Hurted

Hurted
Chapter 4



Khirani terbangun dengan kepala terasa berat, mencoba mengumpul kan kesadaran sembari membuka mata.


Dengan perasaan campur aduk, ia tersadar dan mencoba duduk memindai keadaan sekitar Nya,yang terlihat berapa orang pria mengunakan seragam polisi dan 4 orangan dengan pakaian khusus sablon DokPol dan 3 orang detektif.


Khirani melihat Kamar hotel sudang dipasang garis polisi menjadi TKP dan 2 pria bersama 1 wanita menghampiri Nya.


"Kami dari kepolisian yang bertugas sebagai penyidik Dan Anda sekarang menjadi tersangka atas tuduhan membunuh Mr wiratama berdasarkan anda orang yang bersama korban saat pertama kali ditemukan dikamar hotel.


Tolong ikut kami untuk pemeriksaan lebih lanjut.Anda boleh menghubungi Advokat sebagai kuasa hukum yang membela anda. dan anda harus menjelaskan Nya nanti dikantor polisi."Kata seorang polisi dengan memborgol tangan Khirani.


Tak ada perlawanan dari khirani karena pikiran dan perasaan Nya seperti kaset kusut dengan tubuh Terasa lemas,,hanya mampu pasrah dan berharap keluarga Nya membantu,walau rasa Nya tidak mungkin mengingat bagai mana kebencian dan perlakuan keluarga Nya mengintimidasi selama ini..tapi Khirani tetap berharap.


Menjadi Tersangka karena menghilang kan nyawa seseorang membuat Khirani Shock.tangan nya bergetar saat digiring keluar , pikiran Nya melayang mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.


Setiap langkah menuju mobil polisi dengan tatapan dan tak luput dari gunjingan orang² yang melihat Nya dengan sinis sambil mencemooh kan diriNya..membuat Khirani semakin terpuruk.


(hati dan pikiran Khirani)Tidak khirani kamu tak bersalah kamu hanya mencoba membela diri!!YAA benar, aku hanya membela diri..aku tidak bersalah, aku hanya membela diri.! Kamu memukul Pria itu kirani..kamu membunuh Pria itu..kamu seorang pembunuh!(Khirani melihat kedua tangan yang terborgol) Tangan ini yang memukul Nya.


Pria brengsek itu pantas mati karena meleceh kan Mu Khirani..Dia pantas mati.!


Pikiran khirani benar² Seperti kaset kusut dengan langkah Khirani mengikuti pihak polisi yang membawa Nya kedalam mobil polisi.


Selama perjalanan tangan Nya bergetar tak henti² ,rasa takut,sedih,marah,kecewa juga bingung dengan keadan Nya sendiri bercampur jadi satu.


Sesampai nya dikantor polisi Khirani dibawa memasuki Kantor polisi,,Diri Nya terduduk di kursi dan berhadapan dengan aparat hukum, Meja dengan ukuran sedang menjadi batas antara dia dan detektif.


sedang mulut dan pendengaran Nya seperti tak berfungsi,ia hanya menagis dan membuat kesabaran polisi menipis sehingga ia di masukan ke jeruji besi.


Esok hari Nya Khirani sudah memakai pakaian tahanan dan dibawa ke kantor jaksa dimana ia akan di interogasi lebih lanjut langsung oleh jaksa umum.


Seorang wanita atau biasa dipanggil Lidia adalah jaksa umum yang akan menuntut Khirani dengan status terdakwa menjadi kan Nya Nara pidana.


Satu persatu pertanyaan di lontar kan, Tapi mulut Khirani sangat berat untuk menjawab.


Lidia mencoba melontarkan pertanyaan yang sama pada Khirani seperti penyidik yang sebelum Nya,Merasa tak ada jawaban,


Lidia mulai berbicara baik pada Khirani memberi pengertian."Jika Kau terus bungkam maka dengan bukti yang ada, Kau akan menjalani hukum 15 thn penjara(menurut pasal 338 KUHP barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, karena pembunuhan diancam dengan pidana penjara paling lama 15 thn)."Jelas Lidia dengan serius.


Mendengar perkatan Nya,Khirani mendongak agar dapat melihat Lidia.


"Bukan Aku,,Aku tidak sengaja memukul Nya aku tidak memunuh Nya,,Bukan Aku,,aku hanya mencoba membela kehormatan Ku.!" Lirih dan isak tangis Khirani bercampur rasa takut mencoba menjelas Kan pada jaksa berharap Ia akan paham diposisi Khirani.


Jaksa:"Jelas kan pada Ku dari awal biar aku mengerti.!"Bujuk Lidia meyakinkan, mencoba menenangkan Khirani dengan menggenggam tangan Khirani yang gemetar dan berkeringat dingin.


Khirani:"Saat itu Sartika,Dia membawa ku ke hotel dan didalam kamar ia memberi ku minum,,YAA dia memberi ku minum, setelah itu Aku merasa pusing dan mengantuk dan dia mengatakan akan membeli kan Ku obat tapi dia tak kunjung kembali,Saat aku sedang menunggu sartika, aku berbaring disofa dan sesorang mendekati ku,Dia menci..hiks..hiks.Aku benar² tak sengaja memukul Nya aku hanya igin pria itu menjauh dari Ku.!"Ucap Khirani dengan Gugup.


Pertanyaan tak berhenti di situ, Lidia terus melontarkan Siapa itu Sartika dan apa alasan Khirani datang kehotel dan setumpuk pertanyaan² lain Nya.


Setelah berjam² Khirani di interogasi, ia digiring kembali ke sel, Dimana Khirani menunggu sidang yang akan semingu lagi menentukan nasib nya ditangan hakim.