Her Past Memories

Her Past Memories
Club



"Jadi ini ruangannya.." ucap Asya yang berdiri didepan ruang club jurnalistik


Terlihat tulisan yang tergantung dipintu masuk ruangan itu, lettering dari tangan Kak Ariyha.


Sepi dilorong itu,jarang orang yang melintas. Mungkin karena saat itu masih diJam pelajaran, Asya masih berpikir dua kali untuk masuk ke ruangan tersebut.


Karena mengingat perkataan Kak Ariyha yang menyuruhnya datang setelah pulang sekolah,bukan diJam pelajaran.


Asya yang masih berdiri didepan pintu, sambil menggenggam kunci yang diberikan Kak Ariyha.


...Masuk nggak yaa..apa aku balik aja kekelas..tapi hari ini pelajarannya umum semua,paling nanti juga ketiduran...gimana yaa...coba dulu aja liat ruangan terus balik kekelas..oke masuk liat sebentar.... Kata Asya dalam hati


Asya memutuskan untuk masuk keruangan itu dan melihat sebentar, saat ia ingin membuka pintu, ternyata pintu ruang club itu tidak dikunci, ia mengetuk pintu dan bertanya ada orang kah didalam.


"Permisi... Ada orang?" ucap Asya yang memasuki ruang tersebut


Asya melihat isi ruangan tersebut sama seperti ruangan Club Mading dulu,


Letak dan barang-barang yang ada didalam sama persis.


"Oaaahhh...Asya kok lu udah dateng.." tiba tiba kak Ariyha yang muncul dari balik meja


"Gue kira siapa...kenapa tidur disitu?" jawab Asya yang terkejut dengan kehadiran kak Ariyha disitu


"Gue cuman menjalani rutinitas." ujar kak Ariyha


"Btw..ruangan ini mirip banget sama club Mading dulu tapi ini lebih lengkap."


"Anak ayam, gue punya sesuatu buat lu..mungkin lu udah lupa, tapi barang ini berpengaruh, kenapa club ini jadi berkembang." tanya kak Ariyha


"Apaan??" tanya Asya


"Taadaa..." ucap kak Ariyha yang memberikan sebuah note book


"Catatan club gue..?" tanya Asya yang terheran


"Lu masih inget ternyata.."


"Mana mungkin gue lupa,semua ide mading gue tulis disini.." jawab Asya dengan tersenyum


"Mana tulisannya ancur..gue yang terjemahin butuh waktu lama, kek mau baca artefak kuno..." jawab kak Ariyha yang tertawa


"Kurang ajar.."


.....


Suasana didalam ruangan Club itu mencair,sesaat ketika keduanya saling melempar candaan dan menceritakan hal-hal yang terjadi di club Mading yang pernah mereka ikuti.


Kak Ariyha juga menceritakan hal-hal, yang telah ia lakukan untuk merubah club jurnalistik yang ada di DAS. Berkat catatan milik Asya, Kak Ariyha merubah sistem dari club jurnalistik menjadi lebih moderen.


Dengan meningkatkan informasi lebih mudah diakses dengan media sosial,indoor ataupun Outdoor. Apa lagi club jurnalistik yang dibuat oleh kak Ariyha, sangat cocok untuk praktek anak program Desain Grafis seperti Asya dan Kak Ariyha ambil.


Maka dari itu club ini langsung didukung oleh sekolah, dan setiap proposal yang club jurnalistik ajukan selalu disetujui oleh Organisasi MPK.


"Gimana syaa? Mau coba gabung..lu bisa ngecheat langsung jadi ketua Club Jurnalistik, karena dari awal ini ide dari lu." ucap kak Ariyha yang tersenyum


"Kak maaf..tapi sebenarnya gue kesini mau balikin ini kunci." jawab Asya yang memalingkan mata


"Bercanda aja lu sukanya..yaaa kek biasanya dulu club ini nggak jauh dari club Mading dulu, coba pikirin lagi gue mohon.." ajak kak Ariyha yang masih menawari Asya


"Ini kak kuncinya." kata Asya yang memberikan kunci ruang club tersebut


"Anakkk ayamm..tolong pikirin lagi .." kata Kak Ariyha yang langsung terbangun dari bangkunya


"Iyaa iyaa.."


"Ohyaa..anak ayam,..kita masih bisa kek dulu nggak.?" tanya kak Ariyha yang menatap Asya yang mulai mendekati pintu untuk keluar


Tidak disangka tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan tersebut, teman kak Ariyha kak catur.


~kllleeeeekkkkk.. suara pintu yang terbuka


"yakkk lu dapet tugas jad...." ucap kak catur yang terhenti saat melihat Asya dan Kak Ariyha didalam


suasana menjadi hening seketia saat itu, kak catur yang terdiam dan melihat suasana yang terjadi didalam.


"aaaaa gue paham...yakk lu, oke lanjutin.." kata Kak catur yang melihat Asya dan Kak Ariyha dengan tersenyum


"eeee nggak gitu, gue mau keluar kok.." kata Asya yang segera pergi dari sana


"ehhh bentar...Asyaaa anak ayam.." kak Ariyha yang mengejar Asya sampai didepan pintu


"lu yaa...nggak ikut pelajaran malah modus sama Adek kelas."


