
Di Pagi yang cerah
Burung burung berkicau diatas dahan pohon dan angin yang berhembus pelan menerbangkan sehelai daun hijau
Disini, seorang lelaki berusia 17 tahun sedang melakukan aktifitas paginya
Dilapangan ini, ada 3 buah samsak jerami yang ditusukkan ketanah. Lelaki dengan rambut hitam dan lurus sedikit bergelombang sedang mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan presisi
Dia mengayunkan pedang kayu itu dengan baik. Setiap tebasan yang didaratkannya akan membuat suara ledakan mini dari samsak tersebut
Pergerakannya halus namun sangat sulit diprediksi. Terkadang dia akan mengeluarkan 3 tebasan berturut turut, lalu berputar dibelakang dan menebaskan pedangnya keleher samsak yang lain
Tapi tidak lama kemudian, pintu belakang terbuka dan sebuah suara pria tua memanggilnya
"Iruma, sudah waktunya kau sekolah"
Suara itu berasal dari kakek dengan tongkat kayu ditangannya. Dia terlihat bongkok dan sedikit gemetar. Namun jika kau melihat lebih dekat, ada beberapa bekas luka tebasan dan senjata api dibagian tubuhnya
Dia sudah berusia lebih dari 70 tahun tapi penyakitnya tidak banyak dan masih sehat, tidak seperti orang lain seusianya
Itu karena... Dia adalah sang Samurai terkuat diJepang!
Banyak yang menganggap Oda nobunaga atau tokoh samurai lain adalah yang terkuat. Namun hanya sedikit yang tahu bahwa kakek ini telah melewati semua tokoh sejarah itu dizaman dimana para samurai telah tiada
Keluarga kami disebut klan Kagayaku
Yang berarti cahaya pedang. Klan kami telah ada sejak zaman Edo dimasa lalu. Walaupun klam kami tidak begitu terkenal dan berjaya, tapi banyak tokoh dari klan ini yang bertarung bersama tokoh tokoh hebat dan legendaris. Menjadi kaki tangan serta rekan terdekat mereka diberbagai zaman
Hingga sekarang, semua teknik berpedang yang dipelajari leluhur kami telah diwarisi turun temurun. Hingga dimasa ini, kakekku menyempurnakan mereka.
Jika kau bertanya bagaimana dia menyempurnakannya, sederhana saja. Dia menggabungkan teknik senjata lain dan semua teknik samurai terkenal digabungkan dan dikembangkan
Untuk menjadi ahli pedang, kau tidak hanya berlatih pedang. Pisau, tombak, panah, bahkan senjata api atau latihan mental adalah kunci yang melengkapi satu sama lain
Setelah perjalanannya mengitari dunia dan mempelajari banyak ilmu pedang. Dia akhirnya membawa semua ilmunya diberbagai perang yang nyata
Dimasa ini, siapa yang ingin menjadi samurai? Begitulah yang orang orang katakan
Namun kakekku bisa membuktikan bahwa kekuatan tidak hanya bergantung pada senjata api atau tank baja saja. Dia menjadi MVP dibanyak perang dibanyak kota dan tim. Dia membunuh lawannya dengan teknik yang berbeda dan unik. Menggunakan senjata api lebih baik daripada personel elit dan merancang taktik mengejutkan yang lebih efisien daripada jendral sendiri
Dan aku... Adalah pewaris dari legenda itu!
"Sudah cukup angan anganmu. Itu semua hanyalah masa lalu. Yang lebih penting, kau akan terlambat dasar anak nakal! Apa kau ingin menjadi sepertiku yang bodoh karena tidak pernah bersekolah?!" Tiba tiba saja kakek menjadi marah. Iruma akibatnya bergegas menyimpan pedangnya dan menggunakan seragam yang ia jemur
Masuk kerumah dan menggendong tasnya, dia berangkat terburu buru dan berkata
"Aku pergi dulu kakek, jangan sampai penyakitmu kambuh saat aku diluar!" Iruma dengan sedikit candaan pergi keluar menuju jalan dengan berlari
"Pergilah anak nakal! Kau yang belum mendapatkan wanita berani memberitahuku?!"
Dengan begitu, Iruma pergi dengan senyuman diwajahnya
'Dasar anak ini... Aku harap kau tahu, bahwa tidak ada jalan yang mulus bagi seorang pengguna pedang'...
"Aduh, punggungku sakit lagi"
...
