
Kehidupan yang baru harus dijalani oleh Hana sekarang, dia harus membiasakan diri pada lingkungan yang tidak pernah dia lalui walaupun dalam wajah yang sama. Tapi dia merasa sangat berbeda dengan wajah itu, walaupun demikian dia akan berusaha untuk dapat menyelesaikan tugasnya disana dan kembali ke dunianya yang sebenarnya. Walaupun begitu dia tidak tahu apakah dia bisa menjadi Han Byeol yabg sempurna, karena bahkan dia tidak tahu tugas yang harus dilakukannya. Karena terus memikirkan hal itu, Han Byeol (Hana) Sampai lupa waktu kalau dia telah cukup lama meninggal rumah ditambah lagi dia tidak memberitahu siapapun. Jadi Han Byeol dan Da Bi segera kembali kerumah, dan Han Byeol sedikit takut kalau dia akan dimarahi.
"Nona, apa yang harus kita lakukan?? Bagaimana jika Tuan dan Nyonya marah??"... (Da Bi)
"Kamu tidak usah kawatir, kita kan bisa masuk lewat jalan yang kita lawati saat keluar dari rumah"
"Tapi bagaimana kalau kita ketahuan??"
Belum selesai Han Byeol menjawab ternyata hal itu benar-benar terjadi, mereka berdua dipergoki oleh ibu tiri Han Byeol. Karena mereka sudah ketahuan, tentu saja mereka akan dihukum tapi entah apa hukumnya yang akan di terima mereka. Lalu mereka berdua dibawa ke halaman depan, disana semua orang telah berkumpul dan ada yang membawa tongkat dan tikar. Hal itu membuat Han Byeol berpikir kalau dia akan dihukum sangat berat
"Da Bi, Kemana kalian pergi??"... (Ibu tiri Han Byeol)
"Ka,, ka, kami hanya pergi jalan-jalan Nyonya"
"Jalan-jalan!! Bukankah kamu kalau Han Byeol masih sakit"
"Maaf aku menyela,,, tapi"... (Han Byeol)
"Cukup!!"... (Ibu tiri Han Byeol)
Han Byeol merasa sangat aneh karena hanya Da Bi yang ditanya dan terus dimarahi, lalu setelah itu Ibu tirinya itu menyuruh orang-orang yang membawa tongkat dan tikar untuk memukuli Da Bi. Melihat semua hal itu Han Byeol tidak bisa diam saja, dia berusaha untuk menghentikan orang-orang itu memukuli Da Bi tapi dia tidak bisa. Dia melihat orang yang tidak bersalah dihukum karena tindakannya
"Apa yang anda lakukan?? Kenapa anda menghukum Da Bi?? Dia tidak salah, akulah yang salah karena aku memaksa untuk keluar jadi lebih baik aku saja yang dihukum. Dan aku mohon hentikan mereka (menangis)"... (Han Byeol atau Hana)
"Apa, kamu salah?? Putriku, kamu adalah putri Perdana Mentri jadi kamu tidak pernah berbuat kesalahan apapun dan yang salah adalah pelayanan rendahan itu karena tidak bisa menjagamu"... (Ibu tiri Han Byeol)
"Apa maksud anda??"
Bukannya menyuruh orang-orang itu untuk berhenti memukuli Da Bi, ibu tiri Han Byeol malah menyuruh mereka untuk terus memukulnya. Han Byeol yang mendengar suara jeritan kesakitan dari Da Bi, membuatnya sangat bersalah. Dan tidak ada yang membantunya untuk menghentikan orang-orang itu memukuli Da Bi, dan Han Byeol hanya bisa menangis sambil menyuruh mereka untuk berhenti. Untungnya Ayahnya cepat datang dan dia menyuruh mereka mengentikan semua hal itu
"Kenapa semua hal ini bisa terjadi disini??"... (Ayah Han Byeol)
"Suamiku, pelayan rendahan ini telah berbuat salah karena telah membiarkan putri kita Han Byeol keluar dari rumah tanpa ijin. Padahal putri kita masih sakit"
Awalnya Ayahnya hanya diam mendengar semua hal itu, tapi kemudian dia menyuruh agar Da Bi dibawa masuk dan dia menghukum Han Byeol dengan tidak membiarkannya keluar selama dua hari. Mendengar semua hal itu Han Byeol sangat bersyukur karena masih ada yang menolongnya.
