
...~...
Seorang pemuda sedang berjalan sambil kepalanya bergerak ke kanan dan kekiri seperti mencari sesuatu.
"Ck! Mana sih tu anak gw cari dari tadi gak nemu²" gerutunya, hingga ia teringat akan sesuatu dan langsung pergi.
Sementara itu di tempat lain seorang pemuda sedang berlatih bermain basket di halaman sekolah. Ia hanya sendiri di sana karna jadwal pulang sekolah sudah lewat 30 menit yang lalu tapi ia tetap disitu untuk bermain basket. Ia begitu fokus bermain sampai ia di kaget kan dengan suara yang ia kenalin sedang berteriak memanggil namanya.
“WOY! REY LU DIMANA?!" panggil orang itu.
"GW DI BELAKANG NAT!" jawabnya ikut berteriak.
Seseorang pun muncul dan langsung masuk ke lapangan basket. Ia melihat temannya yang sangat giat bermain basket sampai bajunya basah karena keringat.
"Buru kita pulang! Gak perlu latihan lagi lu udah jago kok rey"
Ia pemuda itu adalah REYHAN MAHENDRA SAPUTRA (jungkook) seorang kapten basket paling pro di sekolah-nya. Reyhan sendiri adalah murid paling pintar dalam berbagai bidang dan sangat sopan tidak banyak guru yang sangat menyanyanginya. Ia sekarang duduk di bangku 2 SMA jurusan IPA. Sekarang umurnya sudah genap 17tahun.
"Ck! Tunggu sebentar lagi nat, tanggung ini lu tunggu di kursi itu aja gih" sungutnya.
"Cepet lah mama gw udah nunggu lama tuh kasian mama gw!" ucapnya memperingati.
"Iya-iya nathan ku" jawab Reyhan sambil tersenyum manis kearah nathan.
Ya temannya adalah NATHAN AHMAD PRABU TIRTA (taehyung). Nathan sendiri adalah temannya Reyhan yang dimana mereka sudah berteman dari kecil jadi tidak heran kenapa mereka selalu berdua jika kemana-mana. Nathan sendiri orang yang sangat cuek dan dijauhi ia tidak suka keributan, tapi berbanding terbalik jika ia bersama dengan Reyhan temannya. Ia akan sangat banyak bicara. Sifatnya yang dingin, batu, ketus dan jarang bersosialisasi membuatnya sangat di takutin terlebih kembali ia adalah KETOS di SMA ini ia sekelas dengan Reyhan. Sifatnya sangat berbanding terbalik dengan Reyhan, Reyhan sendiri orangnya mudah tersenyum, lembut, dan mudah bersosialisasi, tapi sifatnya akan berbeda jika ia bersama dengan nathan. Ia akan menjadi sangat manja.
*15 menit kemudian.
"Hahh... Hahh.. Hahh.." Reyhan terengah-engah setelah 1 jam bermain tanpa henti.
"Cape?" tanya nathan melihat wajah Reyhan yang memerah dan berkeringat.
"Iya... Cape banget hahh... Lu masi ada minun gak gw haus banget nih~" rengeknya kepada nathan. Dan nathan langsung merogoh tasnya, untunglah minumnya masi tersisa dan kemudian is berikan kepada Reyhan.
"Huwaaa legaaa~"
"Udahkan? Ayo pulang mama gw uda nelpon dari tadi"
"Iya-iya maaf karena gw lu sama mama jadi nunggu hehe"
"Cepet ganti baju sama baju gw, baju lu basah bau lagi"
"Ihh gak bau nat!"
"Gak bau?" nathan langsung mendekat ke arah Reyhan dan melangkah menghampirinya lalu mendekatkan wajahnya ke arahan Reyhan. Reyhan terpaku melihat tatapan mata nathan ia jadi kikuk sendiri.
"E-eh... Lu mau ng-ngapain..." jawabnya gugup. Namun nathan sudah berhenti tepat di depannya jaraknya sangat dekat mungkin jika nathan memajukan tubuhnya sedikit saja, mungkin mereka akan berciuman. Nathan terus menatap Reyhan dengan tatapan teduh berbeda dengan nathan yang selama ini orang lain kenal, nathan yang mereka tahu adalah nathan dengan mata sinis dan tajamnya.
