I'M An Antagonist Mother

I'M An Antagonist Mother
2 Terpanas



"Hai, Ken"


Kenzo tidak menoleh sedikit pun. ia tau siapa yang datang menghampirinya. Namanya Ayra tidak pantang menyerah, ia berinisiaf medekatkan kepalanya dan memiringkan nya, melihat wajah Kenzo sangat dekat  tapi hanya sebentar karena kenzo mulai risih dan menoleh.


Jangan di tanya gimana perasaan jantung Ayra saat ini. Berdetak sangat kencang ia dan Kenzo bertatapan sangat dekat. Matanya tidak bisa beralih dari wajah Kenzo yang sangat tampan. setiap bentuk wajah kenzo sangat jelas gestur wajah yang sangat sempurna.  kalau bisa bersaing dengan idol korea Sehun Kenzo akan menjadi no 2 menurutnya, tentu saja sehun no 1.


Pantas saja ia bisa menyukai kenzo dan kagum dengan ketampanannya. Ayra menatapa kedua mata kenzo yang sangat sayu.


" Kau mabuk ?" tanya Ayra


Ayra tidak menyangka kadar alkhol Kenzo sangat buruk, satu gelas saja belum habis tapi Kenzo sudah mabok. Ayra tertawa senang . entahlah ayra mikir  senang aja, ia dengan ini ia bisa jadi lebih dekat denga kenzo.


Ayra bukan wanita sepenuhnya baik hati. Kenzo adalah obsesinya semenjak masuk kuliah. ia masih ingat  terpana saat kenzo duduk di sebelahnya. mulai dari itu ia mulai mengejar Kenzo berpaling dari sehun tapi tatap sehun no 1.


Ayra merasa mengejar Kenzo seperti mengejar sehun seperti sia-sia tapi bedanya sehun hanya ada di korea dan Kenzo di hadapannya.


"Eh mau kemana?"


Kenzo beranjak dari tempat duduk dan berjalan dengan langkah tidak teratur. Ide gila Ayra muncul, didalam pikiranya saat ini untuk memanfaatkan kondisi setangah sadar kenzo. apapun akan ia lakukan agar Kenzo dapat mejadi miliknya seutuhnya.


"Kenzo, kau harus pulang "


"Benar, aku harus pulang cepat karena aku sudah berjanji pada Aluna setelah minum"


Wajah kesal Ayra sangat jelas setiap nama sainganya itu disebut. ia sangat ingin sekali ini saja nama itu tidak Kenzo sebut..


"Aku akan ngantar kamu pulang Ken"


Ayra sangat kesusahan menuntun tubuh kenzo yang berulang kali hampir jatuh. di tambah High heel yang membuatnya hampir jatuh.


" Kenzo Alamat rumah mu di mana!"


ucapan Kenzo sangat pelan Ayra mendakat telinga nya pada bibir kenzo untuk mendengr dari ucapan Kenzo.


"Apartemen ******** Pak "


Ayra memberitahukan nama apartemen yang kenzo tinggal karena ia tidak mendengar jelas dan omongan kenzo tidak jelas.


*****


Mareka sampai di depan gedung apartemen kenzo. Ayra meminta tolong pada satpam untuk membawanya kenzo ketempatnya. ia tidak menyangka kenzo tinggal diapartemen,padahal setaunya kenzo adalah orang yang sangat kaya dikota ini otomatis kan ia punya rumah yang bagus di kota ini. di pikiran Ayra mungkin saja Kenzo ingin mandiri.


"Terima kasih pak" Ucap Ayra dan memberikan sedikit tip pada pak security karena sudah membantunya membawa kenzo sampai kamarnya.


Ayra bernapas lega setelah berusah payah mebawa kenzo. ia duduk di sofa kamar kenzo melihat kenzo berbaring.


Kenzo yang merasakan kegerahan dan membuka jaket jeansnya dan melemparnya sebarangan


Ac pada kamar kenzo memang tidak menyala. Ayra tidak berniat menyalakannya tapi ia sedikit kesihan pada kenzo dan ia menyalakannya tapi menaikan suhunya jadi tetap masih gerah.


