
Karena untuk mengenal Han Byeol yang asli maka Hana (Han Byeol) menemui Da Bi karena di kediaman itu hanya Da Bi lah yang paling dekat dengan Han Byeol yang asli. Saat dia menemui Da Bi, dia melihat Da Bi sedang kesakitan karena cambukan kemarin. Hal itu membuat Han Byeol merasa sangat bersalah dan menyesal karena telah melibatkan Da Bi dalam masalahnya.
"Da Bi,,, apa kamu sudah merasa lebih baik??. Aku minta maaf karena telah membuatmu dalam masalah"
"Apa maksudmu Nona??, Ini semua tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebaikan Nona selam ini. Dan lagipula ini memang sudah menjadi kewajiban saya sebagai pelayan Nona"
"Tidak Da Bi!!! Sudah aku bilang kalau kamu bukan pelayanku, tapi kamu adalah temanku"
Sama seperti yang dikatakan oleh wanita pemilik Toko itu kalau Han Byeol dan Da Bi memiliki hubungan yang sangat dekat dan akan selalu bersama di setiap kelahiran. Dan karena mereka sudah mulai berbicara maka Han Byeol (Hana) mencoba untuk bertanya mengenai Han Byeol yang asli, walaupun itu akan sangat sulit karena Da Bi pasti akan bingung. Tapi untungnya saat ini dia sedang didiagnosa mengalami hilang ingatan jadi dia bisa memakai alasan itu untuk bertanya mengenai Han Byeol yang asli, dan mengatakan kalau dia sedang berusaha untuk mengingat kembali ingatannya.
"Da Bi,, eee,, ee, apa aku bisa minta bantuan kepadamu??. Tapi ini tidak akan membuatmu dalam masalah lagi"
"Tentu saja Nona, aku pasti akan membantumu dan tidak keberatan dengan resikonya"
"Eeee,,, kamu tahu kan kalau aku sekarang sedang hilang ingatan jadi aku ingin kamu membantuku untuk mengingat semua lagi"
"Tapi Nona, bagaimana saya bisa membantu Anda??"
Han Byeol menyuruh Da Bi untuk menceritakan semua tentang Han Byeol yang asli kepadanya, tapi belum sempat dia berbicara tiba-tiba ibu tiri Han Byeol datang dan menyuruh beberapa orang untuk membawa Da Bi keluar dari kamarnya. Tentu saja Han Byeol sangat bingung dengan tindakan yang dilakukan oleh ibu tirinya itu, karena dia tahu kalau ibu tirinya itu tidak menyukainya. Dan dia tidak tinggal diam melihat Da Bi dibawa, jadi dia berusaha untuk menghentikannya.
"Apa yang anda lakukan?? Da Bi masih terluka jadi dia masih harus beristirahat"... (Han Byeol)
"Han Byeol,, dia tidak bisa ada disini lagi karena dia bukan pelayan di kediaman ini lagi. Jadi biarkan mereka membawanya keluar dari sini"
"Tidak!!! Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Da Bi, karena dia adalah temanku. Jika kalian masih ingin membawa Da Bi, maka kalian harus menghadapi ku dulu"
"Han Byeol!!! Beraninya kamu melawan perintahku, apa kamu lupa kalau aku adalah ibumu"
Karena semua orang sangat takut dengan ibu tiri Han Byeol, maka tidak ada yang mendengarkan perkataan dari Han Byeol dan terus memaksa untuk membawa Da Bi. Han Byeol terus berusaha untuk menghentikan mereka, tapi dia kalah jumlah dan memegang tangannya sehingga dia tidak bisa mengentikan mereka membawa Da Bi. Dan saat Da Bi hendak dibawa keluar, tiba-tiba Han Gan dan menyuruh mereka yang membawa Da Bi untuk melepaskannya.
"Han Gan,, apa yang kamu lakukan?? Kenapa kamu mengehentikan mereka??"... (Ibu tiri Han Byeol)
"Ibu,, kenapa ibu melakukan ini kepada kak Han Byeol?? Bagaimana kalau kak Han Byeol sakit lagi, pasti ayah akan sangat marah dan kecewa kepada ibu. Jadi aku mohon biarkan mereka kali ini ibu"
"Kakak,, apa kamu baik-baik saja??"
"Eee,, ak,, aku baik-baik saja. Terima kasih Han Gan karena kamu telah menolong Da Bi, jika tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi kepada Da Bi"
"Kenapa kakak berkata begitu,, kita kan adalah saudara jadi sudah selayaknya kita saling membantu"
Mendengar perkataan dari Han Gan membuat Han Byeol sangat tersentuh, saat semua masalah sudah teratasi Han Byeol memutuskan untuk menemui Da Bi lagi. Tapi saat dia hendak ke kamarnya, Sang ayah menghampirinya dan ingin berbicara dengannya.
"Ada apa (informal),, Eeetss maksudku Ada apa ayah??"
"Han Byeol,, Ayah dengar kalau kejadian kemarin adalah kesalahan mu. Apa itu benar??"
"Iya Ayah,,, itu semua memang kesalahanku tapi aku sudah menjelaskan semuanya tapi tidak ada yang mendengarkanku dan malah menghukum Da Bi"
"Tentu saja itu akan terjadi, karena apapun yang dilakukan oleh majikannya maka yang akan menanggungnya adalah pelayannya"
"Bagaimana bisa ayah mengatakan seperti itu, kenapa kita yang berbuat kesalahan justru yang dihukum adalah orang lain??. Aku tidak bisa melakukan hal itu"
Ayahnya mengatakan kalau Han Byeol harus mengikuti semua peraturan yang ada di kediaman itu, karena itu adalah kewajiban dari seorang putri Perdana Mentri. Tapi walaupun begitu Han Byeol tidak bisa mengikuti aturan itu karena dia bukan Han Byeol yang asli, dan juga dia tidak mengerti kenapa harus ada peraturan yang tidak masuk akal seperti itu. Tapi walaupun Han Byeol ingin menolaknya dan mengatakan kalau dirinya bukan Han Byeol yang asli, itu semua tidak ada gunanya karena faktanya sekarang adalah semua orang menganggap Hana sebagai Han Byeol.
Setelah selesai berbicara dengan Ayahnya, Han Byeol langsung pergi ke kamar Da Bi. Saat dia sampai disana dia melihat Da Bi kesaksian lagi karena kejadian tadi, Han Byeol langsung menghampirinya dan meminta maaf lagi kepada Da Bi. Padahal dia tidak ingin menyusahkan orang lain, dan dia berpikir kalau kehidupan sebagai seorang Putri Perdana Mentri akan sangat menyenangkan. Tapi ternyata itu kebalikan dari mimpinya, semua tindakannya selalu saja berkaitan dengan orang lain.
"Da Bi,, Apa Han Byeol,,, ets maksudku diriku selalu di tekan oleh orang lain?? Dan apakah aku harus selalu mengikuti semua peraturan yang ada??"
"Eee, eee mungkin Nona lupa tapi Nona tidak pernah berbicara dengan orang rumah ataupun orang lain disini kecuali saya"
Han Byeol sangat terkejut saat mengetahui kalau Han Byeol yang asli adalah orang yang tidak terbuka kepada orang lain, jadi dia menjadi semakin penasaran dengan kehidupan Han Byeol yang asli.
BERSAMBUNG.....