
Hari pernikahan Ku tiba, dimana Aku sekarang bercermin melihat pantulan diriku yang terlihat berbeda dari biasa Nya.
Mengenakan kebaya putih dengan riasan tebal namun membuat Ku seperti wanita lain.Selama ini pakaian yang ku miliki semua dari Bi Ana yang membeli pakaian di pasar loak untuk ku gunakan setiap hari Nya.
Disaat para pelayan bekerja maka mereka akan menerima gaji,sementara apa pun yang Aku perbuat untuk menyenangkan Bunda atas perintah Nya, yang ku dapat cacian.
Air mata Ku sudah tidak bisa lagi keluar..apa mukin kering..?bisa jadi karena rasa lelah dan air mata menjadi satu dengan ku setiap hari.dan pada akhir Nya Aku terbiasa untuk menerima Semua perlakuan buruk sampai detik ini.
Detik dimana rumah terlihat indah dengan dekorasi begitu cantik, juntain kain warna warni dibentuk sedemikian baik, dan bunga menghiasi ruangan yang akan menjadi tempak akad.
Tak ada tamu yang diundang dalam pernikahan Ku, hanya beberapa orang pelayan wanita dan supir,tukang kebun juga keluarga Ku yang sedari tadi menunggu mempelai pria yang tak kunjung datang, sementara Hp pak penghlu terus-terusan menerima panggilan oleh orang, karena sudah harus pergi ketempat lain untuk menikah kan calon pengantin lain.
"Maaf sekali pak Purnawan,saya harus pergi ke tempat lain karena saya harus menikah kan pasangan lain."Ujar pak penghulu .
"Tunggu lah 10 menit lagi pak,jika tidak datang saya tidak akan menghalangi anda lagi!"Pinta Ayah memujuk.
"Maaf pak Purnawan,tapi saya sudah menunggu 1 jam lebih,Saya harus pergi,,maaf sekali lagi.!Tegas pak penghulu dengan berjabat tangan lalu melangkah pergi.
Aku hanya bisa menyaksikan kepergian penghulu,entah harus senang karena tidak jadi menikah dengan sahabat ayah yang aku pikir pasti sebaya dengan Ayah.atau harus sedih karena seorang pria tua pun tak mau menikahi Ku.
Pikiran dan perasaan ku berkecamuk menjadi satu bahkan Aku tak tahu harus berbuat seperti apa, sampai Aku tak sadar Ayah sudah mendelati ku dengan penuh emosi.
(PLAAKK) tamparan dari Ayah menyadar kan Ku dari lamunan,dengan rasa nyeri dan panas tertinggal di pipi, bahkan aku yang terduduk di kursi tempat dimana ijab qabul akan diadakan tersungkur ke lantai.
"Seharus Nya Aku membiarkan saat Ibu mu ingin Mengaborsi mu,!seharus Nya kau tak pernah Ada seperti yang orang katakan..Kau hanya Aib pemba sial..!"Sarkas Ayah memaki Ku.
Ini adalah pertama kali Ayah berbica sepanjang itu dan pertama kali Ayah memkul Ku.
Selama ini walau ia tidak memberi perhatian terhadap Ku tapi ia juga tidak pernah berbicara panjang lebar apa lagi memukul.
"Kenapa harus Aku,?Apa kesalahan Ku jadi kalian membenci Ku?!"Tetirak Ku penuh emosi memperhatikan semua pelayan tertunduk tak ingin melihat Ku tapi berbeda dengan Bunda dan Sartika yang memandang ku sinis.
Kenapa,kenapa,kenapa!Selalu itu yang terpikir oleh Ku,Jika aku bukan anak Bunda kenapa darah ku bisa menolong Sartika saat dibutuhkan.Lalu apa!kenapa dengan Ku sampai Tak ada kasih sayang yang kudapat.
"Non,cepat bangun biar Bibi obatin luka Non Khirani.."Bi Ana membantu Ku untuk berdiri.
Namun Ku tepis tangan Nya,Aku melangkah menaiki tangga,rasa keingin tahuan Ku tak terbendung lagi,kali ini Aku harus mendapat jawaban dari semua sikap mereka terhadap Ku selama ini.
Pintu kamar orang tua Ku tertutup rapat beruntung tidak di kunci,sehingga Aku bisa membuka pintu kamar pelan dan aku melihat Ayah memukul Bunda dengan Sabuk kulit milik Nya.
"Ayah Aku mohon hentikan.!!"Teriak Ku berlari mendekati Bunda.
Saat Aku mencoba memeluk Bunda,ia mendorong Ku untuk menjauh dari Nya."Menjauh dari Ku,kau hanya pembawa Sial." Maki Bunda dengan deraian air mata.
"Nyonya,,Aku mohon jangan kata kan itu..!" lirih Ku dan air mata mulai keluar.
"Kau ingin tahu kebenaran Nya,Baiklah akan Aku katakan!!"Raut Wajah ayah penuh amarah dengan mata melotot melihat Ku.
"Ako mohon jangann Mas.!Teriak Bunda memelas di kaki Ayah.
"Kau hanya Anak haram buah perselingkuhan ibu mu dan pria ******** itu..yang sudah Aku habisi dengan kedua tangan Ku sendiri!" Sarkas Ayah dengan suara pelan namun penuh penekanan.
Bagai petir disiang hari yang cerah , mendengar kenyataan yang selama ini ingin Aku ketahui..
"Itu tidak benar,,Aku mohon katakan kalau semua itu bohong.!!"Tangis Ku pecah tubuh terasa lemas.
"Aku Mohon Mas he~
"Kau hanya Anak haram dari wanita menjijikan ini.!!"Tukas Ayah menyepak Buda.
Aku tak sanggup lagi walau hanya sekedar bicara ,tubuh dan tenaga Ku seperti menghilag sampai akhir Nya Aku amruk tak sadar kan diri.