
..Sampai ditengah tangga ia melepaskan pegangannya.
"Kamu kenal kak Bara?" tanya Asya ke Alshan
"Dia ketua MPK."jawab Alshan dengan nada datar
" waaaw.." jawab Asya
"Dan sejak kapan kamu temenan sama kakak kelas?!" kata Alshan yang langsung berbalik menghadap Asya
"Kak Ariyha kakak kelasku SMP dulu,dia dulu yang ngajarin aku bikin lettering sama Doodle waktu kelas 1." jawab Asya
"Aku mau kekelas...." jawab Alshan tanpa melihat Asya
"Alshannn kamu marah yaa" kata Asya dari kejauhan
....
Asya masuk kelas dan semua teman-teman melihat ke arah Asya dengan tersenyum menahan tawa menggoda Asya, ternyata mereka sudah mendengar tentang kak Ariyha yang memanggilnya Anak ayam saat mengambil seragam.
"Anak ayam..." goda Fhirani yang melihat Asya sambil tersenyum
"Ehhh gue mau tanya, hubungan lu sama kak Ariyha apaan?" tanya Sami yang duduk di depan Asya
"Jangan-jangan kak Ariyha sukaa sama Lo syaa." sahut Jessi yang tertawa
"Eheeem eheem..." Sheen sambil tersenyum-senyum melihatnya
"Sssssssttttttt nggak kek gitu yaaa." jawab Asya
"Terus-terus gimana sejarahnya ceritain dong." lirik Fhirani disebelahnya
"Jadi gini ,dulu ituu Kak Ariyha dan gue dari SMP yang sama, sewaktu gue masih di kelas satu dia kelas tiga." jawab Asya
"Panjang ni..." sahut Sheen
"Nggakpapa lanjutin aja" jawab Sami yang masih ingin mendengarkan
Saat itu juga, Guru mereka masuk ke kelas untuk memulai pelajaran. Spontan teman-teman yang sudah mendekat ingin mendengarkannya mengeluh.
Asya bersyukur karena Gurunya datang, dan ia tidak repot-repot untuk menceritakannya pada mereka.
Setelah pembelajaran selesai,Asya bergegas untuk pergi. Agar mereka tidak menagih cerita tentang kak Ariyha.
Asya pergi untuk menemui Alshan yang sedang berada di ruang OSIS,
Ia melihatnya Alshan sedang mengobrol dengan seseorang anggotanya.
Dari jauh Asya melihat mereka yang sedang mengobrol didepan ruang OSIS,dan tidak segan-segan Asya langsung mendekat dan memperlihatkan posisinya dengan Alshan sebagai apa.
"Alshaan..." kata Asya yang langsung memegang tangan Alshan
"Owhh pacarmu yaa?" tanya cewek itu sambil tersenyum kearah Alshan
"Hmm,.." kata Alshan
"Namaku Elena, dari kelas Fashion." kata Elena sambil memberikan tangannya
"Asya.." kata Asya sambil berjabat tangan dengan tersenyum
.....
Asya pulang bersama dengan Alshan,
setelah beberapa hari tidak bisa pulang bersamanya.
Alshan selalu diantar jemput menggunakan mobil pribadi keluarganya,
dan sejak Ia berpacaran dengan Alshan,Asya sering diantar pulang Alshan menggunakan mobil pribadinya.
"Alshann,..kamu masih marah?" tanya Asya yang berjalan disebelahnya
"Nggak." jawab Alshan dengan nada datar
"Emmm...kamu masih marah" jawab Asya sambil memegang tangan kiri Alshan
"Engga marah." jawab Alshan yang melepaskan tangan Asya
"Alshann ihhh"
"Aku pengen pulang langsung, kamu pulang sendiri aja ya." kata Alshan tanpa melihat Asya
"Aku ikut kerumah kamu." jawab Asya
"Ngapain..?"