"Na-nat... Lu mau ap sih, mi-minggir gw gerah abis latihan" Reyhan berusaha menjauh tapi nathan langsung menarik lengannya hingga ia tersentak. Nathan memajukan wajahnya kearah leher Reyhan. Sensasi geli dan panas dari nafas nathan membuat Reyhan merinding.
"Iya, gak bau lu tetap wangi" jawab nathan dan kembali memundurkan kepalanya lalu menghadap ke wajah Reyhan yang sudah memerah.
"Wajah lu merah, kenapa?"
"Ish lu nyebelin! Udah ah gw mau ganti baju aja!" sungut Reyhan marah dan berjalan ke arah toilet.
"Hahaha ada-ada aja" nathan membereskan barang-barang Reyhan lalu membawa tas Reyhan. Setelah berapa menit akhirnya Reyhan keluar dan mereka langsung berjalan ke arah gerbang sekolah.
"Eh rey, gw mau ke toilet dulu lo duluan aja nanti gw nyusul"
"Hmm" jawab Reyhan sambil membaca buku dan mendengarkan earphonenya.
Reyhan terus berjalan sampai akhirnya ia sudah samapai di depan gerbang. Di sana terlihat sangat sepi dan hanya ada satu mobil yang terparkir didepan gerbang itu. Ya itu mobil mama-nya nathan.
"Reyhan! Sayang mama di sini nak, rey?" mama nathan memanggil Reyhan namun Reyhan tidak mendengarnya karena suara musik dari earphones yang sangat kencang. Dan sepertinya ia tidak sadar jika ia terus berjalan sampai ia berapa di jalan besar.
Mama nathan yang melihat itu pun kaget dan segera berteriak, ia berlari menghampiri Reyhan untuk menyelamatkan anak itu. Karena di depan sana ada truk besar sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Reyhan yang tidak menyadari jika ia dalam bahaya hanya bisa berjalan dan terus membaca buku hingga suara klakson truk itu mengejutkannya.
Reyhan terkejut dan seketika ia tidak dapat berfikir harus bagaimana seluruh tubuhnya lemas dan kakinya tidak bisa digerakkan, ia mematung disana. Sampai seseorang mendorongnya kedepan agar tidak tertabrak oleh truk itu. Truk sendiri sepertinya tidak bisa menghentikan kecepatan truk dan alhasil...
BRAKK!
Reyhan berhasil selamat dari kejadian tersebut, ia terjatuh diaspal yang keras hingga kakinya terkilir disertai siku Reyhan lecet dan mengeluarkan darah. (Posisinya si Reyhan cuma ganti baju atasnya aja sama baju bebas kalo celana dia masi pake celana latihan basket tadi)
Ia menolehkan kepalanya ke belakang melihat orang yang sudah menyelamatkannya tadi. Tapi betapa terkejutnya ia melihat orang yang menolongnya adalah...
"TAANTEEEE"
Ia melihat bagaimana truk itu menyeret jauh mamanya nathan.
Ia pergi menghampiri mama nathan dan merinding melihat tubuh itu. Ia tidak bisa berkata-kata selain menangis. Ia sangat takut... dan perlahan berjalan ke arah mama nathan dengan dada berdebar kencang.
"Ta-tante..."
"Tante ba-bangun... Tante..."
"Hiks tante... Bangun Reyhan mo-mohon hiks tantee..."
"Ma-maafin Reyhan tante... Karena Reyhan tante jadi gini hiks..."
Orang-orang mulai menggerumuni. Beberapa orang yang melihat itu ada yang mual, jijik, merinding, dan ada pula yang takut karena melihat kondisi mama nathan yang sudah tidak bernyawa dan juga sangat sulit di jelaskan. Sebagian orang sudah ada yang menelepon ambulan.
Sementara itu nathan yang baru selesai dari toilet pun langsung pergi ke arah gerbang sekolah dengan raut wajah kebingungan.
"Ck! Kemana Reyhan uda gw bilang tunggu di depan sekarang malah ilang" ia mencari-cari keberadaan Reyhan namun tidak ketemu.