°°°°


Asya berlari dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan malu, ia tidak ingin hal itu menjadi kesalah pahaman dan sampai terdengar ke telinga Alshan.


Ia langsung pergi ke ruang loker kelasnya, dan tak sangka didalam sana banyak murid yang sedang menghindari pelajaran umum.


"Asyaaa..lu dari mana aja?" tanya Zidan yang sedang berbaring di ranjang tingkat


"wahhh selamat bergabung menjadi buronan pelajaran umum.." ucap Lani yang sedang memakai alat riasnya


....


Pembelajaran dihari itu berakhir, tetapi Asya masih bimbang dengan tawaran Kak Ariyha. Ia tidak sanggup untuk menolaknya ,setelah tau club itu dikembangkan dengan ide yang pernah dibuat Asya.


Asya berencana untuk menanyakan pendapat Alshan tentang club tersebut, dan ia berharap Alshan bisa memberikan jalan keluar untuknya.


...~suasana didalam ruang OSIS...


"Lu tau kan deadline, cuma ngurus satu kerjaan aja lu nggak bisa." kata Alshan yang melempar proposal OSIS ke meja Ride


"Alshan ada apa?" kata Yuni yang duduk di samping Ride


"Shan maaf..kata lu gue harus dapetin properti sesuai list,dan masalahnya barangnya yang dikirim overlord,gue jadi nggak fokus." kata Ride


"Repot amat sih...tinggal panggil lagi si Sapta buat bantu." kata Yeshi yang sedang merapikan dekorasi


"Siapa Sapta?" tanya Ride


"Si murid beasiswa,yang suka bantu-bantu organisasi gitu." kata Dena yang berdiri didepan Yeshi


"Dia ikut organisasi apa?" tanya Alshan


"Seperti Anggota organisasi bayangan,dia tadi habis gue suruh ngurus undangan,dan kerjanya cepet,bayangin 2000 undangan cuma berapa jam." kata Dena


"dia itu jadi anggota apapun buat bantu tapi dapet bayaran." kata Yuni


"Ride..Panggil orang itu!!" kata Alshan yang menyuruh Ride


Ride keluar dari ruang OSIS itu dan melihat Asya yang datang, seketika Ride yang berdiri didepan pintu langsung memanggil Alshan.


"shann..dicari Asya tuu." ucap Ride yang menengok kedalam ruang OSIS


"hmm.." Alshan yang meletakan proposal yang ia pegang ke meja


"shann..inget deadline." kata Yuni yang membalik halaman kertas list yang ia pegang


Alshan keluar dari ruangan OSIS dan menemui Asya yang sudah menunggu diluar,


"Alshan aku pengen nanya pendapat kamu, Gimana Aku kalau ikut Club Jurnalistik?" tanya Asya yang spontan langsung bertanya tentang hal tersebut


"Terserah kamu lah.." jawab Alshan dengan wajah datarnya


"dan aku pengen ngasih tau,ternyata Waktu dikantin kemarin itu Kak Ariyha cuman mau ngobrol dan nawarin aku buat masuk club jurnalistik yang..."


"bentar bentar kak Ariyha..? kak Ariyha yang pengang tanganmu dikantin itu?" tanya Alshan yang mulai bernada tinggi


"eeiyaa yang waktu itu.."


"Kamu nggak penting banget bahas hal kek gitu." jawab Alshan


"aku cuman minta pendapat tentang tawaran dia itu..."


Alshan yang langsung membuka pintu ruang OSIS.


"Elena...lu revisi dulu proposal sponsor yang gue pegang tadi yaa,ada urusan sebentar 15 menit." ucap Alshan setelah membuka pintu ruang OSIS tersebut


"okee kukerjakan.." jawab Elena yang langsung berdiri dan mengambil proposal


Alshan yang menarik tangan Asya dan pergi Dari ruangan osis itu, dan membawanya ke lapangan tennis. Mereka melanjutkan obrolan mereka disana,


"Alshan...kenapa harus pindah tempat?" tanya Asya yang berjalan dibelakang Alshan yang tangannya masih dipegang Alshan


"Serius, syaa."


"aku juga nanya serius, kenapa Alshan?"


"Dia itu suka sama kamu." ucap Alshan yang melepaskan tangan Asya


"Tapi aku nggak, terus kenapa? aku nganggep biasa kek kakak kelas biasa, toh aku juga kenal Kak Ariyha dia baik." jawab Asya yang melihat ke bawah


"Jawabanku tetep nggak,kamu masih milih dia?"


"nggak gitu Alshan..cuman club ini itu dulu ide yang.."


"Aku bilang nggak dan kamu harus nurut." sahut Alshan yang memotong perkataan Asya


Asya yang menatap Alshan langsung terdiam dan mengalah, karena tidak ingin bertengkar lebih panjang lagi dengan Alshan.


"Iya aku nggak bakal ikut club itu." jawab Asya dengan pelan


"oke Aku ke ruang OSIS, kamu pulang duluan aku pesenin Taksi." jawab Alshan yang langsung menghubungi Taksi


....


Alshan mengantar Asya sampai ke depan sekolah, dan membukakan pintu taksi untuk Asya.


"Nanti kutelfon.." kata Alshan dan menutup pintu Taksi


Bersambung~•