
Spesial pov Deka
Nama gue Arseka Deka putra,anak pertama dari pasangan Rion Arseka dan Diana Leoni.Gue punya kembaran yang kelakuannya buat orang geleng kepala namanya Arseka Nega Putra.Sifat dan kelakuan kita berbeda jika Nega nggak bisa diem kalo gue sukanya mingkem.
Gue jarang ngomong kalo nggak penting banget,gue juga jarang senyum hingga dijuluki es batu oleh teman-teman disekolah.Namun sejak kedatangan cewek tengil itu gue lebih sering tersenyum meski hanya samar.Entahlah rasanya gue udah kenal lama sama itu cewek. Disekolah gue itu termasuk populer menurut mereka,gue itu perfect udah ganteng,pinter,kapten basket pokoknya idaman tapi gue abaikan itu semua.
Gue punya alasan kenapa gue jadi dingin kayak gini alasan gue berubah itu buat nutup masalalu gue yang buat gue terluka.Gue kehilangan sahabat kecil gue bukan tapi tunangan kecil gue,gue udah dijodohin sama dia sejak kecil oleh orang tua kita.Namun,terjadi kecelakaan yang membuat kita terpisah,entah dimana dia dan keluarganya berada.Gue udah berusaha buat cari dia dimanapun tapi hasilnya nihil hingga gue putusin buat berhenti mencari.Disaat itulah gue mulai kehilangan senyum dan kebahagiaan gue hingga gue memutuskan bersikap dingin untuk menutup hati gue sampai gue bisa nemuin dia.Ingatannya melayang pada janjinya 8 tahun lalu.
8 tahun lalu.....
"Kak deka nanti kalo kita udah besar kita nikah yuk,kan kakak ganteng aku cantik."ucap gadis kecil kuncir dua berumur 8 tahun sambil tersenyum girang.
" Kita kan masih kecil dira,emangnya dira suka sama kakak?."ucap Deka kecil yang saat itu berumur 9 tahun.
"Suka banget,emang kakak nggak suka dira ya?."ucap gadis itu sambil menganggukan kepalanya polos lalu mengerucutkan bibirnya lucu.
" Tapi kakak nggak suka sama dira."ucap Deka kecil sambil mencubit pipi gadis itu saking gemasnya.
"emang kalo mau nikah harus sama-sama suka ya kak?." tanya gadis itu lagi.
" iya dira,kalo mau nikah harus sama-sama suka.kalo kak deka nggak mau sama aku aja gimana?kan aku juga ganteng."sahut cowok yang punya wajah mirip dengan Deka (dia Nega).
"Nggak mau kak Nega nyebelin."ucap gadis itu sambil memeletkan lidahnya.
"iya kakak janji." ucap Deka sambil menautkan jarinya pada jari gadis itu.Gadis itu tersenyum lebar menampakan giginya yang rapi.Itulah janji yang dibuat anak kecil dimana mereka belum tau apa-apa dan masih polos-polosnya.
Lamunan Deka buyar ketika ada yang menepuk bahunya.
"Bang,lo keinget 'DIA' ya?." tanya Nega pada abangnya.Deka menghela nafasnya berat lalu mengangguk.
"Gue nggak tau dia dimana dan seperti apa dia sekarang Neg,apa dia masih hidup?."ucap Deka sambil menerawang jauh,matanya mulai berkaca-kaca saat Deka mengingat gadis itu.
" Udahlah bang dia pasti masih hidup,kalo 'Dia' itu jodoh lo pasti bakalan ketemu lagi."ucap Nega sambil mengusap bahu abangnya lembut.
Nega tau kalo abangnya itu hanya pura-pura kuat didepan semua orang hanya didepannya saja Deka berani memperlihatkan sisi lemahnya.Tangis Deka pun pecah seketika ia memeluk dan menangis dipelukan sang adik.
Saat tangis Deka reda ia melepas pelukannya lalu ia tersenyum pada Nega hanya Nega yang tau keadaannya dan percaya padanya.
"Makasih Neg,lo udah percaya sama gue bahwa 'Dia' masih hidup."ucap Deka sambil tersenyum pada adiknya.
"Sama-sama,udah jangan sedih yok mabar bareng gue daripada melow kayak gini." ucap Nega sambil nyengir.
"Yaudah ayok." balas Deka sambil merangkul adiknya itu.Deka memang dingin didepan semua orang tapi dia akan berubah hangat saat bersama orang yang dia sayang.
~Bersambung...