"Apa udah di mobil sama mama ya? Gw samperin aja dulu" ia menghampiri mobil mamanya dan terkejut melihat pintu mobil terbuka dan tidak menampakkan wujud kedua orang.
"Mama kemana? Kenapa pintu kebuka? Dan Reyhan mana?"
Setelah itu matanya menangkap situasi kecelakaan yang dimana orang-orang bergerombol disana.
"Ah, mungkin mama ke sana liat kecelakaan mama kan orangnya kepo"
Nathan pun pergi menghampiri ke arah gerombolan itu ia penasaran segitu parah kah sehingga banyak orang yang bergerombol. Ia menerobos melihat seperti apa kecelakaan itu dan betapa terkejutnya ia melihat korban kecelakaan itu adalah mamanya sendiri.
"MAMMAAAAAAA!!!"
Dengan terburu-buru ia menghampiri keduanya dan mendorong tubuh Reyhan kebelakang lalu memeluk tubuh mamanya yang sudah lemas.
"Ma... Bangun ma, nathan mohon mama bangun..."
"Aku sayang mama... Mama jangan tinggalin aku ma... Aku gak mau ma, plis buka mata maa"
"Aku bakal nurut apapun kata-nata mama tapi aku mohon mama bangun.. Bagun ma!!"
"MAMA BANGUN MA! JANGAN TINGGALIN NATHAN!!!"
Nathan menangis histeris dan berusaha membangunkan sang mama yang sudah tidak bernyawa.
Beberapa menit kemudian ambulan datang dan membawa jasad mamanya nathan untuk dibersihkan dan di makamkan.
Sesampainya di rumah sakit nathan masi menangis menunggu papanya datang. Kini sisi lain dari nathan keluar, sisi rapuhnya. Sedangkan Reyhan hanya terduduk lemas dan menundukkan kepalanya ia tidak berani membuka mulut. Jujur ia sangat takut sekarang bayangan kecelakaan itu kembali terngiang di pikirannya. Ia berusaha menahan tangannya yang sedari tadi gemetar.
"Tahan rey tahan jangan nangis, tahan" gumam Reyhan menguatkan dirinya. Ia duduk di kursi sedangkan nathan berdiri menempelkan punggungnya pada dinding rumah sakit sambil memejamkan mata.
"Ma... Aku lemah kalo gak ada mama.."
"Aku harap mama bangun... Bagun ma demi aku dan adek...."
"Aku mohon..."
"Ini hanya mimpi kan ma? Gak mungkin mama ninggalin aku kan?..."
"Mama... Aku sayang mama..."
Dari arah kejauhan seseorang berlari sambil menggendong anak kecil sedang berlari ke arah nathan. Dia adalah papanya nathan. Ia menurunkan anak yang ia gendong tadi menyuruh anak itu menghampiri Reyhan sedangkan ia menuju ke arah nathan dengan wajah cemas.
"Nathan gimana kondisi mama nathan..."
"Mama kamu gak kenapa-kenapa kan nak? Jawab papa nak..." tanya papanya dengan cemas.
"..." nathan membisu dan hanya terus menangis. Karna tak kunjung menerima jawaban dari anaknya pria itu menghampiri Reyhan dan bertanya padanya.
"Rey, tante gak Kenapa-kenapa kan rey, jawab om! Kasi tau om kalo istri om gak kenapa rey... Istri om gak mungkin meninggal rey.."
"Ma-maaf..." lirih Reyhan dengan sangat pelan. Ia bercerita apa yang sebenarnya terjadi dengan nada sedikit gemeteran. Menceritakan itu sekaligus mengingatkan dia pada kecelakaan tadi. Sekuat tenaga agar paniknya tidak kambuh. Setelah mendengar cerita Reyhan pria itu lemas begitupun dengan nathan.
"Ma-maafin aku om... Nathan maafin gw... Maaf hiks... Maaf..."
"Maaf gw uda bikin mama lu... Hiks maafin gw..." Reyhan menundukkan kepalanya.
"BRENGSEK!"
"GARA-GARA LU MAMA GW MENINGGAL, GARA-GARA LU ORANG YANG GW SAYANG UDA GAK ADA! PENGUAT GW UDA GAK ADA REYHAN!!" nathan berteriak marah ke kepada Reyhan.
