
saat itu aku seperti keluarga normal lainya,, memiliki ibu ayah dan seorang adik laki-laki. ayah ku sudah pernah kawin cerai beberapa kali, karna tidak memiliki anak dari istri-istri sebelumnya ahirnya dia ceraikan. dan dia bertemu dengan ibu ku janda anak,1,, tidak perlu waktu lama ahirnya mereka menikah. th 1995 aku dilahirkan dan 3th kemudian tepatnya tgl,31/05/98 adik laki-laki ku lahir,, dari awal ibuku tau ayahku seorang pemabuk dan penjudi. entah kenapa dia pada saat itu mau dinikahi ayahku,, selama menjalani kehidupan rumah tangga dengan ayah saya,, ibu saya selalu mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga. ketia ayah saya kalah main judi pulang dalam kondisi mabuk,, dia melampiaskan kekesalanya ke ibu saya. dan gilanya ketika ibu saya mengeluh sakit ketika sedang dipukuli,, ayah saya malah tambah kesal dan makin memukuli ibu saya. jadi ketika ayah saya mulai memukuli ibu saya,, ibu saya diharuskan diam sambil menangis menahan rasa sakitnya. itu terus dialaminya selama bertahun-tahun,, ibu saya terkadang menyesal dengan pilihanya menikahi ayah saya. beberapa kali dia mencoba kabur dari ayah saya,, tapi gak bisa karna anak-anaknya ditahan oleh ayah saya. setelah berhasil lari dari rumah itu ibu saya selalu kembali lagi,, karna bagaimana pun seorang ibu akan hawatir meninggalkan anaknya tinggal dengan pria seperti itu. walapun harus dipukuli dimaki ibu saya memilih menjalaninya demi bersama anak-anaknya,, th 1998 adik saya lahir sebelum ibu saya melahirkan dia sempat bertengkar dengan ayah saya. dia berangkat kebidan diantar dengan tetangganya,, jika ditanya kemana ayah saya saya pada saat itu?? bisa kalian tebak dia sedang bersama teman-temanya berjudi dan mabuk-mabukan. pulang dari bidan ibu saya bertemu tetangganya yang berdagan dipasar,, dia titipkan adik saya keorang itu untuk pergi ketoilet. tapi hingga sore dan pasar mulai tutup ibu saya tidak kunjung kembali,, ahirnya adik saya yang waktu itu masih bayi diantarkan lah kekeluarga ayah saya. setelah dicari tau kemana ibu saya menghilang,, ternyata ibu saya kabur kekampung halamanya karna sudah tidak tahan dengan sikap suaminya. kenapa pada saat itu anaknya tidak dibawa?? karna ibu saya takut ayah sayah akan datang kekampung ibu saya dan ngamuk-ngamuk dengan keluarga ibu saya minta anaknya dikembalikan,, seperti waktu saat saya dulu dibawa kabur kekampung halaman ibu saya. beberapa bulanpun berlalu dan ayah seprti tidak peduli dengan istrinya yang tidak pernah pulang,, tapi ibu saya mulai merasa kangen dan merindukan anak-anaknya. ahirnya dia memilih kembali setelah beberapa bulan tinggal dikampunya,, nene saya sempat mengingatkan untuk tidak perlu kembali kerumah itu lagi karna nene saya memiliki firasa buruk. tapi ibu saya bilang kalo dia tidak bisa meninggalkan anak-anaknya dengan pria seperti itu,, apa pun yang terjadi nanti dia harus pulang untuk melihat kondiai anak-anaknya. dengan berat hati nene saya melepaskan kepergian anaknya,, ketika sampai kerumah itu lagi sambutan pertama yang diterima ibu saya pukulan bertubi-tubi dan makian yang mungkin tetangga sekitar udh biasa mendengar hal itu. karna ini pilihanya untuk kembali mau gak mau harus dia nikmati neraka dirumah itu,, sebulan berlalu setelah ibu saya balik dari kampungnya. puncak mimpi buruk itu terjadi tahun 1998 ketika ibu saya bertengkar hebat,, dia mengancang ingin bunuh diri pada saat itu. ayah saya sudah tidak peduli dengan hidup matinya ibu saya,, ahirnya dia pergi keluar rumah dan main judi bersama teman-temanya. rasa sakit ditubuh dan dihatinya sudah tidak bisa tergbarkan lagi,, ahirnya dia memilih menyerah akan hidupnya dan memilih menenggak racun serangga. saya pada saat itu meliahat ibu saya tergeletak di lantai sambil kejang dan mengeluarkan busa dimulutnya,, saya yang masih berusia 3,th ketakutan dan terus menangis memanggil ibu saya. karna tidak ada respon saya berlali keluar rumah dan meminta tolong kepada siapa pun yang orang yang lewat,, ahirnya beberapa orang masuk kerumah saya dan melihat ada yang tidak beres dengan ibu saya. ayah saya pun dipangir dan disuruh pulang kerumah,, dia tau ucapan istrinya sebelumnya yang bilang akan bunuh diri itu ternyata benar. dia mulai panik dan meminta sebagian orang menghubungi ambulan dan sebagian lagi mencarikan air kelapa muda untuk ibu saya,, ayah saya panik bukan karna hawatir dengan kondisi ibu saya. dia panik karna hawatir ditangkap polisi karna tiduhan pembunuhan pada istrinya. ibu saya di paksa minum air kelapa itu agar mengeluarkan racun serangga itu,, tapi dia tiadak mau meminumnya dia percaya ketia dia mati akan membawa penyesalan mendalam kepada ayah saya. karna ayah saya sangat panih dan juga kesal dengan penolakan ibu saya,, ahirnya dia beberapa kali sempat memukuli ibu saya di detik-dekit kematian ibu saya. warga pun memisahkan dan ahirnya ambulan pun datang,, tapi tuhan berkata lain ibu saya ahirnya wafat saat menuju perjalan kerumah sakit. ingatan saya berhenti sampai ibu saya dibawa masuk keambulan,, tetangga saya menggendong saya yang terus menangis memanggil ibu saya. waktu itu saya diberi banyak makanan dan mainan agar saya tidak menangis lagi. ahirnya lelah menangis hampir seharian saya tertidur dirumah tetangga saya,, bangun tidur saya melupakan segalanya yang baru saya alami. seolah tuhan ingin mengurangi rasa sakit saya,, ketika saya bangun tidur dipagi harinya saya lupa dengan wajah ibu saya atau lupa kalo dulu saya pernah punya ibu. saya kembali normal seperti anak lainya pergi bermain dengan teman-teman seperti tidak pernah terjadi mimpi buruk itu kepada saya,,.