
Jadi, sekarang gue baru aja lulus SD dan masuk SMP kata orang-orang sih udah masuk masa remaja. Hari ini hari
pertama gue masuk sekolah, dimana kehidupan tenang nan damai gue berkahir. Maksutnya gue harus belajar dan mengerjakan Pr lagi, sejujurnya gue nggak suka sekolah tapi ini kewajiban. Apa dayaku yang masih bau kencur ini :’)
“Sherly, ayok berangkat nanti telat lohh.”
“Iya mam, ini Sherly turun.”
Guepun turun ke bawah dengan seragam Smp yang keliatan banget anak barunya, Oh iya satu lagi gue termasuk
anak yang bandel kalau di sekolah tapi kalem kalo di keluarga. Sesampainya di bawah.
“Kenapa mam? Ngeliatain sampe segitunya?”
“Widihh, anak mommy udah gede ajaa.”
“Ya iyalah mam masa mau kecil terus.”
“Hahaha, iya iya gausah sewot dong. Udah yuk berangkat!”
Gue dan mommy tersayang gue berangkat ke sekolah baru, sedangkan Daddy gue udah berangkat dari tadi pagi
karena dia harus ke kantor. Bukan pemilik kantornya tapi Managernya. Selama diperjalanan mommy memberiku banyak sekali nasihat yang buat gue males dengernya.
“Mom”
“Ya?”
“Sherly turun sini aja yah, mau nungguin Vera dulu.”
“kamu yakin mau turun sini aja? Gamau mommy anter sampe depan gerbang?”
“Engga usah mom, Sherly turun sini aja. Oke?”
“Yaudah, hati hati ya kamu, jangan Bandel, Janga….. “
Belom sempat mami melanjutkan kata katanya gue langsung membalasnya.
“Iya Mom, sherly tauu. Udah yaa, bye bye mommy sayang.”
Gue langsung lari meninggalkan mobil mommy.
“Yakkk…. Sherly mommy belom selesai bicara!”
“Aish dasar anak itu, selalu saja.”
Huhftt, akhirnya gue bebas dari mommy sekarang gue harus jalan ke gerbang dulu deh. Saat gue lagi jalan
sendirian, tiba tiba ada yang nepuk bahu gue.
“Woe, ngapain lo disini?”
“Veraa, lo bisa gasih gausa ngagetin gue? Ntar gue jantungan gimana coba?”
“Kan lo yang jantungan bukan gue. Hahaha”
“(tatapan mata membunuh)”
“Yaelah sherr, canda kalii. Sorry”
“hmm”
“jadi? Kenapa lo jalan? Mana nyokap lo?”
“biasa lah ver”
“lo kabur lagi?”
“ga kabur tapi belajar mandiri!”
“Sa ae loo, udah yok masuk. Lo dah diliatin tuh ma senior senior.”
“ayuk lahh.”
Gue dan vera masuk ke sekolah itu, dan melakukan daftar ulang. Selesai melakukan daftar ulang kita pergi ke
aula untuk melaksanakan Orientasi, disini gue ama vera bener-bener gabut parah karena acaranya seminar aja dan engga ada kegiatan lain.
“Sher, bolos yuk bosen gue.”
“Jangan, nanti lo gatau masuk kelas mana.”
“Gue tidur deh, nanti kalau ada seniornya bangunin ya.”
“Tenang aja, gue ga akan tidur. Gue mau hdup sebagai siswa teladan kali ini ver.”
“hilihh, bicid lo sher. Awas aja lo tidur.”
Akhirnya Vera tertidur dan aku masih terjaga untuk mendengarkan ocehan kepala sekolah dan para guru itu, tapi
akhirnya aku ikut tertidur. Karena kami tidur dan ketauan senior kami sekarang dihukum untuk berdiri di lapangan upacara selama satu jama, dan ini bukan pertama kalinya kami dihukum. Sejak SD kami juga sudah sering dihukum entah karena ramai, ataupun tidur disaat jam pelajaran berlangsung tapi yang kalian harus tau kita pintar nilai kita selalu bagus. Saat berada di lapangan Upacara
“gila lo sher, gara gara lo ini kita jadi dihukum. Baru hari pertama juga, mana cewek sendiri lagi kita.”
“Katanya mau jadi siswi teladan, belom-belom dah dihukum aja.”
“habis kepala gue tiba-tiba berat gitu ver, akhirnya gue taroh aja di meja niatannya sih bentar doing eh keterusan. Yaudah deh!”
Saat kami asik berbicara tiba-tiba ada senior cowok yang menghampiri kami
“kalian ini sudah cewek sendiri, masih ngomong terus ga malu apa?”
“udah biasa kak” -Jawab vera santai
Gue yang denger jawaban vera cuman bisa ketawa kecil
“Masih jawab lagi kamu, kamu juga ngapain ketawa?”
“e-ehh, engga kok pak. Eh kak maksutnya.”
Mendengar kata kataku semua yang sedang dihukum hanya tertawa kecil, dan senior itu langsung pergi meninggalkan kami semua mungkin malu.
“Gila lo sher, siap-siap aja di target.”
“Namanya juga ga sengaja ver, mau gimana lagi?”
“Udah yok balik, udah selesai hukuman kita.”
Kami pun kembali ke aula untuk melihat pembagian kelas, sesampainya di aula kami mengantri untuk melihat madding secara bergantian. Karena kami di hukum kami jadi tau kami masuk kelas mana,
karena pembagian kelas seharusnya dibacakan di akhir sesi ke-2 ini.
“Ver kita sekelas lagi!”
“Hah? Serius lo sher?”
“iya kita masuk 7A.”
“bagus deh kalo gitu, sekarang ke mana nih kita?”
“disuruh ke gedung kan?”
“gedung mana?”
“serbaguna katanye.”
“yaudahlah, ayok.”
Kami pun pergi ke gedung serbaguna itu, dan memulai untuk sesi ke-3. Sesampainya disana kita mendapatkan
tempat duduk paling belakang dimana itu adalah tempat duduk paling nggak enak, karena banyak senior yang berjaga disana.
“Apes kita sher, kaga dapet duduk di tengah.”
“yaudah si gapapa sekali-kali juga.”
“sekali kali pala lu?”
Gue yang denger perkataan vera cuman bisa ketawa, dan dengan terpaksa kami duduk di barisan ke dua setelah
barisan akhir. Saat kami duduk, kami menyadari kalau ada sepsang mata yang terus mengawasi kami.
“Sher, lo kerasa ga kalo ada yang ngeliatin kita terus dari tadi?”
“iya, gue kerasa. Kayanya senior deh.”
Vera pun menengok ke belakang, lalu kembali lagi menghadap depan.
“Iya, senior yang tadi lo panggil pak.”
“Nah udah diincer kita, mending gausa macem-macem ini Cuma 30 menit juga.”
“iya, habis tu kita pulang, terus besok sekolah seperti biasa.”
Akhirnya kami bersikap seperti murid teladan, dan setelah sekian lama kami duduk kami boleh pulang dan acara
orientasi pun selesai. Gue dan vera langsung keluar dari gedung dan pergi ke gerbang, disana ada mommy gue dan mommy vera sudah nungguin.
“Hello….”
Sapaku dan vera menghampirimereka.
“mommy yuk pulang, sherly capek nih.”
“iya vera juga.”
Kamipun berpisah dan pulang kerumah masing-masing. Sesampainya dirumah gue langsung masuk rumah, dan pergi ke kamar kemudian tidur.
“mommy, sherly tidur dulu yah.”
“hmm, iya sayang.”
Akhirnya aku tidur....