Is My Life

Is My Life
bayangan



ada alasan di setiap tidakan,, mungkin aku akan menjelaskan mengapa aku selalu bertidak bodoh. di usia ku mengijak 3th aku melihat dengan mata kepala ku,, ketika ibu ku sekarat di atas lantai karna telah meminum racun serangga. tidak lama setelah ibu ku meninggal,, aku mengalami pelecehan sexsual yang di lakukan dengan ayah kandungku sendiri. sampai ahirnya aku tidak tinggal bersama ayahku lagi,, karna pamanku merasa kasihan jika seorang perempuan tidak memiliki masa depan jika di biarkan tinggal bersama ayahku yang seorang penjudi dan pemabuk. tapi pamanku tidak pernah tau tetang pelecehan yang aku alami,, ahirnya hidupku kembali normal tapi tidak untu pelecehan yang ku alami. kebetunan aku tinggal dengan tante aku sementara paman hanya membatu biaya pendidikanku,, saat aku kelas 1,SMP aku mengalami hal serupa yang perna aku alami saat bersama ayahku. tapi saat ini yang melakukanya adalah sepupuku anak dari pamanku,, kita memang tidak tinggal serumah tapi rumah kami berdekatan dan terkadang sepupuku suka main kerumah tanteku. ada beberapa momen rumah tanteku sepi karna tante ada panggilan diluar untuk masak,, suaminya bekerja sebagai supir pribadi dan anak anak tanteku pulang sekolahnya saat sore hari. tinggal aku sendirian dirumah karna waktu itu aku sekolah pagi dan sianghari sudah ada dirumah,, ketika aku sedang jaga rumah sambil tidur siang aku memang sengaja pintu tidak pernah dikunci. paling semua pintu hanya aku tutup saja takut anak tante aku pulang aku masih tidur kalo pintu dikunci,, aku tertidur diruang tamu tiba tiba aku merasa seperti ada yang meraba dadaku. awalnya aku hiraukan tapi makin lama baju aku serti terangkat keatas,, ahirnya aku bangun dan aku terkejut ternyata itu sepupuku yang bernama andi anak om aku. aku sangat ingat jelas tidak ada rasa bersalah di wajahnya dia hanya tersenyum ketika melihatku sadar,, aku sangat takut dan berlari keluar rumah tanpa mengunakan alas kaki. awalnya aku ingin langsung mengadukan hal ini ke om aku,, belum sampai rumahnya aku tersadar akan kah ada orang yang akan percaya dengan semua perkataanku?


