
Ding~ Dong~
Bel sepulang sekolah akhirnya dibunyikan. Membawa senyum bahagia para siswa dengan semangat menghampiri teman mereka dan meninggalkan kelas
Disini, Iruma masih merapikan buku bukunya dan bersiap akan pulang
'Hari ini... Pasti berhasil!'
"Kurumi-"
"Hei, Pangeran dingin~" Tapi sebelum ia bisa memanggil Kurumi, sebuah suara memanggilnya dari arah depan
Perhatiannya teralihkan sebentar oleh para siswa laki laki itu sebelum ia sadar bahwa Kurumi telah pergi bersama Aria dan temannya yang lain
"Ah, sial" Iruma mengumpat, menggaruk kepala belakangnya saat ia melihat kesempatannya yang ke 569 gagal
"Eh... Apa kita melakukan hal yang salah?" Arnold yang memanggil Iruma sebelumnya bertanya dengan bingung dan wajah polos
"Bukankah begitu? Kau selalu mengacaukannya" Justin dibelakang menjawab
"Ah, apakah itu lagi? Sudah berapa kali kau gagal? Kenapa juga kau sangat menyukai si cebol itu? Bukankah ketua osis yang sangat cantik itu mendekatimu?"
"Kau kira karena siapa aku gagal?"
Tapi disaat Iruma ingin beranjak dari kursi dan berjalan menuju pintu kelas, dia melihat sesuatu, dan itu adalah...
Sebuah kesempatan!
Itu adalah Syal milik Kurumi yang tertinggal dimeja!
"Aku tidak akan kehilangan kesempatan yang satu ini!" Iruma lalu mengambil Syal itu dengan cepat dan berlari meninggalkan sekolah
"..."
"Mau main kewarnet?"
"Gas"...
--
Dijalan luar sekolah
'Akhirnya sebuah kesempatan. Entah berapa kali aku mencari kesempatan untuk bisa berbicara padanya' Iruma terus berlari untuk mencari Kurumi
Ia tahu jalan menuju rumahnya, jadi tidak begitu sulit untuk menyusuri jalan yang biasa ia lalui
'Ah, itu dia!' Iruma yang melihat gadis ber Hoodie putih setinggi 162 cm itu langsung mengetahuinya, itu adalah Kurumi!
"Kurumi, aku datang untuk mengembalikan syal...."
Tiiiitt
Tapi tanpa diduga, Iruma kehilangan fokusnya saat ia hanya memikirkan kurumi. Sebuah truk besar telah melaju kencang disampingnya
Jarak antara dia dan Kurumi hanya kurang dari 2 meter. Dari jarak ini... Mereka akan terkena tabrakannya
Iruma melihat, wajah terkejut Kurumi saat ia juga menyadari apa yang akan terjadi
'Sial... Bahkan diakhir hidupku. Aku gagal'
"Wah, isekai..." Kurumi menatap truk yang melaju dengan mata berbinar binar
"..."
...
'Ha? Apa yang ia katakan?'
Tiiiitt
Duak!
.
.
.
Zzzztttt
...
Selamat malam pemirsa. Hari ini, sebuah truk kehilangan kendali karena pengemudi yang diduga tiba tiba saja meninggal karena serangan jantung. 3 bangunan hancur dan...
2 orang siswa berumur masing masing 17 tahun... Meninggal ditempat
...
Dimana ini...
Dingin... Gelap... Aku tidak bisa merasakan tubuhku
Siapa aku, dan juga... Perasaan apa ini?
Seakan... Dia membawaku untuk keluar dari kegelapan ini
Kurumi
Siapa dia? Kenapa hatiku terasa sakit saat mengingat namanya? Tapi... Siapa dia? Aku tidak ingat, aku tidak tahu
Tapi, entah mengapa aku merasa dia sangat berharga bagiku
Semakin aku mengingatnya, cahaya itu semakin membesar
Rambut birunya... Mata biru tua yang indah... Tubuh yang mungil... Wajah yang imut dan cantik...
Keberaniannya dihari itu, dia seperti seekor burung yang melawan ular untuk menyelamatkan teman burungnya
Dia... Sangat rapuh namun juga kuat
Aku ingin melindunginya
Aku hanyalah pria bodoh yang tahu cara memegang pedang. Jika dibandingkan dengannya... Aku merasa jauh
Aku ingin menggapainya, aku ingin bersamanya
Aku ingin... Ada disampingnya!
-
'Dimana ini... Ah, benar. Aku sudah mati' dia kemudian mengingat semuanya. Beberapa waktu yang lalu, dia mati karena kehilangan fokus saat ingin mengembalikan syal milik Kurumi
Betapa bodohnya. Sekarang semua mimpinya untuk bisa mendekati Kurumi akan hilang. Bagaimanapun ini adalah kematian
Begitulah, namun... Wangi apa ini?
Dia perlahan menggaruk matanya. Dan perlahan penglihatannya membaik
!
Tetapi saat ia bisa melihat dengan jelas, ia terkejut setengah mati
Itu adalah wajah Kurumi yang tidak sadar yang ia lihat!
