
Mereka pergi mengikuti sang rubah ke tempat yang dimaksud rubah untuk menyembuhkan Gordon yang terluka berat
Albert: "Apa masih jauh. Di cuaca yang buruk seperti ini malah membuat diriku teringat sesuatu"
Rubah: "Mengingat apa?"
Albert: "Berhati hati, jangan membuat gerakan yang paling mencolok. Mungkin saja dia mendengarnya"
Seketika dari jarak puluhan meter muncul samurai. Samurai tersebut mengeluarkan tebasannya
Albert dengan mudah menghindari tebasan secepat cahaya tersebut dengan menggulingkan badannya kebawah
Albert: "Dia lah yang harus kita waspadai. Ayok cepat berlari kita tidak akan ada waktu lama lagi disini dia sangat cepat"
Rubah: "TU-TU-TUNGGU KAU INI APA?!"
Albert: "Bertanya nya nanti saja" Albert berlari sembari membawa rubah di tangannya
Samurai tersebut meloncat tepat diatas Albert dengan ketinggian 3 meter diatas kepala Albert. Albert melempar rubah dan Gordon lalu meloncat
Amanda: "Oi Albert apa yang kau lakukan?!"
Albert: "Aku akan menghadapinya sekarang. Aku harus mengakhirinya"
Amanda: "Bodoh kau tak akan mungkin menang. Kita harus terus berlari"
Albert: "Diamlah dan mundur. Bawa Gordon bersamamu, kalian berdua harus selamat"
Albert berlari memutari samurai. Samurai dengan mudah dapat membaca pergerakan Albert lalu menebas Albert tepat di telapak kaki kirinya, telapak kaki Albert putus lalu Albert terjatuh karena kehilangan keseimbangan
Albert: "Inilah akhirku"
Samurai tersebut datang ke hadapan Albert lalu menodongkan katananya di muka Albert. Samurai mengambil ancang ancang dan hendak menebas kepala Albert
Albert: "Ini adalah akhirku, bersama mu juga"
Seketika area tersebut meledak yang membuat samurai terhempas akibat ledakan tersebut. Albert ternyata sudah menyiapkan bubuk mesiu untuk meledak kan dirinya bersama dengan samurai tersebut
Albert juka terlihat terpental akibat ledakan tersebut dan mendarat di tumoukan salju. Albert terbangun dengan memegang sebuah baja ditangannya
Tembok yang anti bom tersebut sudah disiapkan Albert juga untuk keadaan segenting ini. Baja tersebut ia dapatkan dari tembok pemerintah dunia
Albert: "Hampir saja aku tewas. Mereka bertiga berlari terus ke arah barat daya. Aku juga harus cepat ke arah barat daya"
Albert berlari ke arah barat daya. Di tenpat samurai, samurai tersebut bangun kembali tanpa luka di tubuhnya. Lalu samurai berjalan entah kemana tanpa tujuan yang pasti
Ditempat rubah, Gordon, dan Amanda mereka sudah tiba ditempat yang dimaksud rubah. Tempat tersebut berada dibawah tanah. Rubah tersebut menyuruh Amanda yang membawa Gordon turun ke bawah tanah tersebut
Dibawah tanah tersebut berisi tempat tidur dan meja yang banyak sekali benang dan jarum. Gordon pun diantarkan ke kasur
Rubah: "Hey ambil lah kotak p3k di lemari. Aku akan menjaganya disini"
Amanda: "Biar aku yang mengobatinya. Aku mengerti cara pengobatan"
Rubah: "Baiklah cepat ambil"
Amanda berjalan ke lemari lalu mengambil kotak p3k dan setelah itu Amanda memberi perban untuk menutupi luka di perutnya Gordon
Rubah: "Kau tunggu disini. Aku akan keluar"
Amanda: "Kau ingin kemana?! Tetaplah disini"
Rubah: "Aku harus mencari Albert. Berbahaya untuk menghadapi samurai itu seorang diri"
Amanda: "Apa kau mengenali samurai tersebut?"
