INEVITABLE DESTINY

INEVITABLE DESTINY
AGIT 3.



~


Sesampainya di kantin mereka langsung dipanggil oleh dzaka. Dzaka sebagai senior pun lalu bergegas memesan makanan. Sedangkan zacky dan reyhan masi berbicara tentang senior yang mereka temui tadi.


"Paan si lu rey! Dari tadi bahas tu senior, lu suka?" kesal zacky pada reyhan. Pasalnya temannya itu sudah berbicara dari sebelum ke kantin dan setelah sampai kantin.


"Aelah kok gw? Gw lagi godain lu tau"


"Lagian tu senior rese banget bisa di dusun ulang lagi gak perlu sape bikin gw jadi babunya kali!"


"Gak papa lah zak, hukuman buat lu yang dulu suka buly adkel" jawab reyhan pada zacky.


"Tapi kan udah gak pernah lagi!" kilah zacky.


"Sok ngelak! Dasar babu!"


"Lu!"


BRAKK!


"RIBUT TERUS! LAMA-LAMA GW LAKBAN TERUS GW IKET KALIAN!! HERAN GW CAPE TAU DENGERNYA" teriak dzaka emosi membuat mereka langsung terdiam. Dzaka pun langsung menarik telinga keduanya hingga zacky dan reyhan mengadu kesakitan. Jujur demi apa jeweran dzaka sangat pedas bisa-bisa telinga keduanya bisa lepas.


"Aaaa bang ampun bang... Pedih telinga gw~" rengek reyhan sudah hampir menangis. Sedangkan zacky berusaha melepaskan jeweran tangan dzaka.


"Janji dulu nggak bakal berantem lagi! Kalo sampai keliatan gw kalian berantem abis kalian!!" ancam dzaka sambil melepaskan jeweran. Jujur ia tidak sanggup melakukan itu tapi karena mereka berdua susah diatur jadi terpaksa ia harus melakukan itu. Ia melihat reyhan yang mengusap-usapkan telinganya yang memerah dengan mata yang berkaca. Sedangkan zacky hanya merengut. Setelah itu dzaka pun membagikan makanan yang sudah ia pesan. Terjadi keheningan sampai beberapa saat kantin kampus ramai dan beberapa orang berlari ke depan.


"Gilak! Tumben senior kita makan ke sini!"


"Arghhh! Itu! Itu! Ganteng banget!!"


"Ya ampun jodoh gw!"


"Damagenya broo" celetuk beberapa orang yang berteriak histeris. Dzaka, zacky dan reyhan pun menoleh kearah rombongan itu dengan tatapan bertanya.


"Senior? Siapa?" tanya reyhan.


"Gw gak tau, kalian sendiri taukan gw orangnya gimana?" ucap dzaka membuat zacky dan reyhan mengangguk mengerti. Dzaka adalah orang yang pendiam dan juga lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan. Tidak heran jika ada beberapa orang tidak mengenalnya bahkan teman satu kelasnya. Zacky pun memanggil satu orang cewek.


"Eh, itu ribut-ribut kenapa?" tanya zacky.


"Kalian gak tau?" ucap cewek itu menatap ketiganya dan dijawab dengan gelanggang oleh ketinganya.


"Anak baru?" mereka mengangguk lagi.


"Pantes kalian gak tau! Itu senior disini!"


"Terus? Yang buat heboh apa?" tanya dzaka.


"Mereka senior sekaligus orang terpandang disini. Mereka juga orang-orang pintar dan tampan"


"Siapa?" tanya zacky.


"Disini ada 4 orang senior, yang pertama kak zaim. Kakak itu paling pinter dari 3 temannya itu dan juga dia anak pembisnis besar. Yang kedua kak reza, kak reza itu dingin, cuek dan batu banget dia. Tapi walapun kak reza gitu dia selalu punya cara tersendiri buat narik perhatian orang. Yang ketiga kak haidar. Itu kakak paling enjoy dari semua senior itu, orangnya baik banget dan kalo senyum maniss" jelas si cewek itu panjang lebar.


"Terus yang terakhir siapa? Lu bilang tadi ad 4" tanya dzaka.


"Nah yang terakhir itu si kak Nat-" ucap cewek itu terpotong saat temannya menarik kearah gerombolan tadi. Zacky dan reyhan yang sudah terlewat kepo itu pun mendesah kecewa. Zacky mengajak reyhan untuk bangun dan menghampiri kearah kerumunan itu namun dicegah dzaka.