"Tapi suamiku,,"
Ibu tiri Han Byeol terlihat sangat kesal akan keputusan yang diberikan oleh Ayahnya Han Byeol, karena merasa keputusan itu tidak cukup diberikan kepada Han Byeol tapi Han Byeol tidak memperdulikan hal itu karena yang paling penting baginya sekarang adalah mengobati Da Bi yang terluka sangat parah karena kesalahan yang dia buat.
"Da Bi, aku minta maaf seharusnya aku mendengarkan perkataanmu. Maka semua ini tidak akan terjadi kepadamu, aku benar-benar minta maaf"
"Tidak Nona, Nona tidak salah justru aku bahagia karena Nona tidak terluka. Dan luka ini akan segera sembuh, jadi Nona tidak perlu terus merasa bersalah"
"Tapi Da Bi, tindakan yang dilakukan oleh wanita itu sudah kelewat batas. Aku berjanji setelah ini tidak akan ada yang bisa melukaimu lagu dan jika ada yang ingin menyakitimu maka mereka harus menghadapi ku dulu"
Mendengar perkataan Han Byeol yang begitu tulus membuat Da Bi sangat bahagia karena belum pernah ada orang yang mau menolong orang rendahan sepertinya, tapi dia merasa seperti bersama dengan orang yang berbeda tapi memiliki wajah yang sama.
"Nona, jika tidak keberatan bolehkah saya bertanya sesuatu kepada anda??"
"Tentu saja, katakanlah aku pasti akan menjawabnya"
"Kenapa anda sangat baik pada saya?? Padahal saya hanya pelayan rendahan yang tidak penting"
"Apa yang kamu katakan?? Apa kamu lupa kalau kamu adalah temanku, jadi sudah sewajarnya aku baik dan peduli denganmu"
"Tapi Nona, aku tidak mau Nona terkena masalah karena diriku karena berteman dengan pelayan rendahan sepertiku"
"Aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padaku, karena yang aku tahu sekarang kamu adalah temanku"
Dan karena kejadian hari itu, Han Byeol menyadari kalau dia harus lebih hati-hati dalam berbuat sesuatu karena setiap hal yang dia lakukan bisa berdampak terhadap orang disekitarnya. Dan karena hal itu juga dia tidak bisa keluar dari rumah, hal itu membuatnya sangat bingung karena dia harus secepatnya menyelesaikan tugasnya agar tidak ada yang terluka lagi karena dirinya.
Lalu saat dia sedang jalan-jalan di taman depan kamarnya, dia terus berpikir mengenai tugas yang harus diselesaikan yaitu mengenai tujuan dia datang kesana. Tapi dia benar-benar tidak bisa mengetahui mengenai tujuannya dia datang ke sana, lalu saat dia melihat kearah kolam dia melihat dirinya yang menggunakan cadar. Saat melihat cadar itu dia berpikir kalau cadar yang ada di wajahnya adalah petunjuk baginya untuk menemukan tujuan dia datang ke sana. Walaupun itu baru kemungkinannya saja, tapi dia tetap yakin dengan petunjuk yang dia temukan karena jika itu memang benar tujuan dia datang ke sana maka dia bisa kembali ke kehidupannya yang asli. Jadi untuk memastikan hal itu dia harus mengenal Han Byeol yang asli, karena dia merasa kalau tujuan dia datang kesana berhubungan dengan Han Byeol yang asli.
BERSAMBUNG