I Choose You

I Choose You
SATU



 


**Sebelum baca Author ingin menyampaikan sesuatu. Author minta maaf **kalau ada persamaan nama/tokoh dicerita ini mungkin itu hanya kebetulan. dan aku bikin cerita ini real hasil mikir aku sendiri.


 



 


 


 


 


Waktu telah menunjukan pukul 06.30 tetapi seorang anak gadis berusia 16 itu belum juga bangun padahal dia harus bangun dan bergegas untuk pergi ke Sekolah. ia masih berada dialam mimpinya hingga.......


seorang wanita paruh baya masuk ke kamar gadis tersebut yang bernama Agatha Anhastasya.


"Agatha bangun ini udah siang." teriak wanita paruh baya itu.


dia adalah, Harumi ibunya Agatha.


"Ihh...Agatha bangun...ayo bangun ini udah siang nanti kamu telat." teriak nya lagi sambil menggoyang - goyangkan tubuh Agatha.


Agatha pun bangun karena tidurnya terusik. "Aduh ma... iya..iya aku bangun inikan masih pagi kenapa mama teriak - teriak sih." ucapnya sambil menggeliat.


"Ini itu udah siang nanti kamu bisa tel--" belum selesai Harumi melanjutkan ucapannya Agatha langsung memotongnya.


"iya... iya..."Agatha bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


 


*


 


Tak butuh waktu lama Agatha sudah siap untuk berangkat ke Sekolahnya.


"Pagi... Pa...ma..." Ucapnya riang sembari menuruni anak tangga.


"Pagi juga sayang." Balas Ayahnya yang bernama Brama.


"Kamu mau makan dulu nggak?" tanya Harumi kepada Anaknya.


"Nggak deh ma... udah siang kalo gitu aku berangkat ya takut telat." Agatha menghampiri kedua orang tuanya lalu mencium tangan Brama dan Harumi secara bergantian.


"Yasudah kamu hati-hati ya dijalan." ujar Harumi sambil mengelus kepala Agatha lembut.


"Kamu nggak mau bareng papa, nak berangkatnya?." tanya Brama kepada putrinya.


"Nggak deh, pa."


"Yasudah hati - hati ya."


 


***


 


Kini Agatha telah sampai di depan Sekolahnya yaitu SMA Brawijaya Hight School , Sekolah milik keluarga Brawijaya.


"Aduh gimana nih gerbangnya udah ditutup." Gumamnya cemas karena gerbang Sekolahnya sudah ditutup


Agatha melangkahkan kakinya mendekati Pos Satpam. "Pak, Satpam bukain dong pintunya saya mau masuk."


"Nggak bisa atuh neng, eneng teh udah telat." Kata Satpam yang ber-nametag Dadang


"Tapi pak sayakan telat cuma satu kali. biasanyakan nggak pak."


"Ya tapi tetep nggak bisa neng, nanti kalo saya buka gerbangnya nanti saya bisa dimarahin kepala sekolah atuh." Ucapnya.


"Saya janji pak saya nggak bakal telat lagi... jadi tolong bukain ya gerbangnya." Agatha memasang muka sedih


Aduh kalo kayak ginimah harus drama dulu nih gue. Batin Agatha.


Agatha mendudukan tubuhnya asal didekat gerbang sambil memeluk tasnya sambil berkata,


"Tolonglah pak, bukain gerbangnya. kan niat saya kesini buat sekolah, cari ilmu sampe sukses biar bisa banggain keluarga...masa dateng kesini nggak boleh masuk...hiks...hiks...terus...saya harus...kemana...masa harus bolos....hiks...hiks.." Ucapnya pura - pura menangis.


Pak Satpam pun merasa iba dan akhirnya mendekati Agatha. "Jangan Nangis atuh neng. iya deh saya bukain asal neng berdiri dulu jangan nangis."


"Iya. tapi beneran nih?." Ucap Agatha memastikan


"Iya atuh. asal eneng jangan bilang kalo saya yang bukain gerbannya ya."


 


//


 


Agatha berjalan menyusuri koridor demi koridor untuk menuju kelasnya yaitu kelas XI-IPS3.


"Aduh udah jam Tujuh lewat sepuluh menit lagi. pasti udah mulai belajar." Gumamnya sambil terus berjalan.


Tiba - tiba Agatha menghentikan langkah kakkinya. Agatha melihat seorang laki - laki tinggi, berkulit putih, berambut agak kecoklatan, dan mempunyai manik hazel. lelaki itu tengah berkeliling mengecek barang kali ada siswa yang terlambat atau ada yang ingin bolos saat jam pelajaran.


