Isekai'D With You

Isekai'D With You
Chapter 3 - Pria yang baik



...


Apa ini... Berat...


Tapi juga hangat...


Sensasi ini... Tidak buruk


Mata pria itu perlahan berkedut, sebelum perlahan membuka kelopaknya dan menampilkan iris biru laut


Ini....


Kurumi?!


Ia merasakan perasaan yang sama untuk kedua kalinya, kurumi kini berada diatas dadanya dan langit berada diatas


Tunggu, diatas?


Setelahnya, ia mencoba untuk menengok ke arah bawah. Membuatnya terkejut setengah mati saat ia sadar bahwa mereka kini jatuh dari ketinggian dilangit


"Hoi, Kurumi! Bangunlah! Kau ingin kita mati lagi?!" Iruma berteriak, berusaha membangunkan Kurumi yang sangat nyenyak tidurnya


"Ehm... Apa ini sudah didunia lain?"


"Bangunlah dan lihat sendiri"


"I-iruma, kenapa kau..." Ia terdiam sesaat sebelum ia tersadar akan apa yang sedang terjadi


"Uwaaaah!! Dasar Malaikat sialan, dia kini mengirim kita diatas langit?! Aku tidak ingin mati!" Kurumi seketika panik dan bergerak secara reflek hingga beberapa kali tidak sengaja memukul Iruma


"Tenang dulu, untuk sekarang pegangan yang erat padaku" Iruma menjelaskan, masih mengobservasi dataran yang ada dibawah mereka dengan wajah yang mengeluarkan keringat


"H-hah?! Kenapa?" Kurumi dengan tersipu bertanya


"Kau ingin mati?! Cepatlah, aku akan memikirkan cara untuk menyelamatkan kita" Iruma dengan panik menjelaskan, masih dalam pikiran dalam memikirkan cara


'Menyelamatkan...' Kurumi kini kembali mengingat hari dimana mereka pertama kali bertemu.


"Kau masih sama saja ya..." Kurumi berbisik pelan


"Apa? Aku tidak mendengar dengan jelas karena udara mengganggu" Iruma bertanya


Kurumi sedikit tersenyum beberapa saat sebelum ia menjadi serius dan memeluk perut Iruma dan berkata


"Aku percayakan padamu, Iruma san!"


'Baiklah... Lalu, bagaimana cara kami selamat?'


Iruma kini kembali ke masalah terbesar. Kecepatan mereka jatuh tampaknya tidak secepat yang ia duga, apa karena ini dunia lain? Tapi apapun itu, mereka pasti akan mati jika mendarat ditanah. Akan ada kesempatan jika mereka mendarat di tumpukan jerami, tapi tidak ada jerami disekitar


Juga akan beresiko jika mengambil posisi jatuh didahan pohon, mereka tidak tahu pohon itu berduri atau bisakah mereka mendarat tepat dipohon


'Pikirkanlah.... Pikir...'


!


Iruma lalu terpikirkan sebuah benda yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa mereka


'Syal milik Kurumi!'


Ia lalu meraih kantungnya dan tidak lama kemudian ia mengeluarkan syal ungu tersebut


"Apa yang ingin kau lakukan dengan syal itu?" Kurumi bertanya, tidak yakin dengan rencana Iruma


"Tidak ada cara lain. Kau berpeganganlah yang erat dan jangan pernah lepaskan aku" Iruma menjelaskan, mulai membentuk simpul dengan bolongan ditengah syal yang digulung itu


Kurumi seketika mengerti rencana Iruma, menjadi semakin panik dan berkata


"Apa kau gila?! Bagaimana kau bisa melakukan hal mustahil seperti itu?!"


"Aku sering bergelantung ditebing untuk latihan, jadi seharusnya menangkap dahan pohon tidak masalah" Ia menjelaskan, menghitung gaya kekuatan yang harus ia gunakan dan waktu yang tepat untuk menggantungkan syal itu


"Sial, tidak ada cara lain hah..."


