
Keesokan paginya Hana berusaha untuk pergi dari sana, tapi sayangnya pintu kamarnya dikunci dari luar jadi dia tidak bisa pergi kemanapun. Lalu selang beberapa saat datang gadis yang mirip dengan Yuri membawakannya makan, Hana terus berpikir bagaimana bisa ada dua orang yang sama di dunia ini. Walaupun gadis itu sangat mirip dengan Yuri, tapi tingkah lakunya sangat berbeda jauh. Jika Yuri yang dia kenal sangat pemberani dan suka menolong orang yang ditindas, sedangkan Gadis yang mirip Yuri malah sebaliknya justru dia sangat penakut. Tapi mereka memiliki satu kesamaan yaitu mereka sama-sama orang yang dekat dengannya.
"Nona, silakan makan sarapan anda"
"Yuri,, maaf maksudku Da Bi apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu??"
"Tentu saja Nona, anda boleh menanyakan apapun kepada saya. Karena Nona adalah majikan saya".
"Apa bisa kamu berhenti memanggilku dengan panggilan Nona, aku merasa sangat tidak nyaman. Jadi kamu bisa manggil ku Hana, itu pasti lebih nyaman bagiku"
Tentu saja Da Bi tidak mau melakukannya karena dia tahu statusnya, dan jika dia melakukan hal itu maka dia akan dihukum.
"Saya tidak bisa Nona, Nona adalah majikan saya jadi sudah kewajiban saya untuk memanggil anda dengan hormat. Dan juga nama Nona bukanlah Hana tapi Nona muda Han Byeol"
"Baiklah aku mengerti, tapi hal yang ingin aku tanyakan adalah apa benar kita sekarang sedang ada di Era Joseon??"
"Ya Nona, memangnya kenapa??"
Hana menjadi pusing, karena dia bingung mengapa dia bisa kembali ke masa lalu. Padahal dia ingat dengan jelas kalau dia datang ke toko tua, lalu ad yang memukulnya dari belakang dan dia pingsan. Lalu di berpikir kalau dia sudah mati, tapi dia masih merasakan rasa sakit yang artinya dia tidak mati ataupun bermimpi. Karena ingin memastikannya sendiri, dia berusaha untuk keluar dari kamarnya tapi Da Bi melarangnya dan mengatakan kalau dia tidak boleh meninggalkan kamarnya tanpa ijin dari Tuan (ayahnya Han Byeol). Tapi Hana tetap memaksa untuk keluar, lalu dia mendorong Da Bi dan berlari keluar dari kamarnya. Tapi saat dia keluar dia langsung kehilangan keseimbangan karena tidak percaya melihat suasana yang sangat berbeda, disana dia melihat banyak pelayan dan penjaga mereka semua melihat kearah Hana.
Dia benar-benar tidak percaya semua hal itu, lalu nampak datang seorang gadis muda seusianya yang sangat cantik dan sangat anggun menghampirinya sambil menyebut nama kakak kearah Hana.
"Kakak, apa kamu baik-baik saja?? Ini aku Han Gan adikmu, apa kakak tidak ingat??"
Hana hanya terdiam sambil menatapnya, dia benar-benar tidak percaya bisa bertemu dengan gadis yang sangat cantik. Bahkan ketika gadis itu tersenyum, senyumannya seperti matahari terbit yang sangat indah. Lalu selang beberapa lama Da Bi keluar dari kamar Han Byeol dan menghampiri mereka berdua, Da Bi menjelaskan kepada Han Gan kalau Han Byeol sedang sakit jadi tidak bisa berbicara untuk sementara waktu. Dan Han Gan mempercayainya, lalu Da Bi membawa Hana (Han Byeol) masuk kedalam kamarnya lagi. Pada saat itu Hana masih belum berbicara apapun, karena masih terpukau dengan kecantikan dari Han Gan.
"Nona, apa yang anda lakukan?? Untung saja tadi Anda memakai cadar, jika tidak pasti akan timbul masalah besar. Nona apa anda mendengarkan saya??"... (Da Bi)
"Da Bi,, sepertinya tadi aku bertemu dengan malaikat yang sangat cantik"
"Tidak secantik aku?? (Melihat kearah cermin) Oh iya sekarang aku juga sangat cantik, benar-benar cantik. Bagaimana bisa aku lupa dengan hal ini, tapi tadi kamu bilang adik tiri. Jadi dia bukan saudari kandungku??"
Da Bi menjelaskan kalau Han Gan adalah putri dari ibu tiri Han Byeol, sedangkan kakak laki-lakinya yaitu Han Bin baru kakak kandung dari Han Byeol. Selain itu Da Bi juga mengatakan kalau Ibu kandung dari Han Byeol telah tiada karena kecelakaan saat Han Byeol berusia 10 tahun.
Mendengar semua hal itu membuat Hana berpikir kalau sekarang dia harus hidup bersama seorang ibu tiri. Tapi dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Han Byeol, karena yang dia pentingkan saat ini adalah kembali ke masa depan. Jadi dia menyuruh Da Bi untuk meminta ijin kepada Ayahnya Han Byeol agar mengijinkannya keluar.
"Tidak Nona, Ayah Nona sekarang sedang pergi ke istana. Jadi mana mungkin saya bisa menemuinya"
"Istana?? Memangnya apa pekerjaannya?? Etts maksudku apa pekerjaannya Ayahku??"
Hana selalu saja lupa kalau sekarang dia adalah Han Byeol, tapi seberapa keras dia selalu saja lupa dan berkata yang salah. Dia takut kalau dia salah berbicara lagi dia akan mendapatkan masalah, tapi sangat sulit untuk menjadi orang lain.
"Ayah Nona kan adalah Perdana Mentri, dan dia adalah orang kepercayaan Raja jadi Nona akan selalu dihormati oleh siapapun di negeri ini"
"Kalau begitu kamu tidak akan menolak perintahku kan, jadi aku ingin keluar berjalan-jalan"
"Tapi Nona,,"
"Tidak ada kata tidak, bukankah tadi kamu bilang kalau aku adalah putri Perdana Mentri jadi kamu harus menuruti perintahku"
Karena Da Bi sangat penakut, dia hanya mengikuti perintah dari Hana (Han Byeol). Jadi secara diam-diam mereka keluar dari kediaman, saat Hana keluar dari kediaman dia merasa benar-benar bebas. Tapi selain itu dia juga melihat banyak hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dan benar kata Da Bi kalau keluarganya sangat dihormati di negeri ini. Karena setiap orang yang dia temui selalu memberikan hormat kepadanya, dan dia juga membalasnya tapi Da Bi bilang kalau tidak perlu membalas hormat mereka karena status sosial mereka lebih rendah.
Tentu saja hal itu membuat Hana sedikit merasa aneh tapi juga merasa spesial, lalu saat dia berjalan melewati sebuah kerumunan dia melihat orang-orang sedang membaca sebuah pengumuman. Karena dia sangat penasaran jadi dia melihatnya juga, tapi dia ingat kalau dia tidak bisa membaca aksara Cina tapi dia benar-benar terkejut karena dia bisa membacanya dengan sangat baik padahal dia tidak pernah mempelajarinya. Dan dalam pengumuman itu dikatakan bahwa telah banyak orang yang hilang di hutan terlarang, tapi Hana tidak terlalu memperdulikan hal itu karena dia juga tidak masalah dengan semua itu.
Cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba berubah mendung dan turun hujan, saat dia hendak pergi berteduh tiba-tiba dia mendengar suara lonceng itu lagi.
BERSAMBUNG