Is My Life

Is My Life
jiwa



semua wanita pasti memimpikan suatu saat menemukan peria baik hati yang mencintainya,, sama hal nya denga diriku tapi untuk diriku sepertinya tidak mungkin. ayah kandungku adalah pria yang kasar dan juga mimpi buruk ku,, suamiku pria bejat yang bukan hanya suka selingkuh tapi dia suka memanfaatkan kelemahanku. dan beberapa mantan pacar ku yang mendekatiku hanya untuk tempat pelampiasan nafsu,, mungkin kalian fikir aku wanita bodoh karna terus jatuh di lubang yang sama. tapi kalian lupa satu hal dari kecil cinta pertama seorang anak perempuan harusnya ayahnya,, tapi ayahnya lah yang menjadi hal tidak normal menjadi normal bagiku. hingga dewasa aku suka tidak bisa membedakan mana cinta yang toxic dan mana cinta tulus ingin menjaga. hal yang paling memuakan adalah tetap harus bersikap normal di depan semua orang,, padahal aku sendiri sedang bertarung oleh rasa sakit,rasa benci,amarah,dan kesedihan yang ku telan sendiri. aku diam karna aku takut aku diam karna aku tau dunia tidak sebaik itu padaku,, jika dunia tau masa lalu ku atau kelemahanku mungkin dunia akan lebis senang untuk menjatuhkan ku. tuhan apa kamu benar benar ada? apa salahku hingga kau selalu mempertemukan aku dengan orang orang jahat? jika tuhan membenciku kenapa aku tidak di izinkan pergi bersama mama? mama apa kamu dengar tangisanku,apa kamu tau rasa sakitku,aku minta maaf jika aku salah tapi tolong jangan tinggalin aku sendiri disini aku takut!!!


setiap harinya aku merasa diriku semakin hari semakin menjadi seperti monster,, hatiku mulai matirasa dan fikiranku di penuhi rasa benci dan amarah. aku gak tau itu normal atau tidak tapi perlahan rasa takutku sebagai manusia mulai memudar,, entah takut dengan dunia atau takut dengan tuhan di mataku hanya ada tatapan kosong. tapi di detik yang lain aku hanya wanita lemah yang hanya bisa menangis dan ingin mengahiri hidup,, aku yakin kalian berfikir aku sudah gila karna perubahan emosi di diriku begitu drastis. tapi itu lah yang aku rasakan sesaat aku akan sedih dan ketakutan tapi sejam atau sehari kemudian,, aku akan bersikap tidak pernah terjadi apa pun dan kembali ceria,, ke esokan harinya aku akan menjadi orang yang pemarah kasar dan suka mencari maslah. dari kecil jiwa ini memang sudah rusak bukan aku yang merusaknya tapi tuhan yang ingin aku menjalani hidup seperti itu,, masa lalu tidak bisa di ubah tapi masa depan kita yang menentukan tapi apa itu mungkin?