Her Past Memories

Her Past Memories
Teman masa kecil



Sesampainya Asya kerumah, Ia melihat kakaknya yang sudah pulang dari Luar kota.


"Laah...kakak udah pulang ya. Mumpung kakak ada, gimna kita dinner diluar aja.." ucap Asya yang berdiri didepan dapur


"Kamu lupa, hari ini kita makan malem sama pemegang saham utama Arega Group." jawab kak Raf


"Kita..? Aku harus ikut?" Tanya Asya


"iya lahh..mereka bawa keluarga juga, oiyaa pake dress jangan pake trening. " jawab kak Raf


"emmm iyaa" jawab Saya yang melirik kakaknya


......


Asya bosan dengan acara yang katanya acara kekeluargaan, tetapi tetap saja membicarakan bisnis.


Para tamu juga terlalu berbasa basi saat mengatakan sesuatu, Obrolan orang dewasa yang membicarakan bisnis, atau sejenisnya sangatlah membosankan bagi Asya.


"Senyum syaa, kamu mau bikin jelek bajumu." bisik kak Raf pada Asya


"iya iyaa..." jawab Asya yang langsung tersenyum saat memasuki ruangan tersebut


Terlihat Keluarga Arega sudah berada disana, dan terlihat Ayah dan ibu Asya sudah berada disana juga.


Seperti tidak mempunyai lelah, baru datang dari luar kota langsung bergegas untuk menghadiri acara selanjutnya.


Asya duduk diruang yang dikhususkan untuk para anak, duduk bersama saudara Asya di keluarga Arega dan juga anak para pemegang saham.


Mengikuti Alur,Berbicara dan tersenyum sesuai suasana disana. Sebenarnya Asya dituntut untuk mempunyai teman dengan melihat latar belakang mereka, seperti Anak para pemegang saham yang hadir disana.


.....


"Asyaa,..gue ambilin cake ni, lu suka kan." kata Vina yang duduk di samping Asya


"Cake..? Coklat yaa..enak keknya." kata Asya yang melirik cake yang dibawa Vina


"Makan gihh, dari pada cemberut." ucap Vina yang tersenyum memberikan cake tersebut


"Asya gue bawain minum." kata Ivan yang memberikan minuman ke Asya


"Makasih Van." jawab Asya


"Nihh Asya disini.." kata Erlang yang datang bersama Said dan yang lain


"Dicariin calon kakak ipar." goda Eza yang tersenyum pada Asya


"Apaan sih.." jawab Said yang memukul pundak Eza


"Wuhhhh..tumben nggak belajar?" tanya Asya yang langsung berdiri dari sofa


....


Said Adalah teman masa kecil Asya, dan juga anak dari salah satu Keluarga pemilik saham. Asya dan Said sudah seperti Sahabat yang sangat dekat, sampai sudah biasa Asya Berkunjung kerumah Said ataupun tidur dirumahnya. Said juga sering dipanggil calon menantu oleh nenek Asya, karena nenek Asya sangat menyukai Said. Ia sangat memenuhi kriteria yang nenek Asya sukai, selalu ramah pada semua orang apa lagi Said selalu menjadi nomer satu di setiap hal yg ia ikuti seperti olimpiade atau sejenisnya.


Asya mengobrol dengan Said didepan balkon.


"Lu nggak cocok pake dress gituan, kenapa nggak pake trening kek acara dulu." kata said yang menahan tawa


"Tadi rencana pertama gitu." jawab Asya yang menyendok cake yang ia pegang


"RIP cara berpakaianmu syaa.." said yang tertawa


"Gue sebenernya badmood pas berangkat tadi." jawab Asya yang meletakan cake yang ia pegang ke meja dan menyandarkan kepalanya ke balkon


"Mulai...kenapa?, lu sekarang juga jarang ngehubungi gue, nggak pernah cerita apa apa lagi." tanya Said yang menatap Asya


Tiba tiba saat Asya dan Said mengobrol didepan balkon, seseorang memanggil Said dan menghampiri mereka.


"Said..disini ternyata, kamu nggak lupakan harus nyapa ayahku?" kata Alda yang langsung merangkul tangan Said


"Haaa iyaa, aku nanti kesana." jawab Said yang menengok kearah Alda


"Heyy Alda...lama nggak ketemu." kata Asya yang menyapa Alda


"Ohh haii...aku dengar kau masuk ke sekolah seni, mengejutkan sekali cucu kesayangan Dari keluarga Arega masuk sekolah seni, Oohh iyaa kan kesayangan jadi beda." kata Alda yang menatap tajam Asya


"Udah nggak pernah ketemu, ternyata lu makin ngeselin yaa..pantes Hana nggak pernah suka main kalo ada lu." jawab Asya yang tersenyum terpaksa


"Dan aku bersyukur Hana pergi,dan sekarang cuman nyingkirin kau dari pandangan Said." jawab Alda


"Alda..ayo anterin aku nyapa ayahmu." Said yang menarik tangan Alda


"Bawa pergi,Said" kata Asya yang sudah menahan kekesalan


"Jangan menyuruh nyuruh Said." sahut Alda yang ditarik tangannya oleh Said


"Maaf syaa..lanjutin makan cakemu." kata Said yang membawa pergi Alda dari hadapan Asya


"Pengen gua kucir tu mulut...argghh jadi tambah nggak mood kan." jawab Asya


....