Sebagian wajah dan mata kanannya tertutupi rambut biru panjangnya, namun bibir merah mungil itu perlahan mengeluarkan nafas yang mengenai wajahnya
Dag... Dig... Dug...
Jika seseorang ada disini sekarang, mereka akan mendengar detakan jantung Iruma dengan jelas
Wajahnya dengan cepat memerah dan pikirannya kosong tidak bisa memikirkan apapun
Apa ini? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?
Dia menjadi bingung dan linglung, lengan kirinya saat ini ada dibawah kepala Kurumi dan ia tidak ingin membangunkannya
Tapi jika Kurumi melihat pemandangan ini, bukankah ia akan membencinya?!
Disaat itu, didalam kegelapan yang dingin, sebuah retakan bercahaya muncul didepan mereka. Perlahan membesar dan terbuka
'Kesempatan!' Dengan kebisingan itu, Iruma akhirnya bisa melepaskan lengannya. Berdiri tegap didepan Kurumi dan bersiaga jika saja sesuatu terjadi
Ini adalah kematian, tapi kenapa ada Kurumi bersamanya? Apa karena mereka mati ditempat dan waktu yang dama?
Tidak peduli apapun itu, yang ada didepan mereka kini tidak bisa dijelaskan dengan logika apapun
Kreeek krek krrek
Retakan dimensi semakin membesar dan membelah ruang. Hingga saat retakan itu terbuka sepenuhnya, sebuah kaki dengan berlapiskan sepatu kaca mirip berlian muncul dari dalamnya dan keluar
Diikuti dengan kakinya yang lain lalu disusul dengan tongkat bercahaya dan akhirnya menunjukkan sosok sepenuhnya
Itu... Adalah makhluk dengan sepasang sayap mirip malaikat!
'Malaikat... Jadi benar ini adalah kematian'
Tetapi tidak lama setelahnya, sosok malaikat wanita dengan pakaian sutra itu membuka mulutnya dan berkata
"Selamat datang, wahai 2 jiwa yang diberkati surga"
'.... Hah?'
"T-Tunggu, apa maksudnya ini?" Iruma bertanya
"Kalian sudah mati, bukankah itu jelas?" Malaikat itu menjawab dengan datar
'Sial, apakah kami akan dimasukkan dalam neraka atau bagaimana? Jika begini... Aku tidak akan bisa melihatnya lagi!'
"Ho? Kau ingin melawan?" Malaikat itu sedikit terkejut melihat Iruma yang mempersiapkan kuda kudanya. Kedua tangannya dikepal dan membentuk posisi defensif yang kuat. Matanya menatap dengan dominasi pada lawan didepannya
"Tapi itu tidak perlu" Malaikat menambahkan dengan santai, menyuruh Iruma untuk tenang
"Apa? Bukankah kau akan memasukkan kami ke Neraka?" Iruma kembali bertanya. Masih mempertahankan posisi defensif-nya
"Ha? Tentu saja tidak. Apa kau bodoh?" Malaikat menjawab dengan wajah mengejek
'? Jadi dia tidak akan membawa kami ke Neraka?'
"Lalu, bagaimana caramu menjelaskan hal ini?"
"Singkat saja. Kalian berdua, terlihat menarik dimataku"
Mendengar jawaban itu, Iruma masih tidak mengerti. Tertarik? Pada apa?
"Hah... Tampaknya kau sangat bodoh dalam hal seperti fantasy dan cerita mistis. Betapa bodohnya" Malaikat menambahkan, memegang keningnya melihat Iruma yang polos
"B-Bodoh? Siapa yang kau panggil bodoh?!"
"Tentu saja kau, bodoh"
"Yah, sudahi saja pertengkaran tidak berguna ini. Aku akan menjelaskan"
.
.
.
Kami disebut 'The presence of light' atau yang biasa kalian sebut 'Malaikat'
Kami sama seperti iblis dan jin, kami diciptakan oleh sang pencipta untuk berbagai tugas. Tugas kami malaikat, adalah mengatur jalannya kehidupan manusia dan memberantas ketidaksesuaian
Seperti yang kukatakan, kalian membuatku tertarik. Kalian memiliki jiwa yang sangat berbeda dengan manusia lain yang dikirim ke alam selanjutnya (neraka atau surga)
Itu adalah suatu 'Ketidak-sesuaian'
Dan tugas kami adalah menghapuskan ketidak-sesuaian agar dunia ini berjalan dengan semestinya
"Yah, seperti itulah" Malaikat berkata
"Tunggu, jadi kau ingin menghapuskan kami?!, bukankah itu malah lebih buruk?!" Iruma sedikit panik saat ia mendnegar fakta tersebut. Ia akan dihapus? Bahkan sebelum bisa mengobrol dengan Kurumi?! Tidak boleh!
"Kau sangat bodoh ya..."
"Hah?!"
Malaikat kemudian memasang wajah serius dan melanjutkan
"Kalian, sang ketidak-sesuaian. Tidak seharusnya mati dihari itu dan tidak juga mendapatkan nasib seperti itu"
"Kalian, sang Ketidak-sesuaian..."
"Akan dikirim kedunia lain untuk menyelaraskan kesesuaian"