Disekolah
Saat ia berjalan, banyak gadis yang melihatnya dan menaruh perhatian dengan tatapan yang berbunga bunga
Tetapi didalam semua tatapan itu, seorang gadis berambut panjang dan badan yang menonjol tiba tiba mendatanginya dengan setumpuk buku digenggamannya
"A-anu... Iruma san... Bisakah kau membantuku? Ini terasa berat" Gadis itu meminta dengan wajah memerah padanya
...
Berdiam sebentar, Iruma lalu membuka mulutnya dan berkata
"Baiklah" Katanya dengan wajah yang dingin dan mata yang setengah sayu melihat kearah gadis itu
Duk duk
"Kyaaa itu tatapan dingin yang legendaris!"
"Iruma san! Aku mencintaimu"
"Sial, ketua osis sekali lagi mengambil garis start!"
Tanpa berlama lama, Iruma menggapai semua tumpukan buku itu dari ketua osis dengan kedua lengan kuatnya. Membawa semua buku padanya seorang
"Eh, itu terlalu banyak Iruma san"
"Tidak apa, aku kuat" Dia berkata dengan dingin sambil berjalan pelan. Badannya yang proposional, wajahnya yang tampan, tingginya yang ideal serta nilainya yang terbilang baik. Dimana lagi orang seperti itu ada?
Tapi dibalik semua kesempurnaannya, banyak orang yang menyayangkan bahwa...
Dia tidak pernah tertarik pada seorangpun!
Sejak awal penerimaan siswa, dia telah menjadi pusat perhatian. Fisiknya sangat terjaga karena berasal dari keluarga samurai, ambisinya tinggi dan suka belajar hal baru serta sifatnya yang suka menolong namun tidak mudah dikendalikan
Sudah pasti, ada banyak anak gadis yang menyukainya dan mencoba mendekatinya. Namun... Semuanya tidak berhasil!
Dia tetap mempertahankan sifat dinginnya itu dan tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada siapapun, bahkan ada desas desus bahwa dia menyukai sesama jenis. Namun hal itu tidak berselang lama sampai tidak pernah terdengar lagi
Tetapi dilorong sekolah, saat ia ingin menaiki anak tangga. Seseorang melewati mereka
Iris biru lautnya seketika beralih dengan cepat dan memandangi wajah gadis itu untuk sesaat
Wajahnya mulus dan cantik. Sebagian matanya ditutupi oleh rambut biru panjangnya, namun Iris biru tua itu tidak bisa disembunyikan. Ia melihat dengan sedikit sayu pada layar handphone miliknya
Melihat dengan kecepatan tinggi kebawah, Iruma akhirnya melihat sosok penuh gadis itu. Dia menggunakan hoodie putih dan rok sekolah pendek. Badannya tidak begitu tinggi namun itulah yang membuatnya terlihat sangat imut dan menawan
Wajahnya, rambutnya, baunya, karakternya...
'Aku menyukainya!'
Itulah apa yang hati kecil Iruma teriakkan. Tetapi teriakan penuh semangat itu disembunyikan dibelakang wajah dingin acuh tak acuhnya
'Sial, aku ingin mengajaknya bicara. Aku ingin mengajaknya makan siang bersama. Aku ingin pulang bersamanya. Aku ingin bersamanya!'
Ini... sebenarnya adalah rahasia dibalik karakter 'Dingin'nya disekolah
Sekitar 2 tahunan yang lalu saat awal masuk sekolah
Saat itu ia hanyalah anak biasa. Dia sudah menarik beberapa perhatian, namun itu masih dalam batas wajar.
Tapi suatu hari... Dia melihat sesosok malaikat
Dihari itu ia sedang berjalan dengan santai menuju sekolah
Saat, ia melihat seorang siswa sedang dibully digang dekat sekolah. Ia merasa harus membantunya, toh kakeknya berpesan agar menggunakan kekuatannya untuk membantu orang lain
Tapi sebelum ia maju dan membantu anak malang itu, seseorang mendahuluinya
Dia adalah... Kurumi dari kelas 10-B
Dia saat itu belum pernah melihat Kurumi, mungkin karena dia tidak datang saat penyambutan siswa baru
Namun, saat pandangan pertama saja. Dia sudah merasakan sesuatu yang aneh. Perasaan yang belum pernah ia rasakan dalam waktu lama
Perasaan itu muncul pertama kali saat ia memegang pedang untuk pertama kalinya diumur 5 tahun. Ia merasa ingin memiliki pedang itu, ia ingin menghabiskan hidup bersama pedang dan membawanya hingga ke kematian
Dan itu adalah perasaan yang mirip dihari itu
Tapi hal lain yang membuatnya sangat menyukai gadis ini adalah karena keberanian dan sikapnya yang ceroboh namun berani. Atau apa dia bisa mengatakannya bodoh?
