
"Ha???.....
Iyakah?..."
Dengan nada heran memandang teman-temannya
"Iya benar, tak ada siapapun di sebelahmu", sahut Chelsi dan Mega secara bersamaan.
"Ya sudah lah, aku akan pergi ke kamar mandi sebentar", kata Dhyta sembari meletakkan tas di bangkunya, dan menitipkan absen kepada Jack (teman sebangkunya) jika ia belum masuk kelas saat guru sudah datang.
"Terima kasih Jack"
"Tak masalah"
Saat Dhyta dikamar mandi ia menghadap ke cermin dan berbicara pada Sia.
"Sia...
Maafkan aku, tapi kata mereka, mereka tak bisa melihatmu"
"Aku tak apa, dan aku juga sudah menduga akan seperti itu"
"Kenapa kamu bicara seperti itu?..., kamu bisa bicara padaku jika kamu mau"
"Saat aku pulang, aku memanggil ibu dengan sangat keras, aku menjerit sangat keras, tetapi ibu tak melihatku sama sekali (ku harap ibu bisa melihatku)"
"Aku tak tau harus berbuat apa, aku akan masuk ke kelas, sebentar lagi kelas dimulai, kamu pulanglah, jaga dirimu, oke?"
"Baiklah"
Sambil berjalan menuju kelasnya, Dhyta melihat anak laki-laki berambut hitam pekat, yang mengkilap saat terkena sinar matahari, matanya berwarna hitam, dia keluar kelas karena dihukum oleh bu guru,
"Hai... Jack
Kok kamu diluar?..."
"Aku dihukum oleh Bu Dina"
"Dengan alasan apa?..."
"Aku lupa membawa buku gambar ku", Javk menggerutu sambil menggambar ditanah.
"Kenapa kamu tak pinjam milikku saja?...
Kamu bisa mengambilnya di tasku jika kamu mau,bilanglah pada bu Dina,kalau buku gambarmu aku pinjam",Dhyta tersenyum karna melihat temanya senang.
"Benarkah!!!"
"Tak masalah, aku membawa 2 buku gambar", dengan senyuman mereka kembali ke kelas.
"Jack, kamu masih dihukum, jadi tidak boleh masuk kelas sebelum pelajaran ibu selesai", bu Dina menjelaskan hukumanya pada Jack
"Ibu Guru, saya lupa, saya meminjam buku gambar milik Jack kemarin, dan aku lupa memberikanya", Dhyta menjelaskannya kepada ibu Guru
"Baiklah kalau begitu", jawaban bu Guru,sambil menggandeng Jack dan Dhyta ketempat duduknya
Pelajaran SBK pun usai dan mereka berdua pergi ke kantin sekolah bersama.
Saat mereka tiba dikantin
Jack bertanya kepada Dhyta
"Dhyta...
Siapa yang kamu kenalkan di depan tadi?..."
"Itu temanku, namanya Ananthasya, aku memanggilnya Sia..
Kenapa?...
Apa kamu melihatnya?..."
Tanya Dhyta kepada Jack tanpa jeda, itu sangat membingungkan bagi Jack.
"Aku tak melihatnya dengan jelas, aku melihatnya samar-samar", jawab Jack,
"Tapi aku merasa dia bukan teman yang baik untukmu", pendapat Jack tentang Sia, karna Jack memiliki kemampuan untuk melihat aura seseorang dengan jelas, dengan bentuk sebuah warna.
"Dia lah yang sejak kecil bersamaku, Jack, apa yang membuatmu berkata seperti itu?...", Dhyta meminta Jack menjelaskan tentang pendapatnya itu
"Terlalu rumit untuk ku jelaskan..
Oh ya Dhyta, aku harap selama ke depannya kamu tetap bersamaku begitu juga dengan mu, kau mau jadi sahabatku?...", tawarnya kepada Dhyta, dengan niat tersembunyi
"Baiklah...
Aku janji, kita bersahabat mulai sekarang"
Mereka menjadi sahabat erat yang tak terpisahkan mulai sekarang, Jack sering berkunjung ke rumah Dhyta, begitu juga Dhyta, ia juga sering berkunjung ke rumah Jack.
Setelah persahabatan mereka terjalin selama 1 bulan, Bunda Dhyta, Anita, memutuskan sebaiknya Dhyta tidak bersekolah lagi mulai sekarang, Dhyta akan didatangkan guru Privat dirumahnya, dan Dhyta pun menjadi murid home schooling.