
"Nona,,,, nona"
Beberapa saat kemudian Hana sadar, dan dia melihat orang yang mirip dengan Yuri. Jadi dia langsung memeluknya karena berpikir kalau dia sudah bangun dari mimpinya yang aneh, tapi ternyata dia masih ada di tempat yang sama.
"Yuri!! Syukurlah aku sudah bangun, apa kamu tahu tadi aku,,,, tunggu kenapa aku masih ada disini??"
"Nona muda, apa nona baik-baik saja??"
"Yuri, kenapa kamu memanggilku seperti itu?? Dan sekarang kita ada dimana?? Dan kenapa aku menggunakan pakaian seperti ini??"
"Nona, apa yang nona maksud?? Dan siapa Yuri?? Nama saya kan Da Bi dan Nona sekarang ada di kamar Nona sendiri. Apa mungkin ini karena kecelakaan kemarin jadi Nona lupa??"
Hana merasa sangat bingung, dia ingat semua tentang dirinya dan dia juga ingat kalau terakhir kali dia sedang ada di toko tua itu dan ada yang memukulnya. Tapi entah kenapa dia bisa berada disana, dan yang paling mengejutkannya adalah saat dia melihat cermin karena wajahnya benar-benar cantik sampai dia tudak pecaya kalau itu adalah wajahnya.
"Bagaimana mungkin, wajahku sangat jelek dulu tapi kenapa wajahku sangat cantik sekali??"
"Nona, apa anda baik-baik saja?? Wajah Nona kan memang yang tercantik di negeri ini"
"Apa!! Wajahku yang paling cantik di negeri ini?? Tidak mungkin aku pasti sedang bermimpi sekarang"
Hal yang benar-benar diluar logika, padahal dia sangat tahu kalau dia memiliki wajah yang paling jelek. Tapi sekarang dia di bilangan memiliki wajah tercantik, Hana benar-benar bingung tapi juga penasaran dengan mimpinya yang aneh ini. Lalu tiba-tiba terdengar langkah kaki dan suara pria tua yang berjalan masuk kedalam kamarnya, dan tiba-tiba orang yang mirip Yuri itu menjatuhkan tirai dan menutup wajah Hana dengan cadar. Hana tidak mengerti kenapa dia melakukan hal itu, dan pria itu membuka pintu kamarnya dan orang yang mirip Yuri bangun dan memberi hormat kepada pria itu sambil mengatakan "Tuan"
"Siapa anda?? Dan kenapa aku bisa ada disini?? Apa jangan-jangan kamu menculik ku??"... (Hana)
"Nona!! Apa yang anda katakan?? Beliau adalah Ayah Nona"
"Ayahku?? Tidak mungkin, Ayahku adalah seorang pemilik restoran dan bukan dia"
"Tapi Nona,,,"
Pria tua itupun menyuruh Yuri (orang yang mirip Yuri) pergi dari kamarnya dan meninggalkan Hana bersama dengan pria yang mengatakan dirinya adalah ayahnya Hana. Hal itu membuat Hana sangat takut karena dia berpikir kalau pria itu akan berbuat sesuatu yang jahat padanya. Tapi pria itu malah memegang tangan Hana dan mengelus rambutnya sambil tersenyum, dan Hana merasa seperti bersama ayahnya padahal dia bersama orang asing.
"Han Byeol,, ini Ayah. Apa ada masalah?? Katakanlah pada Ayah"
"Han Byeol?? Siapa orang itu?? Aku sama sekali tidak mengenalnya"
"Apa maksudmu putriku?? Han Byeol adalah namamu, apa kamu lupa??"
"Maaf jika aku mengatakan ini, tapi nama saya bukan Han Byeol melainkan nama saya Kim Hana. Jadi pasti anda salah orang"
"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?? Apa kamu masih marah karena hal itu??"