ahirnya aku berbelok dan berlari kelapangan dan aku duduk di pojokan dekat pohon,, aku menangis sambil bertanya tanya apa hal sepertu ini normal kenapa ayah dan sepupuku melakukan hal itu!!! ketika aku sudah cukup tenang ahirnya aku memberanikan diri untuk kembali pulang kerumah tante aku,, sukurnya sepupu aku telah pergi dan sejak saat itu ketika sedang sendiri dirumah aku mulai menutup pintu dan menguncinya. apa pun yang aku pikirkan dan aku rasakan aku pendam sendiri,, dan terkadang orang lain berfikir aku aneh karna suka berbicara sendiri. teman dilingkungan aku juga suka menggap aku gila,, perlahan namun pasti entah alasan apa aku jadi dijaui merka. dan setiap aku lewat depan mereka mereka ankan memanggil "Liat tuh ada aca pea ledekin yu". awalnya aku tidak menghiraukan tapi makin lama aku juga mengerti namanya sakit hati. memang apa salahnya jika aku suka bicara sendiri??? hanya aku yang paham tentang semua yang gak mereka tau,, berlanjut setelah aku 2th lulus SMA aku menemui keluarga dari ibu aku di kampung tegal. aku masih punya kaka tiri perempuan namanya nur usianya beda 3th dari aku,, dia adalah anak dari suami sebelumnya ibu aku jadi ibu aku janda anak,1 ketika menikahi ayah aku. aku tinggal di kampung halaman ibu cukup lama kira kira hampir 2th,, disana aku juga bekerja di pabrik kerupuk dan juga pabrik cireng. disana gajianya tiap hari dan disitu pertama kalinya aku bahagia bisa menghasilkan uang dengan tanganku sendiri,, sebelumnya aku juga pernah bekerja di cafe tapi saat itu aku masih tinggal dengan om aku. dan uang hasil aku kerja hanya habis untuk aku belanja dan tidak ada rasa puas dalam diri,, berbeda ketika aku bekrja di kampung walapun uang yang aku dapat tidak seberapa tapi aku merasa bahagia dan puas. om aku seorang kepala polisi di bagian narkoba,, dia adalah satu satunya anak nenek aku yang sukses dari 5,bersodara dan ayah aku adalah kaka dari om aku. om aku sering sekali membantu sodara sodaranya yang lain,, termaksud juga ayah aku yang dia bantu untuk menyekolahkan aku dan adik aku. tante aku pernah bilang karna aku tidak memiliki ibu aku bisa memanggil semua tante aku dengan sebutan mama,, dan karna ayah aku dari kecil jarang sekali menguris aku dan adik ku. jadi aku juga di perbolehkan memanggil semua om aku dengan sebutan bpa,, kembali dengan ceritaku saat di kampung saat itu libur lebaran aku dan kaka aku diajak pade dan bude aku jalan jalan ke pantai. sekalian juga kita pergi ke jakarta buat lebaran dengan keluarga di sanah,, malam pun ahirnya larut aku dan kaka aku ahirnya menginap lah disanah. karna kondisinya dikontrakan hanya ada satu kamar ahirnya kita ngegelar kasur diruang tamu,, hari ini cukup melelahkan ahirnya kita semua langsung tertidur. awalnya semua terlihat normal tapi di tengah malam aku merasa ada yang menyentuh pahaku,, aku fikir kaka aku yang tidak sengaja memegangnya saat tidur. tapi sentuhan ini berbeda sentuhan ini terus bergerak kesana kemari,, ahirnya aku pun bangun dengan kondisi ruangan yang remang remang. aku melihat jelas kalo yang menyentuhku saat itu adalah suami bude aku,, entah kenapa semua pria yang menyentuhku tidak menunjukan ketakutan atau rasa bersalauh ketika aku aksinya aku pergoki. mereka selalu tersenyum seolah hal itu wajar ahirnya aku berusaha sopan dan mulai mengusir dia,, dan aku mencubit kaki kaka aku agar dia bangun. ahirnya kaka aku bangun dan aku mualai berbisik sambil menangis "Kaka aku ingin pulang malam itu juga" kaka aku bingung kenapa tiba tiba aku nangis dan minta pulang ahirnya kaka aku bertanya "ini masih tengah malam mau pulang alesanya apa"? tapi aku tidak menjawab karna pade masih ada diposisi yang sama,, dan kaka aku bilang "Ya udh liat hp mu aku udh kirim sms cepat baca". di pesan itu aku pun ngejelasin hal apa yang barusan terjadi. ahirnya kaka aku bilang "Ya udh pindah sanah tidurnya di pojok aja deket tembok,, kamu tidur di sebelah aku sempit loh",, dan ahirnya aku pindah posisi dan dia langsung ngomong ke pade "Udh malem pade masih disini ngapain?? "Pade mending masuk kamar sanah kalo tidak saya panggilin bude nih". dia pun pergi kekamarnya dan ahirnya aku sedikit tenang dan tertidur kembali. katanya kalo tuhan memberikan ujian kepada kita artinya tuhan sayang,, apa ujian ini juga termaksud bentuk sayang tuhan kepadaku. aku selalu marah dengan suma hal yang menimpahku,, seolah tuhan menutup mata tentang keberadaanku. kekerasan fisik dan sexsual ngebuat pergolakam emosi didalam diri,, dan semua itu gak tau harus cerita kesiapa atau percaya kesiapa??


dari kecil hinga sekarang sering kali banyak masalah yang aku perbuat,, dan itu semakin ngebuat orang sekitar menggap aku anak nakal dan aneh. aku merasa kalo dunia ini hanya ada kegelapan buatku om dan tanteku tidak mempercayaiku dan meremehkan ku,, dan aku sendiri masih kesal dengan hidup yang tidak adil. ahirnya aku memutuskan jadi anak nakal jauh dari keluarga dan melakukan apa pun yang ku suka,, di usia aku yang ke 23th aku baru mengenal dunia malam,**** bebas,minuman alkohol dan obat obatan terlarang. entah aku gak niat bandel atau hanya sekedar ingin tau,, gak masalah jika aku melakuna *** bebas,mabuk mabukan tiap malam,tubuh dirajai oleh tato, asal satu aku gak boleh namanya coba coba soal narkoba. karna ketika aku sudah lelah bermain aku tidak ingin memiliki tubuh yang rusak luar dalam,, aku tau tuhan ada tapi aku tidak memedulikanya karna aku merasa tuhan juga sudah tidak pesuli denganku. hidupku selalu mengikuti aturan tapi tidak ada ruang untuk ku memberikan pendapat,, apa pun pemikiran ku yang di ungkapkan akan dinilai salah oleh orang. itu kenapa saat kecil aku lebih nyaman bicara sendiri dan menghabiskan waktu setiap hari atau berbulan bulan hanya didalam kamar,, dunia luar seperti cahaya yang sangat terang dan aku tidak merasa pantas untuk berdiri dihadapan cahaya terang itu. aku hanya banyangan yang ada tapi tidak pernah dianggap penting.