I'M An Antagonist Mother

I'M An Antagonist Mother
4. Antara Bodoh dan Egois



Akibat Ella yang merusak moodnya. Ayra terpaksa melewatakn kelasnya hanya untuk marah-marah tidak jelas di apartement. ia sering kali mendapatkan teguran dosen mata kuliah ini untuk masuk kelasnya karena absennya yang hampir penuh ia di pastikan bisa tidak lulus mata kuliah ini.


dia sudah membuat janji dengan Shena untuk ketemu dikantin umum kampus. Setiap fakultas memiliki kantin masing-masing, tapi kantin umum ini sering dijadikan temat berkumpul mahasiswa luar juga sering nongkrong di kantin ini.  Tempatnya sangat strategsi dan nyaman membuat mahasiswa.


"itu Kenzo " bisik Shena


Ayra langsung memutarkan badan dan melihat tiga sekawan berjalan melewati dereretan bangku dan meja. mareka menuju bangku dan meja di bawah pohon tempat favorit mareka ber tiga.


Ayra memperhatikan mimik wajah Kenzo, ia merasakan kenzo tidak mengalami kekhawatiran, bingung atau merasa was-was dengan apa yang terjadi semalam. Ayra berpikir Kenzo tidak mengingat apapun tentang semalan, seharusnya ia tau saat dirinya bangun melihat tubuhnya telanjang bulat, pakaian yang berserakan atau siapa tau dia menemukan anting yang tertinggal di kamarnya atau kasurnya. harusnya ia merasakan kebingungan mencari tahu siapa wanita yang ia bawa semalam.


"Na, tunggu ya"


Shena sudah biasa dengan sikap Ayra yang tidak akan tahan untuk tidak mendekati kenzo "Jangan lama-lama"


"Soal itu aku tidak yakin, dan gak janji heheh " Ayra memberikan senyuman pada sahabatnya itu.


*****


" Hai, Kenzo Ku "  Ayra langsung duduk di bangku kosong


"tidak ada yang nyuruh mu untuk duduk situ " Aska tidak suka dengan kedatangan Ayra


"Emang ada tulisananya gak boleh duduk di sini , gak ada kan. berarti siapapun boleh duduk disini"


"Udah " Dion mererai perdebatan antara Aska dan Ayra karena kalau tidak mareka akan membuat keributan di kantin ini..


"Kenzo, wajah kamu hari ini cerah sekali " ucapan Ayra mulai memancing


"Biasanya" jawab kenzo cuek


kini Ayra yang ingin mulai bertanya-tanya, ia masih penasaran tidak mungkin kenzo tidak menyadari kejadian semalam.


"Hai, Semuanya?"


Lamuanan Ayra buyar ketika mendengar suara lembut dari seseorang yang ia temui tadi pagi. ya ia adalah Aluna datang di saat sangat tidak tepat bangat bagi Ayra. Baru juga ia duduk dekat Kenzo, si pacarnya Kenzo mucul menampakkan diri seperti kuntilanak.


"Oke deh, kalau kamu baik-baik aja. kalau nanti kamu butuh cerita atau ada masalah sama pacar kamu. kamu bisa bisa call Aku Ayra cantik yang selalu menunggu jomblo mu " tawar Ayra dengan suara genitnya


"Selama Kenzo masih memiliki kami sahabatnya, Kenzo tidak membutuhkan dalam hidupnya, itu akan membuatnya gila kalau sampai kenzo cerita ke kau wanita gila"  Sinis Aska.


"Ka..." Peringat Dion agar tidak terlalu menyakiti perasaan Ayra.


"Kalau gitu ya sudah kalian cepat pergi dari hidup kenzo. biar kenzo hanya membutuhkan aku dalam hidupnya"


"Ayra. di sini aja gabung"


"cihh malas " desis Ayra melangkah pergi dari mareka.


Hati Aluna tidak pernah sesakit ini dengan ucapan Ayra. kalau kemaren ia menggap Ayra adalah sebagai penganggum kenzo yang sangat ia maklumi. tapi sejak ia tahu Ayra akan menjadi saudara tirinya, rasanya sangat berbeda.


"Ra, Aku boleh bicara sebentar sama kamu ?" Aluna ingin berbicara berdua dengan Ayra untuk meluruskan hal yang tidak mungkin diluruskan


"ini tentang Ayah dan tante Ella"


Langkah Ayra berhenti ketika mendengar nama mamahnya disebut. Ayra bebalik dan mendekat ke arah Aluna sebelum semua terbongkar didepan semua orang yang ada dikantin.


"Jika kau tidak ingin aku mengusik hidupmu maka janga coba mengatakan tentang hubungan mareka pada siapapun "


"Oke..oke, tapi aku harapa kau tidak melarang pernikahan mareka "


"Itu hak ku... terserah ku"


Kenzo, Dion, dan Aska menatap mareka dengan tatapan panasaran. mareka heran tidak biasanya mareka berdua terlibat percakapan intens. rasanya itu sangat aneh.


"Dan hak ku, untuk mendukung dan melindungi kebahagian Ayah"


Ayra tertawa  cukup keras membuat orang di kantin menatapanya. ia merasa Aluna sangat polos padhal tadi pagi ia sudah mengatakan saat pertemuan mareka bahwa mamahnya itu hanyai ingin menguras semua harta mareka, dan sekarang ini Aluna melarang Ayra untuk mengagagalkan pernikahan itu.


"Entah apapun yang katakan mamahku padamu. tapi aku benar-benar tidak menyangka kau ternyata sangat bodoh"


"Tante Ella tidak sejahat itu. kami sudah saling kenal cukup lama, dan aku tau hubungan mu dan tante Ella tidak baik-baik saja. tante sudah menceritakan semuanya. kamu kan pergi dari rumah dan menghamburkan uang warisan ayah mu. itukan yang membuat perusahaan ayah mu hampir bangkrut. dan kamu masih mencoba menghancurkan kebahagian orang tua mu? kau sangat egois, Ayra"


Ayra berbalik ia sangat tidak dengan orang yang sok tau dan menilai kehidupannya dengan sesuka hati. Aluna tidak punya hak untuk ikut campur tentang keluarganya. apa yang terjadi antara ia dan mamahnya biarkan menjadi rahasia keluarganya. ia memilih untuk pergi dari menanggapi ucapan manusia bodoh.


"Kau tidak bisa melarang Tante ella untuk bahagia " Suara Aluna meninggi, membuat orang sekitar menoleh dan mendengari percakapan mareka.


Ayra tidak menyangka yang diucapkan Aluna. semua orang terlanjur mengalihkan fokusnya ke mareka. ia mejawab


"Baik lah  terserah" setujua Ayra


"Aku sudah memberitahu mu, aku tidak akan melarang pernikahan mareka. dan mari kita buktikan siapa yang bodoh dan egois di antara kita. tapi jika suatu saat aku benar jangan pernah menyalahkan ku "  Ayra pergi dan melambaikan tangan dengan angkuh. ia sudah tau bagaimana akhirnya.


Ella yang di kenal Aluna tidak lebih dari topeng palsu yang sering digunakan untuk memangsa lawan.


Bersambung.......