Indigo Girl

Indigo Girl
Awal Perpisahan



Sesampainya dirumah sakit 'Orchid Hospital City', Dhyta segera di masukkan kesebuah kamar, untuk menjalani pemeriksaan lanjut, saat itu ada orang yang memakai kacamata dan mengenakan jubah berwarna putih bersih, juga mengenakan masker, yang masuk keruangan itu untuk memeriksa Dhyta.


Tak lama kemudian, dokter itu keluar dari kamar tempat Dhyta deperiksa tadi, dan mengobrol dengan Bundanya Dhyta.


"Pak, Bu...


Maaf, kami tak bisa melanjutkan pemeriksaan ini", Dokter berbicara dengan sangat hati-hati


"A...apa yang Dokter bicarakan?...


Saya tidak mengerti, bisa tolong jelaskan?...", suara Anita bergetar, dan dia menangis tersedu-sedu.


"Pak..


Bisa tolong ikut saya ke ruangan saya?..., ada hal harus saya bicarakan pada anda", ajak seorang Dokter itu, dengan nada yang serius.


"Baik Dok", Ayah Dhyta menerima ajakan Dokter itu, dan berjalan dibelakangnya, mereka berjalan dengan langkah yang sangat tergesa-gesa.


Disaat itu Anita masih menangis, Dokter tidak membolehkanya ikut keruangannya. Dokter berpikir, Ayahnya akan bisa menjelaskanya ke pada istrinya saat istrinya sudah mulai tenang.


"Pak...


Sepertinya anak anda harus menjalani perawatan khusus, dan kami hanya memiliki sedikit peralatan dari yang dibutuhkan untuk mengobati putri anda", Dokter berbicara dengan hati-hati, sembari Dokter menunggu jawaban dari Ayahnya Dhyta, Dokter mengecek kembali hasil pemeriksaan Dhyta, dengan cermat, tanpa ada yang terlewati sedikit pun.


"Lalu...


Apa yang harus saya lakukan untuk menyembuhkan anak saya?...", dia bertanya, mengharap penjelasan lebih dari Dokter.


"Sepertinya putri anda perlu ke Rumah Sakit khusus untuk tumornya"


"A...apa!", Dokter tersentak kaget, sama kagetnya dengan Ayahnya Dhyta


"Iya Pak"


"Baiklah Dok, akan saya bawa putri saya ke Dokter spesialis khusus, akan saya lakukan yang terbaik untuk putri saya, dan terima kasih Dok, atas bantuannya untuk hari ini, saya permisi", ayahnya Dhyta menuju ke pintu dan akan keluar dari ruangan itu, tapi suara Dokter itu menghentikannya


"Pak, sebaiknya anda memberi tau istri anda nanti, biarkan dia tenang terlebih dahulu, dan putri anda Dhyta, bisa dirawat disini untuk sementara"


"Terima kasih Dok, akan saya berusaha mencari Dokter untuk putri saya"


Dan ayahnya Dhyta pun keluar dari ruangan Dokter itu, dan melihat istrinya dihibur oleh Jack, dia pun sudah tak menangis seperti sebelumnya, dan Ayahnya Dhyta diam diam mendengarkan pembicaraan mereka dari balik tembok


"Tante... tau tidak apa yang terjadi saat aku diperjalanan tadi?..."


"Kenapa?...


Ada apa?...", tanya Anita sambil mengusap air matanya, dan membelai rambut Jack


"Saat Jack keluar dari rumah, mama bilang agar aku lompat setinggi-tingginya saat ada semut lewat?..."


"Lalu?...", Anita bertanya sambil tersenyum simpul pada Jack yang berusaha menghiburnya


"Saat itu Jack melihat semut yang berkerumunan di sisa-sisa makanan yang jatuh, dan Jack melompat karena ingat kata-kata Mama, tapi Jack bilang ada curut bukan ada semut, dan orang-orang yang lewat memperhatikan Jack sambil tertawa, Jack kan malu ditertawa'in


hehe...", Jack bercerita kepada Anita sambil dia memperagakannya.


   


Tanpa sadar Anita tertawa sambil memegangi perutnya, suaminya tersenyum saat melihat istrinya tertawa, dia jadi tak tega untuk memberi tau istrinya bahwa putri satu-satunya yang mereka miliki, ternyata mengidap tumor dan terpaksa harus dibawa ke Dokter khusus juga terpaksa dijauhkan dari Jack untuk beberapa tahun kedepan.