihatkan kondisinya saat ini...
"Kau..." Kurumi tiba tiba berkata dengan suara bergetar
"Aku?"
Tetapi tak lama, Iruma melihat wajah Kurumi yang tertutupi helai rambut birunya
Wajahnya memerah dan matanya mengeluarkan butir butir air mata. Mulutnya ditekuk saat ia ingin menahan suaranya
"Kau benar benar bodoh!" Kurumi langsung mengeluarkan semua yang ada dikepalanya, membuat Iruma terkejut
"Kau bodoh... Kenapa... Untuk diriku yang tidak bisa berbuat apa apa ini. Kau sampai mengorbankan lenganmu... Bahkan dihari itu... Kau menolongku dari para preman, tapi kenapa..." Kurumi berkata dengan tersedu sedu, tidak berani menatap mata Iruma
Dimalam itu, dibawah sinar rembulan biru. Itu adalah pertama kalinya Iruma melihat sosok asli Kurumi
Dia telah merasa bahwa dia telah cukup mengenal Kurumi dari kehidupan sekolah sehari hari. Dia dingin, namun suka menolong dan hatinya sebenarnya hangat dan indah dibalik wajah dingin dan monoton itu
Tapi... Kini dia mengerti
Kurumi hanyalah gadis biasa. Dia bisa merasa sedih hanya karena hal kecil, dia lemah namun kelemahannya membuat dirinya terus bertambah kuat, dia kecil namun hatinya sangatlah kuat dan besar
Dia mengira bahwa dia telah cukup mengenalnya. Namun kini, dia mengerti...
"Tidak apa, aku tidak apa apa" Disaat itu, Iruma tiba tiba menarik lengan ramping Kurumi dan membuatnya terjatuh dibadannya
"Eh?" Kurumi tidak mengerti apa yang terjadi, dia tersipu malu. Mukanya berubah merah dan detak jantungnya bertambah kencang
Dia lalu menengok keatas saat ia melihat wajah Iruma yang terkena sinar bulan biru, begitu elegan dan santai menatap kedepan. Walaupun dia merasakan sakit yang luar biasa, dia masih bisa mengeluarkan raut wajah santai seperti itu
"Ka-kau..."
"H-Hei, apa kau tidak apa apa?" Kurumi seketika kembali panik, mengecek nafas Iruma dengan terburu buru
"Haaa, kau menakutiku" Kurumi entah kenapa merasa lega saat dia menyadari bahwa Iruma masih bernafas dan nadinya normal. Dia pasti sangat lelah dan kesakitan, karena itu dia tiba tiba saja pingsan dan tak sadarkan diri
'Tapi kalau dilihat lihat... Dia sangat tampan' Kurumi kembali menatap wajah tertidur Iruma dengan perhatian. Wajahnya mulus dan kulitnya cerah. Mulutnya tipis dan berwarna merah muda, serta hidungnya yang mancung membuatnya terlihat lebih baik daripada karakter anime yang selalu ia damba dambakan menjadi nyata
Tapi kalau dipikir pikir, Iruma selalu menjauhi gadis gadis yang mendekatinya dan tidak pernah berpacaran. Kalau begitu... Siapa yang ia sukai?
'Apa mungkin... Aku?' Saat pikiran acak itu muncul, Kurumi tiba tiba malu dengan dirinya sendiri dan wajahnya kembali memerah.
'Tidak tidak, aku tidak boleh mengambil kesimpulan seperti itu' Kurumi lalu berusaha untuk mengembalikan kesadarannya. Saat ini yang terpenting adalah untuk mengobati Iruma secepatnya
Bagi dia yang seorang pengguna pedang, lengan kanan sudah seperti hidupnya sendiri. Tanpa itu, ia akan melemah dan tidak akan bisa menggunakan pedang dengan benar. Jika seperti itu... Maka nyawa mereka berdua akan terancam
'Kumohon... Apapun itu, selama bisa menyelamatkan Iruma, aku akan melakukan apapun'
Tapi disaat ia sedang pusing memikirkan cara untuk menyembuhkan Iruma, sebuah layar tiba tiba muncul dan menerangi ruangan
[Skill ekslusif 'House-Wife', 'Keeping husband' Telah dibuka]
?
[Pilihlah satu orang lelaki untuk menerima gelar 'Suami' dan skill ekslusif (hanya bisa memilih 1) akan terbuka]
'T-Tunggu, apa ini?!' Kurumi sangat terkejut melihat notifikasi tersebut. Suami? Apa apaan itu?! Dia belum menikah!
[Skill ekslusif yang bisa dipilih:]
[ 1. Bed mosnter - Saat ***** stamina dan gairah akan meningkat pesat. Orang yang anda pilih tidak akan pernah melepaskan anda! ]
'Skill mesum macam apa ini?!' Kurumi seketika menutupi mukanya saat membaca rincian skill. Apa yang sebenarnya dipikirkan malaikat itu saat memberikan dia job ini?!
[ 2. Wife power - Istri memegang semuanya! Saat skill ini digunakan ke orang yang memiliki gelar 'suami' maka sang Istri bisa mengendalikan sang Suami tanpa syarat apapun ]
'Ada skill seperti ini juga...' Kurumi merasa aneh dengan skill tersebut dan langsung menuju skill terakhir
'Kumohon, sebuah skill yang bagus!' Kurumi memohon saat ia menggulir panel itu. Saat ini yang ia butuhkan tidak lain adalah skill yang bisa menyembuhkan kondisi Iruma, tidak ada yang lebih penting dari itu
[ 3. Healing of Admirable - Penyembuhan yang paling efektif adalah penyembuhan langsung dari dalam lubuk hati pasangan. Saat orang yang diberi gelar Suami berada didekat pengguna dan keduanya melakukan sentuhan fisik, efek penyembuhan akan teraktifkan. Efek penyembuhan bisa mengobati luka dalam, luar, atau bahkan kondisi tidak stabil dari sihir]
'Ini... Ini yang aku cari cari!' Kurumi yang sedang putus asa merasa seakan sebuah harapan muncul didepannya. tidak, ini seperti sebuah anugrah!
Tetapi saat ia akan memilihnya, ia tersadar.
[Anda harus memilih seseorang untuk menerima gelar 'Suami'] Kurumi terjatuh dalam pikiran dalam
Apa yang harus kulakukan? Menjadikannya suamiku?! Aku bahkan belum dekat dengannya! Tapi jika tidak memilih skill itu...
Kurumi terdiam dalam sunyi sesaat, sebelum ia memberanikan dirinya dan menekan dilayar
[Id: Iruma telah dipilih menjadi 'Suami']
[Selamat atas pernikahan kalian~]
"Pernikahan apanya?! Ini hanya karena keadaan darurat!" Kurumi dengan wajah merah malu menghapus layar itu setelah ia memilih skill Healing of Admirable
"Sekarang..." Kurumi lalu mulai membayangkan dirinya menggunakan sihir, dan sesaatnya cahaya hijau melayang disekitar mereka dan segera memasuki tubuh Iruma yang semakin dingin.
'Tampaknya itu berhasil' Kurumi yang mulai berkeringat merasa lega. Tapi tampaknya skill ini memakan banyak stamina dan poin mana... Dia... Mulai merasa mengantuk
Setelah beberapa menit, Kurumi terjatuh dalam lelap. Kepalanya bersandar pada bahu Iruma, dan begitu juga dengan kepala iruma yang bersandar diatas rambut biru halusnya
Keduanya terlelap dalam tidur yang sangat nyaman dimalam itu. Dengan disinari rembulan biru dan cahaya hijau penyembuhan yang samar terus menerus menyembuhkan Iruma