
Kring... Kring...
Bel istirshat pun berbunyi, murid- murid yang mendengar bel pun pangsung bersora gembira.
"Ayo ke kantin! " ajak Clara
"Ayo, gue udah laper juga" jawab Ale
Di sepanjang perjalanan, mereka menjadi pusat perhatian dan banyak bisik- bisik yang mengarah pada Ale. Ale dan Clara yang mendengar pun hanya bersikap acuh.
"Gue harus bikin mereka percaya kalau Ale yang sekarang benar- benar berubah" batin Ale
Saat mereka melewati kelas Juna yaitu kelas 11 IPA 7 betepatan dengan keluarnya Juna dan teman- temannya. Pandangan Ale dan Juna pun bertemu sesaat. Clara yang melihat itu langsung menarik tangan Ale menuju Kantin. Teman- teman Juna yang melihat tingkah laku Ale hanya menampilkan wajah cengo.
"Eh woy itu beneran Alena?" tanya Arga
"Iya anjir, kenapa dia sekarang cuek banget sama lo Jun? Dia beneran amnesia berarti ya" celetuk Putra
"ck! cepetan ke Kantin" ucap Juna
•••
Clara dan Ale sudah berada di Kantin dan lagi- lagi mereka jadi pusat perhatian. Clara dan ale tidak peduli dengan hal itu. Mereka pun membagi tugas. Ale yang membeli makanan dan Clara yang mencari tempat duduk.
Saat Ale sedang membawa nampan yang berisi bakso dan minuman dingin, karena keadaan kantin yang ramai. Dia pun tidak sengaja tersenggol keras, alhasil nampan yang dibawanya pun jatuh. Dan ternyata minumannya tumpah dan tidak sengaja mengenai tubuh seseorang yang ada di depannya.
Ale dengan cepat menampik mangkok bakso agar tidak mengenai tubuh seseorang yang ada didekatnya. Namun naas, tangan Ale lah yang menjadi korban. Tangan Ale terkena kuah bakso yang panas, sehingga tangan Ale memerah. Ale menahan mati- matian tangannya yang terasa perih. Ia mendongak untuk melihat siapa seseorang yang da dihadapannya, dan ternyata itu Vera dengan keadaan bajunya yang sudah basah kuyup akibat tersiram minuman.
"Vera!" teriak seseorang dengan suara lantang dari pintu masuk Kantin.
Ale yang mendengar suara Juna langsung menyembunyikan tangan yang terkena kuah bakso ke belakang badannya.
Juna langsung panik melihat badan Vera yang sudah basah kuyup, akibat minuman Ale. Juna pun menoleh melihat pelaku yang menumpahkan minuman ke Vera.
" Oh jadi lo yang numpahin ini ke Vera? lo sengaja kan? buat apa sih lo ngelakuin gini? buat dapet perhatian dari gue? lo licik banget sumpah. Gue ada salah apa sih sama lo? gue kan udah pernah bilang, gue gak akan suka sama lo! jadi stop lo ngejar- ngejar gue bahkan nyelakain orang yang gue sayang!" ucap Juna dengan nada tinggi
deg..
"g-gue tadi kesenggol sumpah" jelas Ale dengan nada lirih
"Gue beneran gak sengaja. Ver gue minta maaf, asli gue gak sengaja tadi gue kesenggol anak" jelas Ale dengan suara yang bergetar.
"Alasan lo!" kata Juna
"Dingin Jun" lirih Vera dengan wajah memelas
Juna langsung menggandeng Vera menuju ke UKS.
Siswa yang mendengar keributan langsung mengerubungi TKP
"gila si Ale, katanya udah berubah lah kok kelakuannya sama aja"
"Sekali licik ya pasti licik"
"Dasar Antagonist"
"Gue kira lo udah berubah ya, ternyata kelakuan lo masih bangsat" ucap Dirga
Dirga da Putra pun menyusul Juna ke UKS. Saat melewati Ale, Putea dengan sengaja menabrak bahu Ale dengan keras sampai Ale mundur beberapa langkah ke belakang.
"Gue bukan Antagonist!" teriak Alena dengan suara yang bergetar
Clara yang mendengar keributan langsung menuju ke arah kerumunan.
Dia terkejut melihat Alena yang sedang dutengah kerumunan sambil menangis.
"Astaga Ale!" kaget Clara
"Gue gak sengaja Cla sumpah, gue bukan antagonis" lirih Ale dengan suara yang bergetar.
Clara langsung memegang tangan Ale dan tak sengaja terkena bekas luka kuah bakso
"aw sakit" rintih Ale
Clara pun mengecek tangan Ale dan melihat tangannya yang memerah.
Clara langsung menarik tangan Ale menuju parkiran dan segera menelpon supirnya agar diantar ke Rumah Sakit
•••
HAII! maaf baru update heh
Aku lagi banyak tugas
Doain ya biar aku lebih semangat nulis ceritanya
TERIMAKASIH💛