"Udah gak usah kepo sekarang duduk!" titah dzaka tegas pada mereka.


"Tapi bang, gw sama reyhan kepo nih"


"Iya bang... Pliss boleh ya bang? Cuma liat bentar doank kok" pinta reyhan memelas namun tidak digubris oleh dzaka.


"Duduk, sebelum gw jewer lagi" mendengar itu zacky dan reyhan kembali duduk. Saat mereka makan tiba-tiba meja yang mereka duduki jadi penuh dengan orang-orang.


"Kita boleh duduk disini?" tanya orang itu pada mereka bertiga.


"Siapa?" dzaka bertanya, sedangkan zacky mematung melihat orang yang di samping orang yang bertanya tadi.


"Gw zaim, senior di kampus ini" jawab zaim pada dzaka.


"Terus? Kalo lu senior lu mau apa? Gw juga senior" jawab dzaka santai dan berhasil membuat orang-orang yang berkerumun heboh.


"Siapa si kok berani-beraninya nolak!"


"Tau tuh sok banget jadi orang"


"Kak mending duduk sama kita aja kak gak usah duduk sama mereka"


"Mentang-mentang sama-sama senior jadinya dia berani cih" cibiran orang-orang itu pun langsung membuat atensi dzaka menoleh pada gerombolan orang di sekelilingnya. Mata yang tadinya biasa saja sekarang sudah menajam bagai silet. Zacky dan reyhan melihat itupun langsung kalang kabut.


'Jangan sampai bang dzaka ngamuk' batin keduanya.


"E-eh bang udah bang biarin aja mereka ngomong gitu gak usah diladenin" zacky sembari menahan tangan dzaka takut-takut nanti orang nya malah ngamuk.


"Stop! Bubar semuanya!" suara dingin dengan sedikit berteriak itu berhasil membuat gerombolan orang itu pergi.


"Kalian juga! Pergi cari meja lain" ketus dzaka.


"Kita-kita gak mau, lu mau apa?" jawab zaim sambil memancing amarah dzaka.


"Ini meja kita, kalian junior jadi minggir. Iya gak re" zaim melirik reza yang hanya diam mendengar.


"Hmm. Ini meja tempat kita kumpul" ucap datar reza pada mereka.


"Tapi ka-"


"Udah-udah ah berisik cape kaki gw berdiri terus kapan duduk mana tangan gw udah pegel bawa makanan" ucap seseorang mengalihkan mereka.


"Ya udah duduk aja kak, kita bisa gabung kok" ucap reyhan dan langsung di angguki zacky tak terkecuali dzaka. Mereka semua pun duduk berhadapan kecuali satu orang duduk di depan. Hening.


"Ekhem!" dehem seseorang saat melihat situasi yang sunyi.


"Gimana kalo kita kenalan dulu?"


"Boleh" ucap zacky dan reyhan bersama.


"Gw HAIDAR AKBAR (JHope), biasa dipanggil haidar" ucap haidar dengan senyum ramah. Haidar pun menyenggol lengan temannya agar memperkenalkan diri.


"Gw ZAIM AKHMAD ALFARIZY (namjoon), panggil gw zaim" ucap zaim sambil menatap lekat dzaka yang sedang fokus pada makanan didepannya.


DEG


'Sialan senior yang tadi!' batin zacky.


"Ohh, ini zac senior yang tadi lu bikin kesel itukan?" tanya reyhan polos.


"Ck! Diem" kesal zacky. Ia sedikit melirik kearah reza dan ternyata reza sedari tadi menatap nya dengan senyum miring.


"Nama kalian siapa?" tanya haidar.


"Gw AL ZACKY EXCELL ANARTA (jimin), panggil aj zacky kak" ramah zacky pada mereka dan mendapat anggukan kompak. Hening. Zacky pun menyenggol kaki dzaka.


"DZAKA IRGI ALDAFI (Seokjin), panggil aja gw dzaka" ucap dzaka cepat.


"Gw Rey-"


"Eh! Itu kakak yang satunya kok gak kenalin diri?" potong zacky.


"Oh ini?" tunjuk haidar pada temannya yang hanya diam sambil membaca buku. Zacky pun langsung mengangguk.