Rubah: "Nanti akan ku jelaskan. Yang pasti aku harus mencari Albert terlebih dahulu"
Sang rubah keluar dari basement bawah tanah tersebut untuk mencari Albert. Setelah berkilo kilo meter dilewati akhirnya sang rubah menemukan Albert yang terlihat pingsan di tengah badai salju
Rubah: "Kau ini merepot kan saja. Jangan sok mau jadi pahlawan"
Rubah tersebut menggigit pakaian sweater albert lalu menarik perlaha lahan kembali ke basement. Setelah rubah menempuh ratusan meter, mereka berdua bertemu kembali dengan samurai
Samurai tersebut menatap sang rubah, dan seketika tubuh sang rubah membeku. Samurai tersebut dapat membeku kan sang rubah
Rubah: "Aku harus terus melawan. Tapi bagaimana tubuhku kecil dan tidak bisa keluar dari es ini"
Samurai jalan perlahan lahan ke arah mereka sambil memegang katana. Rubah terus berusaha menghancurkan es yang ada ditubuhnya
Samurai tersebut menebas rubah tersebut. Namun dengan cepat Albert terbangun dan mengeluarkan tembok baja yang ada di punggungnya lalu memegangnya layaknya perisai
Namun percuma, tebasan tersebut menembus tembok baja tersebut perlahan lahan. Alnert dengan cekatan mengambil kuda kuda lalu menghempaskan tebasan tersebut ke arah langit
Tebasan tersebut terus terbang. Namun yang tidak diketahui oleh mereka berdua bahwa tebasan tersebut sudah membelah plant mars menjadi dua bagian akibat Albert yang menghempaskan tebasan tersebut ke langit
Albert: "KELUARR LAHH KAUU!"
Albert menghancurkan es yang menjebak rubah. Setelah itu Albert membawanya berlari kembaliterus menerus ke arah basement
Samurai pun tidak mengejarnya kembali. Ia terus berjalan menurut nalurinya. Alnert dan rubah sudah berlari berkilo kilo meter dan akhirnya mereka sampai ke basement tempat Amanda yang sedang merawat Gordon
Albert: "Apa Gordon selamat?"
Amanda: "Humm tentu saja"
Albert: "Tunggu kau dapat pakaian itu dari mana"
Amanda: "Aku membuatnya sendiri. Baru saja selesai"
Albert: "Jadi begit-"
Albert terjatuh dan pingsan. Albert pun dirawat, setelah di cek oleh Amanda kalau Albert mengidap penyakit sakit kepala kronis
Amanda: "Bahaya Albert terkena sakit kepala kronis. Penyakit ini sudah lama didalam tubuh Albert, dia menahan rasa sakit kepalanya itu selama ini. Bukan hanya itu dia juga baru saja memiliki luka bakar di perutnya ini, mungkin itu terjadi saat bertarung dengan samurai sebelumnya itu"
Seketika Gordon terbangun dengan setengah kesadaran. Amanda pun segera menghampiri Gordon dan mengambilkan air putih
Gordon: "Dimana ini. Kepalaku sakit sekali"
Amanda: "Jangan banyak gerak kau minumlah air putih ini"
Gordon: "Apa kita berhasil keluar dari bangunan pemerintah"
Amanda: "Tentu saja"
Gordon: "TUTU TUNGGU DULU KAU SIAPA?"
Amanda: "Ahh iya aku lupa memperkenalkan diri. Aku Amanda, baru saja keluar dari kapsul, dan yang mengeluarkan aku dari kapsul tidur adalah Albert"
Rubah: "Jadi cara menyembuhkan penyakit kepala kronis bagaimana. Apa kita akan menemukan obatnya di zaman es seperti ini"
Amanda: "Kita hanya perlu menjaga pola makannya saja. Tapi masalah utamanya bukan diaitu, luka bakar sebesar ini bagaimana cara kita menyembuhkannya"
Rubah: "Humm kita harus cepat cepat kasih air sebutuhnya untuk menetralkan luka bakar ini"
Gordon: "Tunggu ada apa dengan Albert. Apa dia baik baik saja"
Amanda: "Dia terkena penyakit kronis dikepalanya, dan luka bakar di perutnya"
Gordon: "Apa?! Kita harus cepat menyelamatkannya"
Amanda: "Iya. Kau pergilah dengan rubah untuk mencari air"
Gordon: "Baiklah aku akan pergi!"
Gordon pergi keluar mengejar rubah yang sudah keluar duluan untuk mencari air. Air di zaman es ini sungguh langkah karena suhunya terus bertambah setiap harinya
Amanda: "Maaf Albert"
Amanda pun mencium bibir Albert sangat lama. Setelah 15 detik Amanda melepaskan ciumannya tersebut
Amanda: "Aku minta sedikit boleh ya" dengan wajah tersenyum