
(Byurr) Khirani tersadar saat Sartika menyiram diri nya yang tengah pingsan .Sontak Khirani terkejut dan melihat Sang adik berdiri dihadapan Nya.
"Cepat bangun,,siap-siap!"Tukas Sartika membentak sambil melempar kan pakaian.
Khirani mencoba duduk diatas lantai dingin dengan keadaan setengah basah, karena air yang mengguyur dirinnya dan melihat Sang adik melempar pakaian ke Wajah"Mau kemana kit~
"G'usah banyak tanya!Cepat siap-siap,Aku tunggu di mobil!"Bentak Sartika lalu ia pergi.
Khirani beranjak untuk memersihkan diri lalu bersiap-siap,ia mengenakan dress kentat dan seksi memperlihatkan belahan dada dan kaki jenjang Nya.Ia sangat risih dengan apa yang ia kenakan dan berniat mengganti dengan pakaian Nya sendiri,walau pakaian Khirani tidak sebagus dan semahal Dress yang ia kenakan sekarang setidak nya ia jauh lebih nyaman dengan pakaian Nya sendiri.
"Lama banget sihhh!!"Kesal Sartika menghampiri Khirani.
Khirani berniat mengganti pakaian Nya tapi keburu Sartika datang menarik lengan Nya dengan kasar.
"Tik..kita mau kemana?"Tanya khirani mengikuti langkah Sartika.
"...."
"Setidak nya ijin kan Aku mengganti pakaian ini dulu?!"Ucap Khirani kembali namun Sartika tetap menyeretNya paksa dan mendorong masuk Nya masuk kedalam mobil.
Mobil melaju meninggal kan rumah Sementara Khirani terus-terusan bertanya ke pada Sartika di dalam mobil.
Perasaan Khirani jadi Was-Was melihat Sartika yang Tampak terseyum"Tik~
"Udah lah..nanti juga bakal tahu!!"Ketus Sartika dengan wajah kesal.
Perasaan Khirani menjadi tambah Gusar.
Apa lagi sekarang yang direncanakan mereka terhadap Ku(Batin Khirani)
Mobil berhenti di satu hotel mewah lalu Khirani dibawa Sartika turun langsung melangkah ke lift dan sampai dilantai 15 Sartika berjalan pelan sembari memperhatikan no Kamar.
Ia berhenti di kamar 405 lalu membuka kamar hotel nenggunakan kartu yang diambil dari dalam tas.
"Cemat masuk!"Bentak Sartika setelah berhasil membuka pintu kamar hotel.
"Ngapain kita kesini?"Khirani Bingung dengan perasaan semakin tak nyaman.
Tanpa menghiraukan pertanyaan Khirani,Sartika menarik tangan Khirani membawa masuk kekamar lalu menutup pintu.
"Cuma ini yang bisa aku lakuin buat nolong kaka agar kita sama² terlepas!?"Sartika mengambil gelas dan menuangkan Air yang berada di mini bar.
Saat malam ini,apa kau masih punya muka untuk pulang Kakak ku tersayang(Gumam Sartika dengan senyum licik)
"Minum lah dulu biar Kaka lebih tenang." Sartika tersenyum seraya mengulur kan tangan memberi segelas air.
Khirani mengambil segelas air yang diberikan Sartika dan meminum tanpa rasa curiga walau perasaan Nya tak nyaman Khirani tak berpikir Sartika tega melakukan hal buruk terhadap Nya.
Seringai senyum licik Sartika memperhatikan Khirani yang tengah meminum air yang sudah ia beri obat tidur."Aku ingin ke kamar mandi dulu."Sartika melangkah masuk ke kamar mandi.
Didalam kamar mandi Sartika menghubungi seseorang"Masuk lah ke kamar 405 Tuan,saya sudah menyiapkan kan pesanan anda." Dengan menyungging kan bibir lalu ia memutus panggilan.
Sartika keluar dari kamar mandi melihat Khirani memijit pangkal hidung Nya.
seperti Nya obat nya mulai bereaksi(pikir Sartika)
"Kaka kenapa!?"Sartika memasang wajah khawatir mendekati Khirani yang terduduk disofa.
"Kepala Ku pusing Tika,G'tahu kenapa?"Jawab Khirani .
Jelas saja bodoh(Batin Sartika )
"Begini saja Aku akan membelikan Kakak obat,,okayy!" tunggu disini Aku segera kembali." Sartika mengambil tas dan meninggalkan Khirani yang setengah sadar.
.
.
.
(Cklek) seseorang masuk ke kamar melihat Khirani tengah terduduk disofa dengan memejamjan mata.
"Aku datang sayang."Uacap pria mendekati Khirani, Pria itu begitu tergoda melihat Khirani bagai cacing kepanasan meliuk-liukan tubuh berbaring di sofa.
Saat Pria itu mengGerayang tubuh Khirani dan ingin Mencium bibir tipis khirani tiba-tiba khirani membuka mata mencoba mengumpulkan kesadaran Nya.
Betapa terkejut Nya ia melihat pria paruh baya memandang Nya penuh nafsu..tapi tenaga khirani seperti hilang tak tahu kemana,ia hanya mampu merasakan ciuman dari pria tak dikenal Nya dengan tangan meraba ke meja tak jauh disofa.
(Braagh)Khirani menggunakan sisa tenagga nya untuk memukul pria yang mencoba kurang ajar pada nya, megunakan vas bunga yang terletak di meja dan memuku kuat ke kekepala pria itu.
lalu mendorong badan pria yang mendih badan Nya,setelah berhasil menyingkir kan tubuh Pria itu,
Khirani mencoba bangkit tapi reaksi obat semakin bekerja membuat nya terjatuh tak sadar kan diri.