Ayra berjalan ke arah blakon. meninggalkan Kenzo yang masih merasakan kepanasakan. Kota ini sangat indah jika di lihat dari atas gedung  apalagi pada malam hari, lampu-lampu yang menyala terlihat seperti ribuan bintang-bintang di langit. i a menutup matanya dan merasakan angin mengampirnya dengan cukup kencang.


Ayra menoleh ke arah Kenzo dan mendapati tubuh bagian atas sudah telanjang sangat jelas perutnya sixpact sangat saksi.


"Panass" Racau kenzo yang sangat gelisah.


Malam ini Ayra melepaskan perawannya pada Kenzo, merendahkan harga dirinya dan membuang urat malunya. inilah recana liarnya dan rencana terakhirnya dari perjuanganya, ia sangat rela hanya demi memiliki Kenzo seutuhnya. hanya orang gila yang berpkir seperti Ayra dan Ayra memang Gila yaitu tergila-gila pada Kenzo


" Kenzo tercipata untuk ku dan begitu juga sebaliknya " ucapnya dalam hati.


Ayra memulai dengan duduk di pangkuan kenzo tangan nakal menyelurusuri wajah bergerak keseluruh tubuh kenzo.


"Kau miliki malam ini babe"


Ayra mengedus wangi maskulin tubuh Kenzo dengan gerakan sensual. Kenzo yang sudah tidak sadar tapi ia merespon gerakan dan sentukan Ayra. Malam itu naluri seorang laki-lak normal i pada tubuh kenzo, dan mareka melakuan hal itu hingga pagi mejelang.


*******


Malam terpanas sudah berlalu menjadi pagi ang cerah. Ayra terusik dengan cahaya yang mengenelai wajahnya karena pintu blakon terbuka.


Tubuh polosnya mengeliat di dalam selimut, indra pencium aroma tubuh yang berperang panas bersamanya malam tadi. Matanya melirik wajah yang tertidur dengan tenang di hadapannya. kebahagian muncul dalam hatinya, dipikiranya saat ini Kenzo akan menjadi miliknya setelah ini, ia sangat yakin itu.


Ia akan menuntut tanggung jawab kalau hamil anak kenzo, ini seperti orang yang sangat jahat yang ingin merebut kekuasa. tapi ayra tidak peduli, ia akan mengikat Kenzo secara paksa.


Ayra yang beradu dengan pikiranya sambil menikmati pagi ini dengan suguhi wajah lelaki idamannya.


dutdutduttttttt


Suara ponsel bergetar di susul dengan suara dering sebelum suaranya membuat Kenzo bangun. Ayra segera bangun dari tempat tidur dengan tubuh telanjang polos berlari ke kamar mandi dan tidak lupa membawa posel dan bajunya.


Ia berjalan sangat pelan karena merasa perih dan nyeri pada bagian selangkangannya.


"hallo"  Jawab Ayra


"Mama menelepon kamu dari semalam kemana saja kamu, Ra?"


"Aku sedang di luar kota sedang praktek di luar kota " bohong Ayra pada mamanya


"kamu berbohong, kau itu tidak jauh dari kata bersenang-senang dan menghabiskan uang saja"


"Sekarang kita harus ketemu, ada hal penting yg mama inginkan bicarakan, mama tunggu di tempat biasa "


"Baiklah.. aku segera kesana"


waktu sudah menujukan 08.30. ia menyetujui ketemu dari pada betengkar lagi pada mamanya itu. Ayra sangat malas bertengkar dengan mamanya itu.


Ayra segara berjalan pelan-pelan keluar kamar mandi. dia mengambil, sepatu dan ia kehilangan anting yang ia lempar sebarangan.


"Damn"


Atingnya hanya ketemu sebelah tidak menemukan sebelahnya. karena takut Kenzo bangun dan melihatnya ia memilih membiarkan saja anting satunya dan segera pergi.


.....


BERSAMBUNG...