'Kumohon, berhasillah!'- Iruma


'Aku tidak ingin mati untuk kedua kalinya!'- Kurumi


Keduanya berbicara dalam pikiran mereka saat jaraknya sudah sangat dekat dengan daratan yang keras dan dipenuhi dengan pepohonan


3...


2...


1....


Sekarang!


"Hap!" Iruma dengan cekatan mengalungkan syal itu kesebuah dahan pohon yang memiliki ketebalan kuat dan tidak berada terlalu dekat dari tanah


Duak!


Krek!


Suara jatuhnya beban mereka langsung membuat pohon itu bergetar dan menjatuhkan daunannya. Tetapi karena simpul yang ia buat, syal itu tidak putus atau sobek, namun ia harus mengorbankan lengan kanannya untuk itu...


Guh..


"Ah?" Tapi tidak disangka, Kurumi tidak bisa menahan gaya jatuh mereka yang tiba tiba dan membuat pegangannya pada Iruma terlepas


Tap!


"Bertahanlah" Iruma terlihat menahan rasa sakit, langsung melepaskan pegangannya pada syal itu dan menjatuhkan diri


"U-waaaaaaa"


DUK!


...


"Apa... Aku, baik baik saja?" Kurumi melihat dirinya dengan terkejut sekaligus bingung. Tapi tak lama setelahnya ia sadar telah menduduki seseorang dan orang itu juga menggeram


"Ouch... Tampaknya... Kita berhasil yah... Kurumi" Iruma berkata dengan nafas terengah engah. Lengan kanannya segera berubah biru dan mukanya menunjukkan rasa sakit yang bahkan Kurumi tidak bisa bayangkan seberapa sakit itu


'Iruma... Dia, menyelamatkanku lagi. Dan bahkan kali ini mengorbankan lengannya' Kurumi terdiam untuk sesaat. Wajahnya yang sebelumnya dingin dan kalem, kini berubah menyesal dan merasa tidak berguna


'Setidaknya... Aku bisa membantunya walau sedikit'


"I-Iruma, kau tunggu disini sampai aku kembali, oke?" Kurumi segera menyarankan dan bangun dari Iruma


"Tidak, itu berbahaya-"


"TE-TA-P LAH DI-SI-NI" Kurumi kembali menjadi dirinya saat dia bersikeras menyuruh Iruma


"B-baiklah..." Iruma tanpa pilihan lain mengalah


'Dengan skill ku seharusnya ada yang seperti Appraisal atau pengecekan item' Kurumi lalu berjalan menjauh, menyusuri hutan dan melihat lihat apakah ada yang bisa ia bawa untuk menyembuhkan Iruma


...


Tak! Tak! Tak!


Suara langkah kaki dan hentakkan sepatu itu terdengar, bersama dengan nafas Kurumi yang terengah engah


[Habebilon bush: Rumput yang mengandung racun]


[Hard rock: Batu yang keras]


[Akacia tree: Pohon yang kuat]


'Aku sudah mencari selama 30 menit, tapi tetap saja tidak ada tumbuhan herbal!' Kurumi mulai merasa panik dan khawatir. Patah tulang bukanlah penyakit yang bisa diremehkan, jika tidak segera diobati maka bisa saja tangannya akan lumpuh untuk selamanya


'Dia berkorban untuk diriku...' Kurumi sekali lagi merasa tidak enak pada Iruma. Pertama, dia mati karena ingin mengembalikan Syal miliknya, lalu dia juga bertugas menjaga dirinya sebagai swordsman, dan kini... Dia mengorbankan lengan kanannya yang dominan memegang pedang untuk keselamatan dirinya


Tapi apa yang bisa dia lakukan untuk Iruma itu sendiri? Aku benar benar yang terburuk, beban.


Apanya yang menyenangkan dengan pergi kedunia lain jika begini? Harusnya aku lebih Realistis dan melihat ke arah depan!


Tak...