Karena hal itu, Asya bertambah bosan. Akhirnya Asya memutuskan untuk pulang lebih Awal,ia berpikir setidaknya sudah datang jadi mau pulang kapan saja terserah padanya.


"Asyaaa bangun.." ucap kak Raf yang membangunkan Saya


"Hmmm..5 menit lagi.." jawab Saya yang masih memejamkan matanya


"Bangun...ibu mau pergi lagi.." kata Kak Raf


"Haa kok pergi lagi.." ucap Asya yang langsung bangun dan membuka matanya


" makanya kamu cepetan bangun dari tempat tidur." jawab Kak Raf yang langsung pergi dari kamar Asya


Ibu Asya dipagi itu, harus berangkat lagi untuk menjadi sukarelawan.


Asya yang saat itu bangun dari tidurnya, langsung bergegas untuk bersiap untuk berangkat kesekolah.


Dan berpamitan dengan ibunya yang harus pergi lagi.


Saat itu juga Asya dijemput oleh Alshan, untuk berangkat bersamanya. Alshan yang sudah menunggu di depan rumah Asya, bersandar pada mobil sambil melihat HP yang ia bawa.


Dan saat Asya akan menghampiri Alshan yang sedang menunggunya didepan Rumah, Said datang sambil mengendarai motor sport yang ia punya.


Said melepas helmnya, dan melirik Alshan yang sedang berdiri bersandar dimobilnya,


Said berdiri didepan rumah Asya dan masih melihat kearah Alshan.


Alshan yang sedang saat itu sedang melihat HP ,langsung memasukan Hpnya dan melipat tangannya dan menatap tajam kearah Said.


Said yang datang saat itu bertujuan mengembalikan HP Asya, yang tertinggal diacara semalam.


"Said kenapa lu kesini..?" tanya Asya yang keluar rumah


"HP lu." jawab Said yang menyodorkan HP Asya


"Ya ampun, gue bahkan nggak inget kalo ketinggalan." jawab Asya yg sedikit tersenyum


"Sana berangkat,..keknya udah dilirik nggak enak tu.." ujar Said yang berbisik kepada Asya


"Emm..gue berangkat yaa..makasih Said." jawab Asya yang langsung mendekati Saya


Said yang pergi dari sana dan terlihat juga, Alshan masih menatap sinis Said yang masih memakai helm, dan Said pun juga melirik tajam kearah Alshan.


"Ayoo Alshan berangkat." ucap Asya yang menarik tangan Alshan


"Motor sport import, Energica Ego 45 Limited Edition soalnya bertenaga listrik." kata Alshan yang melihat Said pergi


"Haaa..?"


"Dia siapa pagi pagi dateng kerumah mu?" tanya Said yang langsung melihat Asya


"Said, dia mau ngasih Hpku yang ketinggalan diacara semalem.."


"Ohh acara pemegang saham keluarga Arega." jawab Said


"Emm iyaa..kok kamu tau?" tanya Asya


"Ayoo berangkat nanti telat." jawab Said yang langsung membukakan pintu mobil


....


Asya Berangkat bersama Alshan, dan tidak banyak obrolan yang mereka bicarakan saat perjalanan.


Dan tiba saat mereka didepan sekolah, saat Asya sedang berjalan bersama Alshan. Kak Ariyha memanggil Asya dari balkon lantai dua yang terlihat dari luar, saat menyadari Kak Ariyha memanggilnya dari atas Alshan berkata sesuatu dan pergi meninggalkan Asya.


"Inget apa yang harus kamu lakuin." kata Alshan dan pergi meninggalkan Asya


Asya menemui kak Ariyha yang berada di atas.


"Pasti lu berubah pikiran kan..gue bakal bikin pesta kecil buat ngerayain gabungnya lu." ucap kak Ariyha yang sudah tersenyum


"Gue nggak ikut kak,maaf." jawab Saya yang melihat kebawah


"Yakin..? Kek bukan lu aja biasanya lu kalo denger.."


"Sebenernya setelah kakak lulus waktu itu,gue ninggalin club, gue nggak nerusin apa yang kakak suruh dulu. Dan dari awal emang gue nggak pernah pengen ngembangin." sahut Asya yang memotong perkataan Kak Ariyha


"Nggak mungkin, lu bukan orang yg suka berpura pura,bahkan lu nggak bisa natap gue." jawab kak Ariyha


"Gue beneran." jawab Asya yang langsung menatap Kak Ariyha sebentar dan memalingkannya


"Gue tau persis, lu bukan orang kek gini."


"Dan kita nggak bisa kek dulu lagi, sekarang udah beda, ada seseorang yang harus aku jaga perasaannya. Kalo gue Deket sama kakak kek dulu gimana perasaannya? Gue nggak bisa kak." jawab Asya yang langsung memalingkan badan dan hendak pergi dari sana


"Tapi setidaknya lu wujudin ide yang udah lu buat,lu kembangin lagi." jawab kak Ariyha


"Engga kak, makasih udah ngehargain ide yang kubuat." jawab Asya dan langsung pergi dari sana


"Anak ayaamm.." panggil kak Ariyha


....


Bersambung •~