I AM (NOT) ANTAGONIST

I AM (NOT) ANTAGONIST
Keluarga



Author POV


Setelah kurang lebih semingguan dirawat di rumah sakit, akhirnya Alena hari ini sudah diperbolehkan pulang. Kurang lebih sekitar setengah jam perjalanan menuju mansion keluarga Jareda.


•••


Saat keluar dari mobil Alena langsung tepukau melihat bangunan yang ada di hadapannya. Seumur hidup ini kali pertamanya melihat bangunan seperti istana, biasanya dia hanya melihat bangunan ini di tv saja.



/by pinterest/


"Dek ayo jangan bengong" ucap bang Aiden


" e-eh iya bang" jawab Alena gugup


"Ayo sayang" ajak Papa Bagas


"Sama mama aja yuk" ujar Mama Windy


Aiden yang awalnya menggandeng tangan kanan Alena harus terlepas paksa akibat perbuatan sang Mama. Sedangkan sang Papa yang menggandeng tangkan kiri Alena hanya bisa geleng- geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.


"Mah, abang juga mau pengang tangan dedek" Kesal Aiden


"Udah kamu diem aja bang" tutur Mama


"Seneng banget karena mereka sayang banget sama aku. Alena beruntung banget. Aku boleh gak si egois kali ini? " batin Alena


Akhirnya Aiden mengalah dan hanya berjalan disebelah sang Mama. Mereka berjalan perlahan menuju pintu utama dan langsung disambut oleh para maid di mansion itu.


" Selamat datang kembali Nona muda" sapa para Maid serempak


"Terimakasih" ucap Alena


Mereka yang mendengar ungkapan terimakasih dari nona mudanya langsung kaget. Biasanya nona muda hanya bersikap angkuh kepada mereka. Papa, Mama, dan Aiden hanya tersenyum dan bersyukur dalam hati karena Alena kesayangannya sudah berubah menjadi lebih baik.


Alena yang melihat mereka terkejut hanya bisa tersenyum.


Mereka berjalan perlahan menuju ruang tamu.


"Surprise!" seru keluarga besar Jareda


Alena bisa melihat banyak keluarga Jareda yang sudah berkumpul. Di dinding tertempel tulisan "selamat datang Princess".


"Alena kamu bener-bener beruntung banget punya keluarga seperti ini" batin Alena


Mata Alena langsung berkaca- kaca, dan perlahan air matanya mulai jatuh. Semua yang ada disitu yang melihat Alena menangis langsung panik dan mengerubungi Alena.


"Princess kamu kenapa?" tanya sang nenek


" A-aku gak papa, aku hanya terharu melihat kalian sangat perhatian kepadaku" ujar Alena sesenggukan.


"Kamu gak ingat kami ya?" tanya salah satu dari mereka.


Alena hanya bisa mengangguk, padahal faktanya dia buka Alena yang asli.


"Oke gak papa, kamu masih princess kami " ujar salah satu dari mereka


"Itu ada Nenek, Kakek, Oma, dan Opa. Aku ini adik dari papamu, Ale bisa panggil Bunda Asha ya sayang. Dan disebelah Bunda ada suami Bunda, Ale bisa panggil Ayah Austin . Dan itu ada anak Bunda, namanya Arkan kamu dulu manggilnya Babang Arkan" jelas Bunda sambil menunjuk orang- orang yang dikenalkannya.


"Dan aku ini kakak dari Mamamu, Ale bisa panggil Mommy Ara. Dan itu suami Mommy, Ale bisa panggil Papi Reza. Disebelah Papi ada anak Mommy namanya Zavier Addison, Zavier ini seumuran sama kamu" jelas Mommy Ara


"Nenek pengen peluk Ale boleh?" pinta Nenek. Tanpa babibu Alena langsung memeluk neneknya sambil menangis.


"Zavier juga mau peluk princess dong nek" pinta Zavier. Alena langsung berganti memeluk Zavier


"Gue kangen banget sama lo" bisik Zavier


"Woy gantian" ujar Arkan


Mereka semua akhirnya bergantian memeluk Alena. Mereka bercanda ria dengan Ale. Mereka bersyukur bahwa princess mereka sudah kembali.


Saat hari menjelang malam, Mereka semua pamit undur diri. Walaupun mereka tidak rela harus berpisah dengan sang Princess, namun mereka harus memberikan waktu istirahat buat Alena.


" Bang tolong antar dedek ke kamarnya ya, mama sama papa sudah ngantuk" perintah Mama


"Siap Ma!" jawab Aiden


"Good night princess, abang" Ucap Mama Papa sambil mencium kening Alena dan Aiden.


" Good night Ma Pa" balas Alena dan Aiden serpak sambil mencium pipi Mama Papa dengan bergantian.


" Yuk dek" Ajak Aiden sambil menggandeng Alena menaiki tangga, karena kamar mereka berdua ada di lantai 2


•••


"Nih kamarnya dedek, Abang boleh tidur bareng dedek?" tanya Aiden


"Boleh dong!" seru Alena


Saat kamar Alena dibuka. Alena langsung terpukau dengan kamarnya yang luas dan serba pink.



/by pinterest/


Saat ini mereka sudah ganti baju tidur dan bersiap untuk tidur. Mereka tidur dengan berpelukan dengan raut wajah bahagia, tak lama mereka sudah menuju ke dunia mimpi.


•••