
Dua minggu telah berlalu, dan aku sudah menyelesaikan ujian kenaikan kelas. Sekarang aku kelas Sembilan smp. Tak terasa, sebentar lagi aku lulus smp dan menuju jenjang berikutnya. Aku akan masuk di sma yang sama dengan Vera, kami akan tinggal satu rumah. Tidak! Lebih tepatnya satu apartement, kami bagi dua
untuk sewa per-bulannya. Akhirnya aku bisa hidup mandiri di pusat kota, benar-benar sendiri. Awalnya aku sendiri tidak yakin kalau aku bisa hidup sendiri, dan orangtuaku yang kadang masih meragukanku. Tapi aku percaya, aku
pasti bisa melakukannya.
Hari ini aku akan mendaftar sekolah di pusat kota bersama Vera, kami hanya pergi berdua menggunakan kereta.
Aku dan Vera sudah janji untuk bertemu di stasiun pagi ini.
“Vera!!!” teriakku memanggil Vera
“akhirnya kau datang, kita hampir tertinggal kereta!” dengan sigap Vera menarik tanganku untuk masuk kedalam
kereta.
“apa kau siap hidup di pusat kota?” Tanya Vera
“siap tidak siap, harus siap.” Ucapku
“alasanku ingin pindah disanaadalah, aku ingin menjadi idol.” Ucap Vera yang membuatku terkejut
“hah?! Kau serius?”
“yah, aku ingin jadi idol. Bagaimana denganmu?” ucap Vera
“Aku tidak tau, lihat saja nanti.” Balasku santai
Setelah percakapan itu kami memainkan ponsel kami masing-masing, saat sedang asik memainkan ponsel
tiba-tiba Vera menunjukan ponselnya padaku.
“Lihat ini.” Ucap Vera
“apa ini?” aku menatap layar ponsel Vera dengan bingung
“aka nada grup idol baru yang akan debut, lihat list namanya!” Vera menjelaskan
Aku membaca nama-nama member grup itu, setelah membacanya aku mengembalikan ponsel itu dan berkata
“memang kenapa?” tanyaku polos
“lihat nama terkahir di list itu!” ucap Vera
“Xander?” tanyaku lagi
“Ya, mungkinkah itu Xander?” Tanya Vera
“tidak mungkin, ada banyak nama Xander!” jelasku
“tapi di gambarnya terlihat familiar sher.” Jelasnya lagi
“darimana kau bisa lihat? Itu hitam semua.” Balasku sambil tertawa kecil
“ish, kau ini.” Ucap Vera sedikit kesal
Aku hanya tertawa melihat tingkah kesal Vera itu. Beberapa saat kemudian Aku dan Vera tiba di pusat kota, kami
menaiki bus untuk sampai ke sekolah. Sekitar lima belas menit perjalanan, akhirnya kami sampai disekolah dan kami segera masuk.
“Veraa, ayo kita beli formulir.” Ajakku
“heumm..” jawab Vera singkat
“Apa kau masih kesal?” tanyaku
“tidak, ayo masuk.” Ucapnya sembari menarik tanganku
Sesampainya didalam Aku dan Vera melihat banyak sekali kakak kelas dan murid yang sedang antri untuk mendaftar. Kami menghampiri salah satu boot dan mendaftar disana. Selesai mendaftar aku dan Vera memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu, karena ini sudah siang hari. Setelah mencari makan barulah kami pergi melihat-lihat apartement.
“Sherly, ayo makan aku sudah sangat lapar.” Ucap Vera
“ayo, mau makan dimana?” tanyaku
“kita makan di Café depan saja, sepertinya lezat dan tempatnya juga bagus.” Kata Vera
Akhirnya kami memutuskan untuk makan di café yang berada di depan sekolah, café itu terlihat mewah dan elegan.
Kami segera masuk dan memesan makanan di café itu.
