
Aluna membuktikan ucapannya pada Ayra bahwa Ayra memang gadis bodoh dan egois. Dia cukup pintar hingga dapat menyatukan Ayra, Ella dan ayahnya dalam satu ruangan VIP di sebuah restoran terkenal.
Ayra hanya tertawa di saat melihat suasana ruangan sangat sunyi dan canggung. Ini pertama kalinya Ayra mau dia ajak berkumpul.
"lucu sekali. Kalian mengajak ku berkumpul di sini hanya untuk melihat kalian diam saja. Begitu ?"
Ayah Luna sekaligus akan jadi ayah tirinya hanya tersenyum kecil.
Ayra kira kemampuan mamahnya mencari pria tidak bisa diragukan. Bram memiliki tubuh yang sangat bugar, tinggi, seksi dan cukup tampan diusia yang tidak muda lagi.
"saya tidak menyangka kamu mau di dinner ini"
"tentu saja. Aku penasaran bagaimana calon ayah tiri ku "
"lalu bagaimana pendapatmu setelah melihat ku"
"lumayan, seksi juga"
"Ayra" tegas ella untuk memperingati.
Bram tertawa. Dia cukup dewasa untuk menanggapi ucapan Ayra sebagai candaan. sangat berbeda dengan Aluna yang risih pada ucapan Ayra.
"apa yang salah. Aku hanya berkata jujur" acuh Ayra.
"terimakasih kejujuran mu. Aku memang menjaga kesehatan dan tubuh ku dengan baik " jawab Bram memberi senyum pada Ayra.
"Jadi apa perkejaan mu sekarang ?"
"Ayra.. jaga sopan santun mu"
"tidak apa-apa Ella. Aku tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan Ayra itu wajar. Dia harus tau itu karena aku akan menjadi ayah tirinya" jawab Bram dengan santai
"aku memiliki perusahaan yang bergerak logistik dan pengiriman barang "
" cukup bagus. Sebelum om tau menikah dengan mamahku, aku seorang yang suka menghamburkan uang"
"tidak masalah dengan itu" jawab Bram dengan santai.
Ella hanya bisa memijit kepalanya. dia sudah menduga semua tidak akan berjalan lancar ketika Ayra ada.
"baiklah.. Saya cukup dengan itu kalian boleh menikah saya setuju. " Ayra mengambil tasnya lalu beranjak untuk pergi . Membuat Ibu nya dan Aluna bernapas lega.
"hanya itu saja?" tanya Bram
"ya saya rasa itu saja. Baiklah aku harus pergi, karena ada kecan "
Ayra berbalik menghampiri Bram "saran saya, anda harus tetap waspada karena ada musuh dalam selimut dan harus jaga harta anda agar tetap atas namamu tuan Bram" ucapnya sambil mengedipkan mata genit pada Bram.
*****
Ayra melewati jajaran ruangan dengan tertawa dan tidak terbayang bagaimana wajah ibunya saat mendengar ucapannya tadi.
"Ayra?"
Ayra berbalik. Karena seseorang memanggil namanya dari restoran. Aluna mengejar langka Ayra tergesa -gesa.
"aku mohon, bisakah kau tatap di sana,"
"oh tidak bisa. Aku harap kau menepati janji mu " Ayra tersenyum miring.
Sesaat setelah kepergian Ayra ponsel Aluna berdering bunyi notifikasi pesan masuk dari Kenzo
Kenzo : "Aku sudah sampai. Tidak perlu buru-buru aku sudah sampai" .
Aluna sangat menyesalkan janji yang ia buat.
...Flashback ...
"aku mohon kamu hadir dinner malam ini karena ini pertemuan keluarga kita"
Ayra berpikir "baiklah tapi ada satu syarat. Bagaimana?"
"Apa itu syaratnya?
"atur kencan ku dengan Kenzo. Itupun jika kau masih ingin aku datang ke pertemuan"
Aluna berpikir dia merasa berat untuk mengiyakan. di sisi lain juga ia ingin Ayra datang pertemuan keluarga ini agar ayah dan ibu Ayra bisa menikah.
"baik. Aku akan atur ketemuan kalian setelah kau datang pertemuan keluarga kita"
"oke. Deal "
...****************...
...Ayra merapikan penampilannya sebelum memasuki area bioskop. ia meminta Aluna untuk mengatur kencannya di bioskop....
iya sudah sangat jelas hapal di mana Kenzo karena ia sangat mengenal bentuk tubuh pria itu secara detail.
Dia duduk dengan tenang di samping Kenzo seolah Kenzo menyadari kehadirannya dengan sendiri.
"Apa yang kamu lakukan disini"
Ayra dengan akting terkejutnya " Ken? kau ngapain di sini ? Kau sendirian"
Melihat wajah terkejutnya Kenzo kembali santai. Kenzo mikir mungkin pertemuan tidak di sengaja.