Dia adalah, Arga Brawijaya anak dari pemilik SMA Brawijaya Hight School. dia menjabat sebagai ketua osis.


hingga sebuah ide muncul dipikiran Agatha.


"Nah gue puter haluan aja deh kan dia belum liat." Ucapnya sambil memutar badan untuk menghindar dari Arga.


Tetapi belum sempat Agatha melangkahkan kakinya lebih jauh lagi ada yang mencekal tangannya hingga membuat langkah Agatha terhenti.


"Tunggu." Terdengar suara bariton ditelinga Agatha


Aduh siapa nih jangan bilang itu ketos. Teriaknya membatin.


"Nggak punya mulut ya atau nggak punya telinga." Ucapnya tegas.


"ng..nggak kok. gue punya mu--." belum sempat Agatha melanjutkan ucapannya lelaki itu langsung memotongnya.


"Kalo diajak ngomong jangan buang muka." Ucap lelaki itu.


"Nggak kok gue nggak buang muka buktinya muka gue masih ada kalo nggak percaya liat aja di tong sampah ada muka gue nggak." Ucap Agatha gugup.


lelaki itu mulai geram dengan Agatha akhirnya dia memegang pundak Agatha dan memutarnya.


Astaga mati gue. batin Agatha ketakutan ketika melihat Arga dihadapannya.


"Ehh...Elo kak. hai apakabar.?" Ucap Agatha cengengesan Sok akrab kepada Arga.


"Nggak usah sok akrab. mau kemana?." Tanyanya mulai curiga. sebab sekarang masih jam pelajaran tetapi dia melihat sorang cewek masih berkeliaran di area sekolah.


"Mau ke toilet." Alibi Agatha.


"Kok bawa tas?." Ucap Arga .


"Tasnya nggak sengaja kebawa." Jawab Agatha Santai.


"Nggak logis banget alibi lo." Ucap Arga sambil memasang senyum kecutnya.


"Lo mau ikut gue ke toilet hah? Udah nggak usah banyak nanya minggir lo." Ujar Agatha sembari mendorong tubuh Arga dan melangkahkan kakinya kedepan.


Arga kembali mencekal tangan Agatha hingga membuat Agatha menghentikan langkahnya dan berkata,


"Ck, apalagi sih."


"Gue udah tau lo bohong, lo telatkan?." Ujarnya.


"Udah tau gue bohong kok masih juga nanya." Kesal Agatha.


"Udah sekarang lo ikut gue." Arga menyeret Agatha untuk mengikutinya


"Yaudah ayo, lo mau hukum gue kan?." Tanya Agatha yang tak direspon Arga.


"Sebelum lo hukum gue izinin gue ke kantin dulu ya...please...gue belum makan." Ucapnya seraya memohon kepada Arga.


"Bukan urusan gue." Ucapnya ketus.


*


Kini Arga dan Agatha berada di WC


"Ngapain lo bawa gue kesini?." Tanya Agatha


"Sekarang lo harus bersihin WC sampe bersih."


"Yakin Sekarang?, gue belum makan lo." Ucapnya yang tidak dihiraukan oleh Arga.


"Sekarang?." Tanyanya lagi


"Nanti nunggu satu abad baru lo bersihin ni WC." Kesal Arga.


"Oh..yaudah masih lama dong, kalo gitu gue ke kantin dulu dah."


"Ya sekarang lah. Lo **** atau pura - pura **** sih. Lemot banget otak lo." Ucap Arga dengan nada yang tinggi


"Apa?!. Lo bilang otak gue lemot?. Heh gue itu laper belum sarapan mau makan. terus lo bilang gue lemot anj--."


Cup


Dengan secepat kilat Arga memotong ucapan Agatha. bukan menggunakan omongan melainkan Arga mendaratkan bibirnya di bibir Agatha.


Agatha merasakan benda kenyal di bibirnya itu sontak kaget.


Bagaimana bisa seorang lelaki yang tidak ia kenal dan bukan siapa - siapanya itu mengambil first kissnya.


Dan...


plak...


Tamparan yang begitu kencang mendarat dipipi mulus Arga. "Berani - beraninya lo ngambil first kiss gue." Agatha melenggang pergi begitu saja meninggalkan Arga diWC.


Arga hanya diam mematung tak percaya apa yang dia lakukan tadi. Konyol.


Berani - beraninya dia mengambil first kiss cewek yang tak ia kenal itu. Baru pertama kali dirinya mencium perempuan.


**Hai guys gimana suka nggak sama part pertamanya?.


kalo suka nanti aku lanjut besok aku Up.


tapi nggak janji😇.


kalo nggak suka please jangan ngehujat ya😊**.