IPA 6

IPA 6
Eps 2



"lha lo bukannya cowok datar yang gue tabrak tadi ya?nama gue Giendira putri T biasa dipanggil Gien."ucap Gien sambil menaikan satu alisnya.Gien tak pernah menyebutkan nama keluarganya karena dia nggak mau terlihat mencolok didepan teman-temannya.


" oh mungkin yang lo tabrak bukan gue tapi abang gue,si cowok es gue aja yang jadi kembarannya bingung tingkah gue petakilan tapi abang gue datar kek triplek."balas Nega.Gue cuma manggut-manggut ajeb.


"Lha kok lo bisa bareng ama ni curut Neg?" tanya gue sambil nunjuk Kiana yang cengar cengir gak jelas disamping cowok yang ngaku namanya Nega.


"Buset gue yang aduhai gini dipanggil curut."sebal Kiana sambil memajukan bibirnya persis kaya ikan buntal.


" Oh tadi ketemu di koridor gue,pas dia ngomel nggak jelas ya gue samperin takutnya dia kesambet dedemit pohon cabe.Yaudah yuk masuk gue kenalin ama penghuni IPA 6"sahut Nega.


Kita bertiga pun masuk kekelas yang em amburadul itu,ternyata mereka benar-benar menganggap sekolah sebagai rumah kedua.


"Woe...perhatian kita kedatangan curut-curut cantik nih guys.Beri sambutan oe!." teriak Nega dari depan papan tulis meminta perhatian.


Gue sama Kiana nampol kepala Nega bersamaan.Gue cantik gini dipanggil curut kan gak baek.


"Mata lo burem apa gimana Neg ya kali cantik gitu lo bilang curut,lupa minum obat lo ye?." celetuk cowok imut berkaca mata dimeja deretan no 5 bername tag Daril Adenta.


"Obat gue abis beli in napa,yaudah kenalan sana." sahut Nega sebal sambil menunjuk gue sama Kiana.


"Nama gue Giendira Putri T,gue suka ngerusuh dan buat semua orang ingat tuhan gara-gara kelakuan gue,status masih single sapa tau ada yang mau daftar,gue pindahan dari SMA WIJAYA." kata gue sambil menebar senyum dan melihat sekitar.


"Nam gue Anindra Kiana si imut nan jelita,gue juga pindahan yang sama dari Gien,status gue juga single,salam kenal." ucap Kiana sambil senyum manis.


"ampun senyumnya...."


"gue meleleh"


"jadi pacar abang mau dek?"


"cih cabe-cabean..."


"caper terus..."


"wuih saingan kenalan ah sapa tau cantiknya nular."


Ya itulah respon dari mereka,tapi ada satu orang yang buat gue memikirkan ide diluar nalar dia Si cowok es.Oh ternyata gue sekelas sama dia.Gue senyum smirk sambil melewatinya menuju bangku kosong yang ternyata di belakangnya.


Sekarang gue tau namanya karena gak sengaja liat namanya di bajunya 'ARSEKA DEKA PUTRA'itu yang gue liat.


"Liat aja gue bakal buat lo cair dan suka sama gue" tekad gue dalam hati sambil melihat cowok yang notabennya berekspresi datar.


Jam pelajaran pertama berbunyi.


Terdengar suara langkah kaki menuju kedalam kelas,terlihat seorang guru menenteng buku ditangannya bertubuh gemuk dengan kepala botak dan kumis tebal panjangnya dialah guru terkiler disekolah sang raja rimba penguasa matematika juga wali kelas ini PAK Latak(kepala botak).


"DUDUK,DIAM,DAN DENGARKAN!"perintah pak Latak dengan nada sangarnya.


sekarang kalian yang ada dibelakang Deka kerjakan soal yang ada didepan!."lanjutnya.


"-_-" gue sama kiana diam.


"Hey dengar cepat maju dan kerjakan!" ucapnya dengan wajah galak.


"Jadi orang kok plinplan tadi suruh duduk diam lalu dengarkan sekarang disuruh maju kedepan yang benar gimana sih pak." oceh Kiana sementara gue bodo amat.


"Kalian murid baru ya?berani banget bantah bapak.Kenalkan diri kalian lalu kerjakan soal didepan,cepat!!" ucap pak Latak sambil berjalan kearah gue sama Kiana.


"Amboy bapak ganteng jangan marah-marah entar gantengnya ilang lo lo,ok saya Gien dan sebelah saya Kiana.Tapi abis ngerjain soal boleh pulang kan pak?" tanya gue cengengesan dan masang wajah PPB (POLOS-POLOS BANGSUAT).


"Ok kalo kamu bisa mengerjakan 15 soal yang bapak tulis dipapan tulis kamu dan kiana boleh pulang." putus pak Latak kemudian.


"Ck yang bener aja cewek berandal bisa jawab itu soal." ucap Deka dengan nada dingin dan ekspresi datarnya.Gue kaget pas denger suaranya wow ternyata kayak lagu nina bobo sumpah merdu banget.


Gue sama kiana nggak terima dikatain se enak jidatnya dikira gue sama kiana yang imut,baik hati dan tidak sombong ini bodoh apa.Dengan kesal gue ambil spidol di ikuti kiana lalu menjawab semua soal yang diberikan oleh pak Latak dengan santuy.


5 menit kemudian.....


"selesai..." kata gue sama kiana bersamaan.


"Haaaa??!?!!ini gak mungkin gimana kalian bisa jawab semua soal ini dengan benar???" kaget pak Latak dengan masang wajah cengonya kalo di kartun pasti itu rahang udah jatuh.Gue ngeri gimana kalo itu mulut gak bisa balik.


"cih boleh juga...." gumam Deka sambil tersenyum sinis dengan samar ya hanya senyum tipis tak terlihat.


"Wuahhhh dah cantik pinter lagi.Idaman sumpah." celetuk Daril yang membuat semua teman kelasnya ber huu bersamaan sampe ada yang berucap...


"Ya kali bidadari mau sama pangeran kodok." celetuk Nega seketika tawa siswa lainnya pecah.


"Ampun deh nyeseg sakit hati dedek mas." Daril masang wajah melas tapi bukannya prihatin malah buat teman sekelasnya jijik sambil lempar segala benda yang ada disekitarnya mulai dari bolpoin,penghapus,tas,sampai ember.


"Yaallah gue dinistakan oleh para monyet sungguh tega kalian,gue kutuk kalian jadi cicak baru tau rasa."ucap Daril, seketika mereka membopong tubuh Daril ke gudang dan menguncinya disana biar dia bersilaturahmi sama para tikus dan kecoak.


Daril yang malang.....


Pak Latak geleng-geleng kepala melihat anak didiknya yang tingkat kewarasannya diambang kehancuran.Entahlah sepertinya hanya dia yang sanggup menghadapi kelas yang notabennya kelas berandal.Gue sama kiana mengambil tas dan melenggang pergi keluar kelas,menuju ke cafe terdekat buat cuci baju ya kali nyuci baju dicafe ya nongkrong lah.


Hm gue gak sabar besok gue buat ulah apalagi ya?...


-Bersambung


penasaran???tunggu kelanjutannya besok😉segini dulu ya author baru nemu ide segini...ntar kalo udah ada ide lagi author terusin kok.Jangan lupa dukungannya ya!😆