Saat dia hendak pergi, tiba-tiba datang lagi seseorang dan kali ini seorang pria muda dan memanggil Hana dengan sebutan Bo Bo. Dan dia juga memeluk Hana, tapi karena Hana tidak mengenalnya jadi dia langsung mendorong pria itu. Tapi ternyata pria itu adalah kakak dari gadis yang bernama Han Byeol, akhirnya Hana berpikir kalau dia sedang syuting film jadi dia mencari kamera.
"Bo Bo apa yang kamu lakukan??"... (Kakak Han Byeol)
"Tentu saja aku sedang mencari kamera, bukankah kita sdang syuting film?? Jadi dimana kamera dan sutradaranya??"
"Han Byeol apa yang kamu katakan?? Kami semua tidak mengerti. Han Bin (kakak Han Byeol),, sepertinya adikmu masih sakit karena kecelakaan itu jadi sebaiknya kamu panggil tabib"
"Baik Ayah"
Hana berusaha untuk menjelaskan kepada mereka semua kalau dirinya bukan Han Byeol melainkan Kim Hana, tapi mereka terus saja tidak percaya. Lalu tabib datang dan memeriksa kondisi Hana, tapi Hana mengatakan kalau dirinya tidak sakit dan dia ingat semuanya. Dan bukannya percaya, tabib itu malah mengatakan kalau dia sedang hilang ingatan karena kecelakaan tempo hari.
"Jadi tabib, bagaimana supaya putriku bisa mengingat semuanya lagi??"
"Nona muda harus selalu dijaga dan diajak ke tempat-tempat yang bisa membuta ingatannya kembali"... (Tabib)
"Ya ampun, maaf jika aku menyela pembicaraan kalian tapi masalah aku tidak hilang ingatan saya sama sekali. Justru aku ingat sekali namaku dan asal usul ku"
Seberapa keras pun Hana berusaha untuk menjelaskan semuanya, itu semua tidak ada artinya karena mereka percaya dengan apa yang dikatakan oleh tabib itu. Dan karena Hana merasa sangat aneh menggunakan cadar, jadi dia berusaha untuk melepaskannya. Tapi Ayah dari Han Byeol itu malah menghentikannya dan mengatakan untuk tidak pernah melepaskan cadar itu karena dia mengatakan kalau wajah dari Hana (Han Byeol) itu jelek dan juga ada bekas luka. Tentu mendengar semua hal itu membuat Hana sangat bingung, karena semua yang dikatakan Yah Han Byeol itu adalah kebalikan dari sebenarnya.
"Maaf, tapi wajahku tidak seburuk itu" (saat tabib sudah pergi)
"Han Byeol, mungkin kamu lupa tentang pentingnya cadar itu di wajahmu. Jadi Ayah akan mengatakannya lagi, Ayah tahu wajahmu sangat indah dan cantik tapi jika semua orang tahu hal ini maka nyawamu akan ada dalam bahaya"
"Bahaya?? maksudnya??"
Belum sepat dijawab, tiba-tiba datang seorang wanita berpakaian sangat anggun dan menghampiri Hana sambil mengatakan "putriku". Ternyata wanita itu adalah Ibu Han Byeol, tapi saat Hana disentuh olehnya dia merasa sangat tidak nyaman.
"Suamiku,, apa yang tabib itu benar?? kalau putri kita kehilangan ingatannya??"
"Ya, Tabib mengatakan kalau itu karena kecelakaan tempo hari"
"Ya ampun putriku, kenapa semua ini terjadi padamu?? pasti ini semua karena dosaku di masa lalu sehingga semua terjadi. Tapi jangan kawatir ibu akan berdoa di kuil untuk meminta agar kamu bisa secepatnya sembuh"
Walaupun wanita yang menyebut dirinya adalh seorang Ibu, Hana merasa sangat tidak nyaman apalagi saat dia melihat tangisannya yang terdengar tudak sungguhan melainkan hanya sandiwara. Tapi ada hal yang lebih penting untuk dilakukan yaitu penyebab Hana bisa berada disana dan kenapa harus dia, tapi dia bingung harus bertanya kepada siapa karena dia tahu saat dia mengatakan kalau doa datang dari masa depan pasti tidak akan ada yang percaya.
BERSAMBUNG