IPA 6

IPA 6
Eps 3



Sesampainya di 'ArGi cafe' cafe milik Gien dan abangnya mereka duduk dan langsung memesan makanan.


Perjuangan buat sampai dicafe ini nggak mudah asal kalian tau mereka harus guling-guling,jungkir balik sampai kayang pun mereka lakoni.Enggak deng,mereka hanya harus melewati penguasa SMA TARUNA BANGSA alias kepsek yang jaga digerbang sekolah entah ngapain juga dia jaga digerbang itu kepsek apa satpam.Dan si pak satpam malah entah kemana.


"hadeh,pinggang gue kayak mau patah sumpah gara-gara jalan ngendap-ngendap tadi." keluh Kiana sambil memukul pinggangnya.


"Gue juga,eh pas udah hampir nyampek gerbang ketahuan.Untungnya gue punya ide biar bisa bebas dari itu kepsek." ucap Gien.


"Tapi kok gue ngakak plus kasian ya sama itu orang kira-kira besok kalo dia ketemu kita kabur nggak ya gara-gara kita kerjain." kata kiana sambil menopang dagu sok mikir padahal udah kebiasaan mereka buat onar disekolah.


"ya jubaedah,sok-sok an mikir kayak good girl aja kan bukan sekali dua kali kita buat rusuh ngapain takut coba.Tiap hari kan kita ngerusuh ****" balas Gien sambil menabok kepala belakang Kiana.


*flashback on


Gien dan Kiana jalan kearah gerbang sekolah yang sepi dengan tengilnya,ya jelas sepi lah orang masih jam pelajaran.Pas mereka hahahihi dari kejauhan mereka melihat kepsek di pos satpam dekat gerbang mereka pun memutar otak agar bisa melewati kepsek itu tanpa ketahuan.


Mereka pun jalan mengendap-endap kayak maling jemuran sambil nutupin wajah pake tasnya kearah parkiran.Ya untuk menuju parkiran mereka harus melewati gerbang karena parkirannya terletak diluar sekolah.


15 meter sampai digerbang (aman)


10 meter sampai digerbang.....


(jantung mulai dag dig dug)


5 meter sampai digerbang....


(jantung udah marathon juara 1)


(rasanya kaya habis ditembak gebetan)


pas tinggal buka gerbang.....terdengar suara serak-serak tegas.


"Ngapain kalian disini bukannya ini masih jam pelajaran?." Suara dibelakang kami yang buat bulu ketek berdiri ralat bulu kuduk.


"******!..." batin Gien sama kiana langsung putar badan.


"Eh bapak...itu lo kita em anu itu lo pak."


jawab Kiana sambil garuk kepalanya.


"Anu apa?kalo ditanya jawab yang jelas mau bolos ya?." tanya kepsek dengan nada tegas.


"Enggak pak saya sama teman saya cuma mau pulang sebelum waktunya." jawab Gien santuy kayak di dipantai padahal jantungnya dag dig dug nggak karuan.


"sama aja berarti kalian mau bolos pinter apa pinter sih." geram kepsek itu.


"uwww makasih pujiannya pak." jawab Gien sambil nyengir*.


"Saya bukan lagi muji kalian!." Bentak kepsek garang.


Gien sama kiana nutup telinga mereka takut budeg sebab suara teriakannya kaya suara petir yang menggelegar.


Saat dirasa suara itu udah nggak ada Gien mengamati sekitar dan matanya tertuju pada karung disebelah gerbang dengan tali,seketika ide jail pun muncul.


"Siapa nama kalian dan kalian ada dikelas mana?." tanya kepsek dengan nada yang nggak santuy.


"Saya Gien pak dia kiana." sahut Gien lalu nunjuk Kiana.


"pantesan bandel dari kelas berandal."


gumam kepsek.


siapa sih yang nggak kenal XI IPA 6 kelasnya biang onar,perusuh dan rajanya terlambat.


"Ya sudah karena kalian ketauan membolos kalian akan saya hukum." ucap kepsek.


"Boleh pak tapi bapak harus bisa ngalahin permainan dari saya." tantang Gien.


"???...psst game apasih yen?."Tanya Kiana sambil berbisik.


" Ada pokoknya gue jamin Kita bakal lolos dari sini."balas Gien dengan senyum iblisnya.


"Gimana pak?." tanya Gien pada kepsek.


"Baiklah." putus kepsek akhirnya.


"Gini pak permainannya saya bakal nutup kepala bapak pake karung ini terus tangan bapak saya ikat nah terus nanti saya puter badan bapak sampe pusing.Habis itu saya akan buka karungnya dan bapak harus bisa buka tali ditangan bapak entah gimana caranya ok pak?kalo bapak berhasil buka dalam waktu 5 menit saya rela deh bapak hukum."


jelas Gien panjang × lebar× tinggi.


"ok deal." ucap kepsek akhirnya.


Permainan pun dimulai saking semangatnya muterin tu badan kepsek setelah karung dibuka bukannya segera buka tali pak kepsek malah nampakin wajah nahan mual dan sempoyongan.


Dan akhirnya kesempatan itupun digunain Gien sama Kiana kabur.


Flashback off


Balik ke cafe.....


Makanan pun datang saat mereka asyiknya makan dipintu cafe ada dua cogan yang wajahnya mirip kelakuan beda menghampiri mereka berdua.


Yang satu urat malunya putus,dia teriak-teriak sambil lambai-lambai tangan kayak orang gila dilampu merah,yang satu mingkem aja sambil nepok jidat gara-gara kelakuan kembarannya yang udah nggak waras.


Mereka adalah Deka dan Nega.


Sikembar satu mak satu bapak satu rumah dua akhlak.Kedatangan mereka buat pengunjung cafe heboh terutama kaum cabe-cabean yang membelalakan mata sambil mangap-mangap kayak ikan kehabisan air liat mereka.


Siapa sih yang nggak terpesona sama duo kembar itu udah ganteng kaya lagi idaman deh pokoknya.


Sementara yang disamperin pura-pura gak ngeh sama mereka.Ternyata oh ternyata bukan hanya mereka yang datang tak lama setelah mereka sampai dan duduk di meja tempat Gien dan Kiana makan ada suara ricuh didepan cafe.Dan tak lama yang nampak memasuki cafe ada segerombol anak sekolah yang masih memakai seragam,mereka teriak,dorong-dorongan sambil tarik-tarikan bukan tawuran tapi berebut tempat duduk.


Siapa mereka?ya mereka kelas XI IPA 6 pasukan yang Diketuai oleh Nega dan jangan heran mereka bisa sampai dicafe itu padahal belum waktu pulang sekolah yang jelas mereka buat kelas mereka jadi jamkos entah gimana caranya.Karena prinsip mereka Solidaritas nomor satu jadi satu bolos bolos semua satu maju maju semua.begitulah kira-kira.


"Yaallah lo bawa pasukan kesini Neg,ntar kalo ni cafe hancur gimana?." ucal gien sambil natap tajam makhluk didepan gue yang lagi cengengesan memakan ketang goreng milik Kiana.


"Hehehe...tadi gue cuma mau kesini sama abang gue eh ni para curut malah ngikut yaudah deh gue pasrah." ucap Nega santuy sambil nujuk penghuni IPA 6 yang nyengir gak jelas.


kira-kira nasib cafenya Gien gimana ya?


tunggu kelanjutannya...


-bersambung