Dia, dengan tubuh mungil dan rapuh itu, Maju tanpa ragu ke kelompok berandal berbadan besar tersebut
Suaranya bergetar, namun matanya yang indah menunjukkan keberanian
"K-kalian tidak seharusnya membully seseorang. Itu tidak baik" Dia berkata dengan mulut mungilnya, menatap berani pada 6 berandal berbadan besar dan seragam sekolah itu
"Hah? Apa anak ini? Dia ingin menceramahi kita?" Tapi bukannya takut atau berhenti, mereka malah menatap Kurumi dengan tajam. Tidak ada ketakutan atau keraguan sedikitpun yang terlihat dari mereka, keterbalikan dari Kurumi itu sendiri
"Hehe, lihat dia. Bukankah dia lumayan manis?" Salah seorang berandal bertubuh gemuk berkata dengan tatapan bejat
"Mungkin kita bisa mengajaknya kerumah dan bermain hehe~" kata berandal itu mendekat kearah Kurumi
"B-Berhenti, atau aku akan menelpon polisi-"
Tapi saat ia ingin mengeluarkan handphone-nya, tas miliknya diambil dari belakang oleh salah seorang berandal itu
"Kembalikan!" Katanya dengan marah dan panik
"Hehe, tidak akan ada yang mendengarmu. Anak babi ini juga tidak bisa apa apa. Kami berjanji akan membuatmu enak..." Berandal berandal itu perlahan mengepungnya dan memblokir jalan lari Kurumi, tangan tangan busuk mereka sebentar lagi akan memegang tubuh mungilnya
"Baik, sampai disitu" Tetapi tanpa diduga, dari belakang, seorang pria dengan rambut hitam dan mata biru laut muncul dan sudah berada diudara dengan kecepatan tinggi
Duak!
Kedua kaki berlapiskan sepatu itu langsung mengenai wajah salah satu berandalan yang terdekat, membuatnya terhempas beberapa meter sebelum pingsan setelah menghantam tembok
"Sial, siapa dia-" Tapi tidak menunggu bacotan itu selesai, Iruma dengan cepat mengayunkan kepalan tangannya dan menghantamkannya keras tepat dibatang hidung berandal berbadan besar. Membuatnya mengeluarkan darah dan pingsan ditanah
"Sialan! Keroyok dia!" Kata salah satu berandalan, dia membawa batang kayu dan akan menghantamkannya tepat dikepala Iruma
"Awas!" Peringat Kurumi yang menyaksikan
"Tidak apa, mereka ini... Tidak lebih dari sampah" Irumi dengan cepat berbalik badan, memperlihatkan tatapan tajam dan wajah menyeramkan sebelum tangan kanannya mengenai pergelangan tangan berandal itu yang memegang balok kayu, membuat balok itu terhempas diudara dan ditangkap dengan mudah oleh Iruma
"Dan juga, cara kalian menggunakan senjata salah"
"Cara yang benar... Adalah seperti ini!" Seperti seorang samurai dizaman Edo yang bertarung, Iruma melayangkan balok kayu itu dengan sangat cepat dan presisi
Duak!
Darah mengucur cepat dari pukulan balok kayu tepat diwajah berandal itu, membasahi wajah Iruma dengan noda darah dibawah mata biru lautnya yang tampak menyala
Duak! bum! dak!
Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan ia lontarkan pada tubuh para berandalan itu seperti menganggap mereka samsak tinju
Itu tidak lama sebelum ia menghabisi seluruh geng berandal itu seorang diri. Kini bukan hanya wajahnya yang ternodai darah, namun rompi sekolah yang ia gunakan kini juga terkena noda tersebut
Melihat Iruma yang telah membantunya, Kurumi tiba tiba memberikan sebuah Hoodie putih padanya
Iruma yang melihat wajah terkesan Kurumi saat ia menghajar para berandal membuatnya berpikir. Apakah Kurumi menyukai pria seperti itu? Yang dingin dan kuat?
Dan dari sanalah mereka mengenal satu sama lain. Dua orang yang tidak jujur pada perasaan mereka sendiri