Tapi tanpa disengaja, Kurumi akhirnya terhenti saat ia menemukan sebuah rumah kayu kecil didepannya


Rumah itu terlihat telah ditinggalkan untuk waktu yang lama, namun sepertinya ada sebuah penghalang transparan yang membuat kondisi rumah itu tidak kotor dan tidak dihinggapi serangga


'Aku harus melakukannya' Kurumi memberanikan dirinya, melangkah masuk kedalam rumah kayu tersebut


Didalamnya terdapat beberapa perabotan seperti meja dan kursi kayu, bahkan sebuah kasur terletak diujung ruangan dekat dengan kotak penyimpanan


'Kumohon, semoga itu ada disini!' Kurumi memohon saat tangan mulus dan rampingnya menggapai pintu kotak dan membukanya


!


"Syukurlah..." Kurumi menghela nafas lega saat ia menemukan sebuah botol kaca berisi cairan


[Light potion: Ramuan penyembuh ringan. Dapat dipakai untuk mengurangi rasa sakit, atau menyembuhkan penyakit ringan seperti batuk dan demam]


'Setidaknya aku mendapatkan obat penahan rasa sakit' Kurumi lalu bergegas membawakan obat tersebut dan berlari kembali menuju Iruma yang sedang terbaring menahan rasa sakit


--


Hari menjadi semakin gelap, langit kini berubah ke jinggaan dan angin berhembus semakin dingin


"Hah... Hah... Iruma, kau tak apa?" Kurumi bertanya dengan nafas terengah engah. Ia lalu segera menuju Iruma dan mengeluarkan sebotol ramuan dari kantungnya


"Apa... Itu?" Iruma bertanya dengan mata sebelah tertutup menahan rasa sakitnya


"Ini hanya ramuan ringan, tapi setidaknya itu bisa menahan rasa sakitmu sementara" Kurumi menjelaskan sambil membuka tutup botol itu, bergegas menumpahkan setengahnya pada area yang terlihat biru dan memberikan setengahnya untuk Iruma minum


"Aku merasa lebih baik, tapi darimana kau mendapatkan itu?" Iruma bertanya penasaran


"Itu... Aku sebenarnya menemukan sebuah rumah tua yang terjaga tak terlalu jauh dari sini" Kurumi menjawab, merasa lega melihat Iruma yang kini membaik. Setidaknya untuk saat ini


Ramuan itu tidak menyembuhkannya sedikitpun, itu hanya masalah waktu sebelum sakitnya kembali dan kerusakannya semakin parah. Ia harus mencari cara untuk menyembuhkan lengan Iruma, jika tidak... Dia bisa saja menjadi semakin parah dan meninggal. Jika begitu... Dia juga akan mati!


Karena kemampuan yang kurang dari malaikat yang mentransfer mereka, efek di status mereka terus ada dan tampaknya tidak ada cara untuk menghilangkannya


[Dua jiwa - Satu kehidupan]


Dua jiwa yang tidak bersesuaian dengan hukum kehidupan telah di transfer kedunia yang sesuai. Tetapi karena kurangnya kemampuan pen-transfer, efek samping ini akan terus ada selama mereka hidup. Jika salah satu jiwa mati, maka jiwa lain akan ikut kedalam kematian.


"Malam semakin dekat, lebih baik kita bergegas" Iruma lalu perlahan bangun dan memaksakan diri berjalan. Mereka tidak tahu jika ada bahaya atau bahkan monster dihutan ini, mengingat bahwa ini adalah dunia lain


"A-apa kau tidak apa apa? Mau dibantu berjalan?" Kurumi segera menawarkan bantuan, tapi tamapknya Iruma tidak ingin dibantu dan menolaknya dengan sopan


"Tidak apa, aku akan berjalan didepan. Jangan menjauh dariku, ok?" Iruma lalu mendahului Kurumi sambil mendengarkan instruksinya kearah rumah tua tersebut


'Bahkan disituasi ini... Dia masih ingin melindungiku'


Sudah kuduga, kalau dia itu....


'Benar benar pria yang baik...'