Is My Life

Is My Life
neraka pernikahan



aku menika ketika usiaku 24th aku menikah karna kebetulan sudah hamil 7bulan,, di awal kemahilan aku merasakan perubahan emosi yang semakin tidak setabil. ditambah lagi pria dari anak aku tidak ingin bertanggung jawab,, dia bilang agar aku mengugurkan kandungan aku karna dia merasa belum siap. aku gak tau salah anak ini dimana hingga harus disingkirkan,, sahabatku juga membujuk aku untuk menggugurkan kandungan ini karna menjadi orangtua tunggal tidak mudah. apa lagi dengan setatus anak diluar nikah yang tanpa ayah pasti akan jadi baham omongan,, aku terus berfikir ini semua kesalahan aku sendiri aku yang memilih hidup bebas seperti ini. ketika ada anak berarti tuhan sedang menegur aku untuk berhenti dan ingin menarik aku keluar dari dunia gelap ini,, di awal hubungan aku dan ayah dari anak ini memang hubungan yang toxic. saya fikir jika dia tidak ingin tanggung jawab atas anak ini dia juga gak berhak untuk menyuruh saya untuk mengugurkan kandungan ini,, saya masih muda masih sanggup kerja walapun nanti kedepanya sulit. mau asal uang itu dari uang yang halal atau haram saya percaya saya bisa ngidupin anak ini,, itu keputusan saya pada saat itu ahirnya saya terus bekerja bersama calon bayi ini. ayah dari anak ini terus mendapingi saya walapun kita seprti orang lain satu sama lain,, walapun sedang hamil saya tetap tidak meninggalkan dunia malam dimana saya tetap pergi berpesta sampai pagi dan mabuk mabukan dengan teman teman saya,, pria ini selalu bersama dengan wanita lain didepan saya dan tidak tau ada berapa wanita lagi yang ada di hp dia. sakit memang tapi itu pilahan saya pada saat itu pria itu pergi dengan wanita lain tapi ketika dia datang saya masih meneria dia,, sahabat saya selalu menasehati saya untuk tinggalin aja pria itu karna mereka merasa kasihan terhadap saya. karna saya saking cintanya dengan pria itu saya selalu memungkiri rasa sakit yang dia berikan,, saya tau dari awal pria itu gak mencintai saya tapi saya percaya karna terbiasa bersama dia pasti akan membalas cinta saya. saya pernah bersikap egois saya ingin malam ini pria itu tidak ikut dugem dengan temanya,, ahirnya kita bertengkar hebat dia marah karna saya terlalu banyak permintaan. tapi ahirnya dia tetap pergi juga bersama teman temanya saya pada saat itu sudah merasa muak dengan semuanya,, saya berencana mengahiri hidup saya bersama anak saya dengan meminum banyak obat obatan. sambil menangis dan menelan semua obat saya mulai berbaring di tempat tidur dan ketika saya mulai tenang saya sadar kalo ini salah,, ahirnya saya berusaha mengeluarkan semua obat yang telah saya telan dengan memasukan jari saya kemulut. ada beberapa yang berhasil saya muntahakan tapi sebagianya sudah tidak bisa saya keluarkan,, kira kira jam,1 malam ketika aku kekamar mandi untuk buang air kecil ternyata yang keluar malah darah. ahirnya saya mencoba memanggil teman kosan yang ada disebelah,, dan dia bertanyanya "Sebenernya ada? kenapa kamar lu berantakan dan lu bisa pendarahan begini?",, ahirnya di ceritakan lah semua kejadian sebelumnya dan obat yang saya minum itu obat untuk aborsi. ahirnya kita pinjam motor untuk pencari rumah sakit atau bidan terdekat,, karna kosan kita jauh dari tempat umum sulit mencari rumah sakit atau bidan terdekat yang masih buka 24,jam. gak lama kita mendapatkan bidan terdekat yang masih buka,, dan bidan bilang jika pendarahanya tidak parah mungkin kandungan saya baik baik saya. tapi kalo mau lebih pasti besok cekup lagi kedokter kandungan aja untuk memastikan,, karna pendarahnya sudah berhenti hanya keluar ketika saya buang air kecil. ahirnya saya memilih pulang dan istirahat agar besok pagi bisa langsung pergi kedokter,, pria itu kebetuln juga ditelpon teman saya untuk segera pulang karna kondisi saya sedang tidak baik. tanpa di duga pria itu membatalkan janjinya dan langsung pulang untuk menemani saya,, ketika saya sampe kosan dia sudah ada dikamar saya dan meminta maaf atas kejadian tadi. saya tidak bisa mengekspresikan perasaan saya ketika pria itu hawatir karna saat ini saya sedang hawatir dengan komdisi bayi saya,, ke esokan paginya saya ahirnya pergi ke kedokter untuk memeriksaakan kondisi kandunganku. dokter bilang semua baik baik aja cuma aku tidak boleh terlalu cape atau stres untuk menghindari kejadian ini yang lebih buruk lagi,, dengan semua yang telah terjadi ahirnya pria itu udh bisa menerima bayi ini dan mau untuk menikahi saya.


tapi,,