
"Tante...
Jack izin sebentar ke kamar mandi"
"Iya, kamu tau tempatnya kan?.."
"Iya, tau tante"
Ayahnya Dhyta bersembunyi karena melihat Jack menuju kearanya, jujur saja ini adalah kali pertama Jack berbicara kepada Ayahnya Dhyta tanpa gugup, dengan memberanikan diri, Jack bertanya kepada Ayahnya Dhyta, "Pa...paman ingin bicara dengan tante?..."
(Ayahnya Dhyta bernama Doni Fardana)
Doni tersentak kaget, mendengar suara anak kecil yang ada didepannya
"Iya, bagaimana Jack bisa tau?...", Doni bertanya dengan nada yang lembut
"Jack hanya merasa begitu, Paman Doni bicaralah dengan Tante Nita, Jack mau ke kamar mandi sebentar", Jack hanya merasa, Ayah dan Bundanya Dhyta perlu bicara tentang keadaan Dhyta.
Maka dari itu, Jack memilih pergi dengan alasan ke kamar mandi, agar tak mengganggu mereka mengobrol, meski Jack adalah anak laki-laki yang baru menginjak usia 8,5 tahun, Jack dapat berpikir lebih dewasa daripada umurnya.
Jack menuju kamar mandi, dia merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang,
"Ahh...
Mungkin itu Sia", dengusnya dalam hati.
Setelah masuk ke kamar mandi, Jack langsung membasuh muka dan menghadap cermin, dan ya, itu Sia, Sia menatapnya dengan tajam,
"Ada apa Sia?...
Kenapa kamu menatapku dengan pandangan yang tidak enak?...", tanyanya sembari mematikan kran air
"Jack, apa kau bisa melihatku?...", Sia yang umurnya lebih tua 4 tahun dari Jack itu, bertanya memastikan
"Ya."
"Apa yang terjadi pada Dhyta?..."
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu Sia", dengan perasaannya yang senang, sedih dan rasa ingin tahu bercampur aduk menjadi satu.
Dia meninggalkan Sia yang terus bertanya dan terus mengikutinya.
"Jack", seseorang berparas cantik, memiliki bulu mata yang lentik, rambut hitam lebat yang diikat itu memanggilnya, Jack pun berpaling ke belakang
"Ya?...
Ada apa Tante Nita?...", dia bertanya sambil berlari menuju tempat Anita duduk
"Ini sudah sore, ayo Tante antar pulang", mengajak Jack pulang dengan menggandeng tangan Jack yang kecil itu menuju ke mobil miliknya.
Jack hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.
" tok tok tok"
"Mama, Jack pulang", teriaknya sambil mengetuk pintu rumahnya, yang kemudian dibukaboleh Mamanya
"Oh, Jack, katanya tadi nggak lama?..., kok sampe sore?...", tanyanya sambil jongkok didepan Jack, dan membelai rambut Jack.
Mamanya kaget melihat wanita
yang berdiri dibelakang Jack.
"Eh...Anita, mari masuk dulu,
Jack masuk kekamar ya, Tante Nita mau bicara sebentar sama Mama", menawari Anita untuk duduk, serta meminta Jack untuk masuk kekamar.
Jack mengangguk sebagai jawaban.
Tetapi Jack tidak masuk kedalam kamar, dia malah berdiri dibelakang vas bunga yang diukir gambar bunga orchid warna ungu dan putih yang besar, sehingga Mamanya maupun Anita tak bisa melihatnya.
"Mila maaf, besok-besok kalau Jack mencari Dhyta, tolong ibu bilang apa aja, pokoknya jangan sampai Jack datang menemui Dhyta", dia meminta tolong sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa Nita?..., ada apa?..., kok tiba-tiba gini, apa putraku melakukan kesalahan pada Dhyta?..., atau__", pertanyaannya itu di sahut langsung oleh Anita.
"Nggak, nggak, bukan salah Jack, justru aku melakukan ini karena Jack adalah sahabatnya Dhyta, ini juga untuk kebaikan mereka berdua", menundukkan kembali kepalanya, sembari menggenggam erat tangan yang satunya.
"Kebaikan mereka?...
Maksudnya gimana Nita?...", tanyanya sambil mengerutkan keningnya.
"Iya, Dhyta terkena penyakit tumor, dan rumah sakit disini tidak bisa menangani karena rumah sakit mereka tidak mempunyai banyak peralatan yang dibutuhkan", Nita menjelaskannya dengan pipi yang memerah dan air mata bercucuran, dan matanya pun mulai memerah dan juga mulai sembab.
"Haaaaah!!!!.....
Tumor kamu bilang?...", Mamanya Jack yang terkejut langsung memeluk erat tubuh Anita, dan perlahan mengusap air matanya.
"Tenang Nita, kita akan cari solusinya bersama-sama, oke, tenang masih ada aku dan keluargaku yang akan membantu keluargamu", Nita dan Mamanya Jack (Mila) mereka adalah sahabat SMA, yang terpisah saat perpisahan, dan melanjutkan pendidikan mereka masing-masing, mereka bertemu kembali saat Mila mengantarkan Jack kerumah Dhyta.
"Mila, aku sudah banyak merepotkan keluargamu", jawabnya, yang ditemani isak tangis Anita.
"Aku akan membantumu sebisa ku Nita, bagaimanapun kamu adalah sahabatku", jawabnya sembari mengelus punggung Nita, dan mengatakan beberapa patah.
Setelah mendengar itu, Jack langsung lari kepelukan Mamanya dan menangis sekeras-kerasnya.
"Mamaaaaa.....
Dhyta...hiks...kenapa?...hiks, aku tak mau..hiks...kehilangan...Dhytaaaaaa...", rengeknya kepada Mila dan Nita.
"Hwaaaaaa Dhyytttaaaa...
Janggaaaaan tiinggaaaalliiiin Jaaaack!!!....", tangisannya begitu keras, sambil berlari ke kamarnya dan mendorong pintu sekuat tenaganya, dan tak sengaja membangunkan papanya.