"Woy! Kenalin jangan diem aja" teriak haidar pada orang itu. Orang itupun menoleh dan menatap mereka semua satu persatu.


"NATHAN AHMAD PRABU TIRTA (taehyung), nathan" jawab nathan singkat.


DEG!!!


Zacky, dzaka dan reyhan terkejut. Jantung ketiganya seakan tertentu detik itu juga saat mendengar nama dari orang itu. Zacky dan dzaka langsung melirik kearah reyhan, yang ternyata wajahnya sudah memucat.


"Nat-nathan..." lirih reyhan.


"Rey, lu baik-baik aja kan" tanya dzaka saat melihat tangan reyhan gemeteran.


"Rey..."


Reyhan terdiam. Ia sekarang sangat takut, tangannya bergetar. Sedikit ada yang mengganjal dihatinya, dilain hati ia sangat senang melihat sahabatnya sudah tumbuh dewasa. Dan juga dilain hati ia begitu takut saat kenangan-kenangan dimana kata-kata menusuk itu mengarah padanya. Reyhan menatap sendu kearah nathan yang sibuk dengan bukunya sampai nathan menoleh dan mata keduanya bertemu.


'Apa... Lu masi menganggap gw sebagai sahabat atau sebaliknya lu menganggap gw musuh...' batin Reyhan.


"Rey? Lu baik-baik aja kan?" tanya zacky sekali lagi.


"A-ah iya... Iya gw baik-baik aja..." bohong reyhan.


'Reyhan pasti mengingat kejadian itu lagi' batin zacky dan dzaka sama.


"Ya u-udah gw balik duluan ya zak, bang, kak... Permisi" pamit reyhan buru-buru. Melihat gelagat reyhan agak aneh mereka berempat pun langsung bertanya.


"Itu temen kalian kenapa?" tanya haidar.


"Gak tau juga kak, mungkin buru-buru" ucap zacky ngasal.


"Buru-buru sampe gak sempet makan?" tanya zaim dan menunjuk ke arah piring makanan reyhan yang masi utuh.


"Aneh" ucap reza.


"Dia kalo buru-buru emang suka gitu" jawab dzaka akhirnya dan mereka mengangguk.


"Heh! Lu zacky kan?" tanya reza.


"Iya kak?"


"Lu, mulai sekarang jadi babu gw. Sebulan" ucap reza tegas.


"HAH?! SEBULAN?!!" teriak zacky.


"Gak-gak enak aja gw jadi babu lu sebulan kak! Gak seminggu aja" tawar zacky pada reza. Sedangkan yang lain hanya memperhatikan sambil makan beda halnya dengan nathan yang masi fokus membaca dan sedikit memikirkan sesuatu.


'Siapa?' batin nathan.


"Lu berani nolak makan hukuman babu lu gw tambah jadi 2 bulan. Nurut atau gw tambah" ucap reza.


"Ck! Iya-iya oke! Gw jadi babu lu sebulan! Iya! Puas lu" kata zacky dan langsung dihadiahi senyuman miring reza.


"Gw uda selesai makan mau nyusul dia, zacky makan cepet atau tinggalin" titah dzaka.


"E-eeh gw gw ikut biarin tinggalin aja makanan gw" ucap zacky buru-buru mengejar dzaka. Setelah kepergian zacky dan dzaka mereka semua langsung bertanya-tanya.


"Kayak ada yang aneh gak si?" tanya haidar pada teman-temannya.


"Hmm, gw juga ngerasa. Dan si dzaka itu beneran senior? Badan kecil banget dan gw juga baru pertama liat dia" ucap zaim sambil mengingat kembali wajah dzaka.


"Dasar lu nya aja suka main dan jarang ngampus" jawab reza.


"Yang tadi siapa?" tanya nathan tanpa nada.


"Yang mana?" tanya haidar.


"Yang pergi tadi"


"Ya mana gw tau dia belum kenalan" jawab haidar dan mendapat anggukan dari nathan.


"Kenapa?" kini giliran reza yang bertanya.


"Wajah nya gak asing"


"Lu pernah ketemu sama dia mungkin tapi lu gak inget" jawab zaim sambil memakan kembali makanannya.


"Bisa jadi" jawab nathan.


'Pernah ketemu? Siapa? Dan dimana?'


~


...Jangan lupa like...


...Komentar...


...Favorit...