
Gue kayak denger orang nangis. Apa gue belum mati ya? atau saudara gue nangisin gue? Ah itu mustahil siii orang gue kagak dianggap.
Badan gue rasanya remuk. Perlahan-lahan gue buka mata. Saat buka mata, gue berada di ruangan yang bernuansa putih serta ada bau obat yang menyengat dihidung gue. Gue yakin ini dirumah sakit.
Mata gue langsung tertuju ke sepasang paruh baya serta mas mas ganteng yang menangis.
"mereka siapa? kenapa mereka nangis?" tanya gue dalam hati
"Kalian siapa?" ucap gue lirih
Pandangan mereka langsung tertuju ke gue. Si Ibu paruh baya ini langsung meluk gue. Gue kaget dong. Sedangkan mas mas ganteng langsung memanggil dokter.
"Kamu udah sadar sayang? jangan bikin mama khawatir dong" ucap si Ibu paruh baya ini yang masih menangis
Sedangkan si Bapak hanya diam sambil mandangin gue.
Eitss apa tadi? Mama? What? Mak gue kan udah di surga lah terus ini mamanya siapa?
" Kalian siapa?" ucap gue lirih
Mereka shock denger perkataan gue barusan
"Apa karena kecelakaan kamu lupa sama kita nak?" tanya si Bapak ini
"ti-" ucapan gue terpotong karena dokter dan mas mas gantengnya datang
"Dok tolong, kenapa anak saya tidak mengingatku?" tanya si Ibu paruh baya ini dengan histeris
"Mungkin karena benturan dikepalanya, mengakibatkan pasien kehilangan ingatan, jadi peran keluarga sangat penting agar memori-memorinya kembali seperti semula" ucap si Dokter
"Dek kamu lupa sama kakak?" tanya mas mas ganteng dengan raut wajah yang cemas
Gue mengerutkan kedua alis. Apa katanya tadi? Gue amnesia? Gue ngerasa kagak amnesia tuh. Gue masih inget nama, nama ortu, kelas, umur dan semua tentang gue. Wah si dokter ngarang, dasar dokter abal-abal. Mereka tambah menangis histeris dan gue tambah bingung.
Tiba- tiba kepala gue sakit banget. Potongan- potongan cerita tiba-tiba terlintas di ingatan gue. Dari sepasang anak kecil yang selalu bersama, bermain bersama sampai mereka SMA dan si laki- laki yang bernama Juna ini mulai suka terhadap gadis lugu yaitu Vera sedangkan si cewek periang yang diduga namanya Alena ini cemburu dan mulai mengusik Vera ini agar tidak berdekatan dengan pagerannya dan dari situ si Juna ini mulai benci dan menjauh dari Alena. Dan akhirnya Alena akan mati bunuh diri gara- gara frustasi menerima kenyataan bahwa sang pangerannya, bertunangan dengan si gadis lugu.
Shock? Kaget? Bingung? itu yang gue alami sekarang. Apa gue udah bereinkarnasi ke si tubuh Alena ini? Whattt? Gue gak percayaaa!
Mereka yang lihat gue kebingungan pun panik.
"Kamu kenapa dek? Ada yang sakit? Abang panggilin dokter lagi ya?" ucap mas mas ganteng. Di ingatan gue nih mas mas tuh abangnya Alena yang sayang banget sama Alena.
Gue hanya menggeleng. Demi memastikan kalo gue bereinkarnasi gue tanyain nih ke mereka.
"Namaku siapa?" tanya gue.
"Namamu Alena Putri Jareda sayang" ucap Ibu paruh baya itu.
WAH GUE BENERAN BEREINKARNASI! gue shock banget. Gue cuman bisa diam terpaku denger ucapan si mamanya Alena ini
" Aku ini mamamu nak, itu Papamu , dan itu abangmu. Kita keluarga Jareda, umurmu 16 tahun " lanjut mama Alena . Papa dan abang si tokoh antagonis ini cuman lihatin gue sambil senyum.
Gue bingung antara sedih atau bahagia. Sedih karena takut mati sia-sia atau bahagia karena dapet keluarga yang begitu perhatian sama gue