"menunggu pacarku"
"oh begitu bagus lah, sambil nunggu bisa menonton film nya"
Kenzo cukup risih dengan kehadiran Ayra. Gadis ini selalu bertingkah agresif di depannya, menempel seperti ulat bulu. iya heran, kenapa ada wanita se agresif ini"
Kenzo tak henti mengecek ponsel, menunggu balasan pesan dari Aluna. Pesan balasan tak jauh berbeda menyuruhnya untuk menunggu tak memberitahu berada sudah sampai mana.
"coba nikmatilah filmnya.. Film ini kita bayar untuk di tonton dan harus konsentrasi agar dapat memahami jalan ceritanya."
"itu bukan urusan ku "
"oke baiklah "
Ayra berakting Kembali untuk menikmati filmnya, sebenarnya dari tadi ia tidak sama sekali menonton film nya. Hatinya terus berdetak kencang. Matanya terus saja ingin menoleh ke samping.
Sementara tangan sudah gatal ingin menyentuh tangan Kenzo. Dia sama sekali tidak dapat berpikir jernih. kenangan tentang malam panas itu masih terlihat jelas dalam pikirannya.
Kenzo
Ayra tidak peduli dengan harga dirinya, dengan nama baiknya, asalkan bisa bersama Kenzo apapun akan Ayra lakukan.
Termasuk merebut dari saudara tirinya. Ayra Yamin suatu saat Aluna tahu bahwa dia dan Kenzo sempat melewatkan malam penuh gairah bersama, pasti Aluna dengan senang hati melepaskan Kenzo untuk dirinya.
ia tau gadis seperti Aluna menjujung tinggi ketulusan, kesucian, kejujuran dan kepercayaan. Saat ia kecewa dia akan sukarela melepaskan Kenzo untuk bertanggung jawab.
"cepat tumbuh ya kamu didalam sana ya nak" ucap batin Ayra sambil memegang perut nya
"kau mau kemana?" Ayra mendapati Kenzo beranjak dari bangkunya.
"pulang, film nya sudah habis"
"bukannya kau sedang menunggu Aluna "
"dia tidak membalas pesan ku, mungkin dia tidak jadi datang" ada nada kecewa dari ke kalimat Kenzo.
"kau harus sabar menunggu Aluna, mungkin dia tidak dapat membalas karena lagi di jalan "
sial hari ini terlalu banyak menyebutkan nama saingannya.
"bagaimana kita menunggu Aluna di depan?" Kenzo tampak berpikir "sudahlah tidak tunggu didepan saja "
namanya Ayra wanita licik yg suka memanfaatkan keadaan ia berinisiatif mengajak ke toko hadiah. Yang tak jauh dari tempat bioskop.
"Kenzo aku ingin membeli kan hadiah buat teman pria ku. apa mau bisa mencobanya?"
Sejak tadi Kenzo menunggu di dekat pintu. Takut jika Aluna datang dan mencarinya di sekitar bioskop. Dengan cara ini Kenzo bersedia membantunya dan mengalihkan sedikit atensinya
Selesai memborong baju dan aksesoris. Kini Ayra membawa Kenzo ke toko es krim. Ia membeli 2 es krim untuk dirinya dan Kenzo
"Ambillah"
"aku bilang tidak mau"
"rasanya enak, Kenzo." Ayra menyodorkan es krim itu dekat mulut Kenzo.
Merasa risi. Kenzo mendorong es krim dengan cukup kasar hingga kena baju Ayra.
"Ken" pekik Ayra terkejut"
"berhentilah mengambil kesempatan atas nama Aluna"
"apa maksudnya " Ayra pura-pura tidak mengerti dgn ucapan Kenzo.
"hilangkan pikiran mu itu untuk bisa masuk dalam kehidupan ku. Aku tegaskan sekali lagi, satu-satunya wanita yang aku cintai dan inginkan hanya Aluna, berhenti merendah diri mu seperti ini, itu akan sia-sia aku harap kau bisa berhenti mengejar ku dan menjaga jarak mulai sekarang"
Kenzo meninggalkan Ayra seolah tidak peduli padangan orang lain yang salah paham. Ia sudah sangat muak dengan Ayra yg mengejar sejak bertahun-tahun. ini adalah pembuktian ia serius menjalankan hubungan dengan Aluna.
Ayra masih mematung matanya memanas, tapi ia enggan untuk menangis. Keadaannya sangat mengenaskan saat ini. ia di tak mentah-mentah di hadapan orang lain.
"wahh... Kenapa ini, kenapa rasanya hatiku sakit sekali" Ayra melihat kearah atas untuk mencegah air matanya keluar.