"Gw gak akan pernah maafin lu!" nathan maju hendak menghajar Reyhan namun di halangi oleh papanya.
"Pah! Lepasin nathan pah! Karena dia, karena dia mama meninggal pah!" marah nathan dan berusaha melepaskan diri dari papanya. Sedangkan Reyhan ia hanya menundukkan kepala dan menangis bahkan tubuhnya gemetar.
"Sabar nathan! Itu bukan salah dia! kecelakaan ini udah takdir" papanya berusaha menyadarkan anaknya agar tidak bertindak bodoh. Melihat itu Reyhan pun bangkit dan bersujud di kaki nathan sambil memohon kepadanya.
"Gw mi-minta maaf, gw udah buat mama lu jadi gini gw minta maaf hiks... Gw..."
"Enak banget lu ngomong maaf setelah lu bunuh mama gw!"
"Seandainya lu gak ceroboh mama gw gak bakal mati! Seandainya lu gak... Seandainya... Hiks... Mama gw gak bakal ninggalin gw rey... Hiks"
"Nathan... Gw-"
"GW BENCI SAMA LU! GW BENCI! LU UDAH BIKIN MAMA GW MENINGGAL GW BENCI SAMA LU!!!"
DEG
"Mulai sekarang lu bukan lagi sahabat gw! Gw benci sama lu,dan jangan harap gw bakal maafin lu!"
Setelah mengatakan itu Nathan pergi meninggalkan Reyhan yang masi bersujud di situ. Reyhan hanya bisa menangis dan menyebutkan kata maaf, ia benar-benar menyesal dan bersalah. Dan hatinya sakit setelah Nathan membentak nya bahkan dia membenci Reyhan. Kini Reyhan bukan lagi sahabat Nathan melainkan musuhnya.
"Bangun rey, jangan gitu" papanya nathan menghampiri dan memeluk Reyhan.
"Om gak akan menyalahkan kamu, mungkin ini uda takdirnya,walapun om sendiri belum ikhlas tapi om percaya sama kamu"
"Om udah maafin kamu... Kamu bukan orang jahat dan sengaja bikin istri saya pergi..."
"Tapi om.. Hiks ini salah aku om hiks.. Nat-nathan sekarang benci sama aku om hiks.."
"Udah ya jangan di pikirin lagi, masalah nathan om bakal urus dia" papa Nathan melepaskan peluka.
"Lagipula kamu juga luka, kenapa gak sadar? Kita obatin dulu luka kamu ya?" ia kemudian membantu Reyhan berdiri dan meminta suster untuk mengobati luka Reyhan. Setelah itu mereka semua pergi untuk memakamkan mamanya nathan.
Setelah pemakaman itu Nathan terus menangis dia tidak rela mamanya pergi meninggalkan ia dan adiknya yang masi kecil. Ia melirik ke arah Reyhan dengan tatapan tajam. Ia menarik Reyhan agar menjauh dari pemakanan dan langsung mendorong Reyhan hingga terjatuh ia tidak memikirkan kondisi Reyhan. Nathan sudah terlanjur marah dan diselimuti aura dendam.
"GARA-GARA LU! MAMA GW PERGI!" sentaknya marah. Reyhan hanya bisa diam.
"Gw bakal balas dendam sama lu! Gw gak bakal biarin hidup lu tenang setelah lu bikin mama gw mati!" gumam nathan tepat di telinga Reyhan. Reyhan menangis, ini bukan nathan yang ia kenal...
Setelah kejadian itu Nathan dikabarkan pindah dan ia memilih ikut pamannya yang berada diluar negeri. Reyhan sangat sedih ia tidak dapat bertemu Nathan, teman kecilnya itu sudah pergi.
"Gw bakal bikin hidup lu menderita liat aja nanti"
.../...
"Gw minta maaf... Dan gw mohon lu kembali..."
*Dan beberapa tahun kemudian
...~...
...Halo Halo!! Gimana seru gak ver novel nya? Lebih rinci kan? Gw sengaja buat agak detail biar enk gitu dan ini insyallah gk ada typo klo ad maapin〈😗ノ . ...
...Jangan lupa like...
...Komentar...
...Favorit...