I Choose You

I Choose You
DUA



"Eh...Vik, Si Agatha kok belum dateng sih?." Tanya Kiki kepada Vika.


Vika, dan Kiki adalah sahabat Agatha sejak dari masa SMP.


"Lah...mana gue tau." Jawab Vika.


Brakkk....


Pintu kelas yang tadinya tertutup tiba - tiba saja terbuka. Semua yang berada dikelas sangat terkejut apalagi Vika, dan Kiki mereka sampai Cengo.


"Agatha." Ucap Kiki dan Vika barengan.


Agatha langsung mendekati kedua sahabatnya dan bertanya,


"Ehh...Pak Suryo mana?." Tanya Agatha kepada kedua sahabatnya.


"Pak Suryo--." Ucapan Vika terpotong karena Kiki.


"Ya ampun Agatha lo dari mana aja, gue khawatir tau nggak--."


Agatha langsung memotong ucapan Kiki dengan cepat. "Nggak!. Lebay banget sih lo kan gue nanya Pak Suryo mana?." Kesal Agatha.


"Pak Suryo nggak berangkat katanya sih lagi sakit." Jawab Vika.


"Ehh...Ta, kok lo jadi jutek sih kesambet apa lo?." Tanya Vika sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Iya bener kata Vika. ngapa lo Ta?." Sambung Kiki


"Nanti gue ceritain." Kata Agatha sambil menaruh tasnya disebelah Gina teman sebangkunya.


"Kantin yuk, gue laper." Ajak Agatha kepada Vika dan Kiki.


"Emang udah istirahat?." Tanya Kiki


Agatha menarik tangan kiri Vika yang menggunakan jam tangan.


"Eum...Lima menit lagi bel istirahat. mending kita ke kantin dulu nanti keburu penuh." Ucapanya yang diangguki Vika dan Kiki.


*


Agatha, Vika, dan Kiki sudah berada di kantin mereka tengah menyantap nasi goreng dengan lahap terutama Agatha.


"Ta, pelan - pelan makannya nanti lo keselek." Kata kiki seraya memberi nasehat kepada Agatha.


"iya Ta, pelan - pelan makannya." Sahut Vika.


"Gue laper." Ucap Agatha dengan mulut yang masih penuh dengan nasi.


"Ditelan dulu, Ta baru ngomong." Ujar Kiki.


Brukk...


Tiba - tiba siswa lelaki datang menghampiri tempat dimana Agatha, Vika, Dan Kiki makan.


"Etdah...Ta, lo makan kaya orang kesurupan." Ucapnya dengan suara kencang hingga membuat Agatha kaget


"Uhuk...uhuk.." Tiba - tiba Agatha batuk - batuk karena keselek nasi goreng akibat ulah teman lelakinya yaitu Pandri.


"Eh...aduh Ta, lo kenapa?" Kiki panik


"Gara - gara lo sih pan." Kesal Vika


"Uhuk...uhuk....minum...minum.." Ucap Agatha yang masih keselek.


"Iya...iya gue beliin minum." Pandri segera membeli minum untuk Agatha.


Sebuah uluran tangan memberitan sebotol air mineral kepada Agatha. "Nih minum." Agatha pun langsung meminumnya.


Agatha menoleh kepada orang yang telah memberikan minuman kepadanya niatnya ingin berterima kasih tetapi,


"Makas--." Agatha begitu terkejut saat melihat orang yang memberinya minum. ia kira itu pandri ternyata dia adalah Arga.


"Iya." Ucap Arga singkat dan langsung melenggang pergi.


"Telat, lo gue udah minum." Kata Agatha.


"Lama banget sih lo, Pan." Ujar Kiki.


"Iya, tadi abis godain adik kelas dulu hehe...." Ujar Pandri cengengesan.


"Ke kelas yuk." Ajak Agatha kepada Kiki, Vika, dan Pandri


"Lah tapi gue belum pesen makanan." Pandri memanyunkan bibirnya.


"Itu mah derita, Lo!." Kiki berintonasi.


***


"Ehh...tadi kok tumben ya kak Arga jadi care gitu, sama perempuan lagi?." Kata Kiki sambil berjalan menuju kelas yang diikuti para sahabatnya termasuk Pandri, dia lebih memilih ikut mereka bertiga. niatnya sih ke kantin bareng mereka biar bisa digratisin makan, eh malah Agatha minta kembali ke kelas.


"Siapa?." Tanya Agatha dengan wajah polosnya.


"Ya..Elo lah." Kesal Kiki kepada Agatha yang polosnya kebangetan.


"Iya bener, Soalnya pas waktu ke kantin gue liat Kak Arga perhati'in, lo terus Ta." Vika mulai membuka suara.


"Cie - cie..., Agatha kayanya Kak Arga suka deh sama lo." Kata Pandri menggoda Agatha.


"Gimana dia nggak liatin gue..., orang dia aja ada salah sama gue." Ujar Agatha dengan muka yang ditekuk bete


"Salah?..." Pekik Kiki yang diikuti Vika dan Pandri.


"Kok, bisa sih?" Kiki mengerutkan dahinya.


"Iyalah orang tadi pagi gue di--." Agatha langsung membekap mulutnya. Hampir saja dia keceplosan kalo dia habis di..., Ah sudahlah.


Vika, Kiki dan Pandri menatap Agatha penasaran akan ucapan Agatha yang terjeda tadi.


"Lo habis di apa'in sih, Ta?." Desak Kiki.


"Iya...jangan bikin penasaran dong, Ta." Sahut Pandri.


"Eeemmm.... Anu tadi pagi gue itu gue telat karena dihukum sama Arga." Gugup Agatha.


"Ah...masa..." Pandri semakin penasaran.


"Dih...nggak percaya yaudah sana pergi lo." Sewot Agatha.


"Iya..iya percaya kok sama Agatha yang baik, dan lagi cantik." Pasrah Pandri, lebih baik dia mengalah dari pada diamuk Agatha.


hhmmm...kayaknya ada yang aneh nih sama nih bocah. Ucap Pandri membatin dengan tangan yang berdekap dada.


Iya, bener kata lo, Pan Ada yang aneh sama si geblek ini. Ujar Vika membatin Sembari melirik Pandri.


loh kok ada suara lo sih ,Vik. jangan - jangan kita punya telepati, apa ini yang dinamakan jodoh. Batin Pandri. Pandri cengengesan sambil melirik Vika.


Pandri menundukkan kepalanya saat Vika sudah menatapnya tajam.


"Ehh...Lo berdua kok diem - diem bae sih?." Ucapan Kiki berhasil membuat keduanya terlonjak kaget.


**Haii...guys segini dulu ya....ceritanya.


pendek? nanti aku UP lagi kok.


Btw kok si Pandri sama Si Vika bisa nyambung gitu yah Batinnya 😂.


ada yg mau disampai kan buat Agatha?


atau Vika dan Kiki ?


atau Pandri.?


Atau buat si dingin Arga**?


jangan lupa Vomment ya....