Is My Life

Is My Life
ruang hampa



aku sudah lupa rasanya pelukan seorang ibu dan rasanya punya pahlawan seperti ayah,, aku hanya bisa melihat sepupuku dan temanku masih memiliki hal itu. walapun tante dan om menjagaku peduli padaku tapi ada rasa yang berbeda ketika,, mereka mencurahkan perhatian mereka kepada anak mereka sendiri. aku masuh ingat pada saat aku kelas 1,SD sebagian anak masih ditungguin ibu mereka ketika pelajaran berlangsung,, ketika jam istirahat para orang tua memberikan bekal kepada anak anaknya. dirumah aku melihat sepupuku dimanja om dan tateku,, terus disekolah aku harus melihat temanku dimanja dengan orang tuanya. aku tidak sedih tapi aku merasa marah dan benci apa aku salah bersikap seperti itu??


setiap aku membuat masalah aku pun diomelin habis habisan,, aku bingung kenapa aku harus berda dengan anak lainya dan kenapa saat anak lainya membuat masalah malah dibela dengan ibunya. saat itu pertama kalinya aku di peluk oleh tanteku ketika membuat masalah dan dia berbisik ditelingaku dengan sangat lembut,, di detik itu aku merasa sangat nyaman dan aman seperti tuhan mengingatkan aku rasanya pelukan seorang ibu dan aku tanpa sadar menagis. tidak ada memori indah ketika masih bersama ayah dan ibuku,, yang mereka tinggalkan untuku hanya mimpi buruk hinga aku dewasa. ketika masih sekolah aku selalu marasa marah dan hanya bisa menangis,, aku membeci ibuku karna pilihanya juga membenci tuhan karna menghancurka kebahgianku. berjalanya waktu aku mulai berdamai dengan keadan dan menjadi orang yang sangat keras,, ketika ada acara hari ibu guru guru mengharuskan kita menyesali dan merenung semua kesalahan kita. semua temankuenangis dan hanya aku sendiri tertawa diruangan itu,, seniorku bertanya "aca kenapa kamu tertawa,apa kamu merasa tidak pernah berdosa dengan orangtuamu".?


aku pun menjawab dengan lantang di depan semua temanku yang sedang menangis. "tidak semua orangtua benar dan tidak semua anak salah,, kebetulan kedua orangtuaku tidak patas disebut oratua dan lagi untuk apa menangisi kesalahan yang udh berlalu. toh lain waktu kalian akan mengulanginya lagi,, keciluali orangtua kalian sudah meninghal disaat itu kalian benar benar akan merasa menyesalinya". teman temanku tau jika ibuku meninggal karna bunuh diri,, jadi ketika mereka berdebat soal keluarga padaku mereka hanya diam tidak bisa menang untuk berdebat denganku. mereka hanya tau aku sangat membenci sosok ibuku,, tapi kebencian itu tercipta karna rasa iri kepada orang lain dan rasa rinduku padanya. aku menyembunyikan air mataku dengan amarah agar orang lain tidak mengasihaniku dan memanggap aku lemah,, satu hal yang aku sadari kita tidak akan pernah mengerti perasaan apa yang orang lain alamai jika kita tidak pernah berada diposisi mereka. jadi aku sulit menerima komentar ketika orang lain mengeritik pilihanku atau pun perkataanku,, aku sering sekali menghabiskan waktu di dalam kamarku. akrna aku selalu takut dengan pandangan orang lain terhadapku,, walapun mereka tidak memiliki fikiran apa pun tentangku tapi aku menjadi pribadi yang selalu paranoit dan curiga dengan setiap pandangan orang terhadapku. bagi sebagian orang sangat membosankan menghabiskan waktu hanya dirumah saja,, tapi bagiku itu tempat teraman dan ternyaman karna jauh dari keramayan dan pandangan orang terhadapku. kesimpulanya aku orang yang keras kepala dan tidak percaya diri,, di dalam keramayan pikiran aku selalu campur aduk dan hati aku merasa kosong. sehingga sulit bagiku untuk mengekspresika sesuatu,, bagi oranglain aku adalah manusia egois tapi bagiku mereka hanya tidak mengerti situasiku saja.