“tidak, yang mana?” balasku
“sebelah kanan boot kita, sepertinya dia kakak kelas.” Jelasnya
“ada banyak anak cowok disana, mana mungkin aku perhatikan satu persatu.”
“aishh, lain kali lihatlah sekelilingmu.” Ucap Vera
“lelaki tadi tampangnya lumayan, badannya juga atletis. Sungguh menggoda” ucap Vera lagi
Aku hanya mengangguk dan terus memakan makananku, sedangkan Vera sedang asik membayangkan lelaki tadi. Bahkan kenal saja tidak, bagaimana bisa dia menyukainya aku tidak habis pikir dengan
sahabatku yang satu ini. Setelah kami selesai makan kami segera pergi mencari apartement. Sekitar tiga jam kami melihat dan memilih apartement, akhirnya kami selesai juga. Karena hari sudah mulai gelap kamipun segera pulang.
Keesokan paginya disekolah, aku masuk seperti biasa dan bertemu dengan Vera. Karena kami sudah kelas Sembilan jadwal kami menjadi lebih padat, dan kami pulang lebih sore daripada yang lainnya. Yahh
kan kami akan mengikuti ujian nasional, jadi kami punya banyak jadwal seperti try out, tambahan pelajaran, dan lainnya. Karena hal ini juga kami jadi jarang pergi berdua, maksutnya kita hanya bertemu disekolah.
“Yakkk, Vera aku sangat lelahh” aku menghela nafas panjang sembari meletakkan kepalaku di meja
“Sabar tinggal dua bulan lagi kita akan bebas.” Ucap Vera
“Aku ingin hal ini segeraberakhir.” Ucapku
--- Dua Bulan Kemudian
Aku sudah menyelesaikan ujian nasional, dan sekarang adalah hari kelulusan. Akhirnya aku bebas, libur
panjang, dan pindah ke pusat kota. Aku benar-benar menantikan hari itu!
“Veerrrraaaaaa!!!!!” teriakku gembira
“Kitaa Lulusss!!!!” ucapku lagi
“Iyyaaa, Akhirrnyaaa!!!” balas Vera yang tak kalah gembira sembari memelukku
Kamipun berpelukan bersama teman kami yang lain, dan kami tidak lupa untuk mengambil foto kenang-kenangan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para guru yang sudah mendidik kami selama smp
ini. Setelah acara perpisahan ini Aku dan Vera memutuskan untuk pergi berdua, yah kami akan pergi ke Café sebelum libur panjang ini.
“Vera, ayo duduk disebelah sana!” ucapku sembari menunjuk salah satu bangku kosong di sudut café
Aku dan Vera mengahampiri bangku kosong itu, setelah kami duduk kamu segera memesan makanan.
“Aku mau red velvet Cake sama lime squash aja.” Kataku pada pelayan
“Aku Mau Ice cream dan sprite.” Ucap Vera pada pelayan itu
“baik silahkan ditunggu.” Kata pelayan itu kepada kami
Sembari menunggu pelayan itu kami berbincang-bincang.
“Jadi, apa yang kau lakukan selama liburan ini?” ucapku membuka obrolan
“aku akan pergi ke luar negri bersama keluarga.” Jawabnya
“kemana kau? Jangan lupa oleh-oleh!” ucapku sedikit teriak
“Singapore! Yak aku belum berangkat dan kau sudah minta oleh-oleh!” ucap Vera
“membawakan oleh-oleh untukku akan memberimu berkah!” ucapku lagi sedikit tertawa
“dasar, laknat kau! Bagaimana denganmu?” Tanya vera balik
“apanya?” tanyaku balik
“liburan mu bodoh!” ucapnya sedikit kesal
“hahaha, santai dong!” ucapku sembari tertawa
“aku tidak tau.” imbuhku singkat
Ketika kami sedang asik berbincang tiba-tiba pelayan yang membawakan makan kami datang, dan kami segera memakan makanan itu. Sembari makan kami tetap berbincang. Tak terasa langit sudah gelap, kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat.