IPA 6

IPA 6
Eps 8



Sekelebat bayangan muncul dalam ingatan Gien dimana ada 3 orang anak kecil yang bermain dan juga berjanji akan menikah jika dewasa.Anak perempuan kecil itu menautkan jarinya pada salah satu anak laki-laki yang berwajah serupa.Dan berjanji jika dewasa akan bersama,tapi bayangan itu hanya sekejap memudar lalu menghilang meninggalkan rasa sakit pada kepala Gien.


"Aww....akhhh.."ringis Gien kesakitan.


"Lo kenapa?" tanya sikembar bersamaan.


"Ke...pa....la...gue....sa...kit.." ucap Gien sambil memegang kepalanya.


"Lo kenapa dah yaudah yuk masuk gue bantu mumpung gue baek.yok bang bantu bawa dia kedalam!" Ucap Nega sambil memapah Gien.


"Hmm." balas Deka singkat sambil membantu Gien.


"dasar kulkas_-" batin Nega.


Gien pun masuk kedalam gubuk eh salah maksudnya rumah mewah itu dengan dipapah sikembar.Padahal niatnya dia yang mau ngantar tapi dia sendiri yang nyusahin_-.


Sesampainya didalam rumah Gien duduk disofa lalu dengan cepat Nega melesat kedapur mengambil minum buat Gien meski kakinya pincang padahal mau dia melesat ataupun meleset tetep aja lama jarak antara ruang tamu dan dapur itu jauh,sama kaya jarak antara aku dan kamu aku disini kamu dipelukan orang lain😂malah curhat dahlah skip.


Sementara disofa suasana canggung and tegang.Gien yang terus memegang kepalanya dan Deka yang bingung harus gimana tapi akhirnya Deka memberanikan dirinya bertanya.


"Lo kenapa?" Tanya Deka datar.


"Gue mules,udah tau megang kepala ya pusing lah!" balas Gien sewot.


lalu canggung lagi sampai Gien bersuara.


"Bokap,nyokap lo kemana?." ucapnya melihat sekeliling tak menemukan siapapun kecuali para maid yang sedang bekerja.


"Mereka lagi keluar kota ngurusin pekerjaan."Sahut Nega dengan nampan berisi minuman yang entah kapan sudah ada disana ketika sang kakak membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Gien.Gien hanya ber-Oh ria tanpa tau malu ia langsung mengambil dan meneguk minuman itu hingga tandas eh nggak deng gelasnya masih ada.Deka mendengus sedangkan Nega terkekeh melihat kelaGien tamu mereka.


"Satu-satu nanyanya hadeh,udah mendingan gue.Gue pusing gegara kayak ada ingatan lewat gitu kayak ya familiar aja sama ini tempat.Tapi kagak mungkin juga kan baru pertama kali juga gue kesini." ucap Gien datar.


Deka dan Nega yang mendengar pernyataan Gien sontak terkejut.


"Apa jangan-jangan Gien?Dia?" batin Deka dan Nega berasamaan.


"Gue pulang deh udah enakan juga." pamit Gien.Tapi hanya hening yang ada karena Deka dan Nega sibuk dengan pikiran masing-masing.Karena merasa dicuek i dia pun melenggang pergi menuju mobilnya.Gien melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Arseka.Sedangkan didalam rumah Deka dan Nega kehilangan tamu mereka disaat mereka sadar.


"Eh tu curut kemana coba?gue kan belum bilang makasih" ucap Nega sambil celingukan saat sadar Gien tidak ada dia lalu menunduk melihat dikolong meja sapa tau ngejogrok disitu kan.


Bugh....plakk


Tinju dipunggung dan geplakan dikepala didapat oleh Nega dari sang abang.Ya kali dikolong meja dikira anak kucing ngedekem disitu."Pulang."singkat,padat dan jelas kata yang keluar dari mulut Deka.


"Ha!??!!?"beo Nega gak paham.


Namun saat ia sudah loading dengan maksud kata itu dan niat hati ingin bertanya dia sudah kehilangan jejak sang abang.Ia pun mengedikan bahu dan memilih masuk kekamarnya.


Disisi lain...


Gien telah sampai dirumahnya dan sekarang sedang bobog cantik dengan hp yang trus berdering karena pesan dari Kiana yang menerornya sejak tadi gara-gara nggak ada kabar.Tapi karena males meladeni Kiana ia memilih mengabaikannya dan menjadikan dering itu sebagai lagu penghantar tidurnya.Sahabat nggak ada akhlak emang dikhawatirin malah enak-enakan molor sedangkan sahabatnya udah bingung sampe-sampe salto,jungkir balik,kayang,guling-guling.


~Bersambung....


Author kembali😂maaf mungkin masih banyak typo,jangan lupa like dan komen ya!satu like berharga buat author karena like kalian semangatku😘.Maafin kata nya pendek-pendek sengaja aja biar panjang episodenya😅.