"Kangen stephano.." jawab Asya sambil tersenyum
"Terserah." jawab Alshan dengan nada datar
Asya berkunjung kerumah Alshan,
Stephano adalah kucing yang dulu pernah mereka temukan,dan sekarang dirawat oleh Alshan.
Karena Alshan belum memberi nama, jadi Asya memberi nama sendiri.
"Stephano, are you miss me?" kata Asya sambil memeluknya dengan erat
"No." kata Alshan yang menjawab perkataan Asya
"Stephano...tadi ada yang cemburu gara-gara ada kakak kelas yang megang tanganku." kata Asya
"Serah."
"Tuuu liat tu sampe sekarang masih ngambek." kata Asya
"Kamu pulang sana.." kata Alshan dengan nada datar
"Iyaa iyaa aku minta maaf." kata Asya sambil melepaskan Stephano
"Ngapain aku kan nggak marah." jawab Alshan
"Kak Ariyha cuman kakak kelas ." kata Asya sambil duduk di sofa
Asya bercerita tentang semua hal yang terjadi dulu, tentang Kak Ariyha tetapi Alshan tetap masih tidak mendengarkan penjelasan Yang Asya katakan.
Seperti biasa,Alshan selalu melihatkan sifat posesifnya. Belum bisa bersikap dewasa, dalam menyikapi sebuah permasalahan hubungan mereka.
Asya yang selalu takut,dengan marahnya Alshan. Ia selalu mengalah setiap Alshan bersikap seperti ini,
"Tugas sekolahku banyak apa lagi tugas organisasi, dari pada kamu gangguin aku mending kamu pulang." Alshan yang berdiri dan mengambil Tas Asya dari sofa
"Alshan..aku nggak mau pulang sebelum kamu nggak marah lagi." jawab Asya yang masih duduk di sofa tersebut
"Terserah kamu lah.." kata Alshan yang pergi menuju kamarnya
Dengan berat hati,Asya terpaksa pergi dari rumah Alshan tanpa menyelesaikan masalah yang telah terjadi.
°°°°
°°Suasana kelas°°
"Semua dengarkan..." kata zhiko
"Hariii ini pak Daryana, nggak masuk kekelas....jamkos 4 jam." kata Jessi yang mengatakannya dengan kegirangan
"Yeeeeeyyyyyy" kata Zidan
"Tapi ada tugas dari hal 18 sampe 25." kata Jessi yang langsung berubah raut wajahnya
"Sudah kuduga.." kata Sheen yang kecewa
....
Hal yang bisa Asya lakukan saat itu, hanya duduk dan melihat chatnya dengan Alshan.
Sejak kemarin Alshan mengabaikan chat darinya,
Sedih sangat terlihat diraut wajah Asya yang meletakan kepalanya di atas meja.
Teman sebangkunya Fhirani juga tidak ada disana, karena keperluan organisasi yang ia ikuti.
"wahhh lesu aja ni si anak ayam.." goda Leta yang duduk didepan Asya
"Chatnya nggak dibales niih.. sama si Ketua OSIS."sahut Jessi yang tersenyum melirik Asya
"Asya...gue beliin es krim yuu di kantin.." ujar April yang mendekat dimeja Asya
"Gue nggak mood buat apapun." jawab Asya yang memalingkan wajahnya ke kiri
Terkejutnya Mereka yang berada didekat Asya saat itu, tiba-tiba seseorang Datang dan berjalan menuju ke meja Asya.
Terlihat ia yang sedang membawa kunci sebuah ruangan, Asya terkejut juga, langsung terbangun saat suara itu memanggilnya.
"Anakk Aayam.." panggil kak Ariyha yang berdiri depannya
"Nihh!" kata Kak Ariyha yang menjatuhkan kunci didepan muka Asya
"Apa ini...?" tanya Asya yang langsung terbangun
"Kek biasanya,pulang sekolah langsung dateng." jawab kak Ariyha yang langsung pergi meninggalkan kelas
"Tapi Aku nggak mau masuk....kakk..kak Ariyha" Asya yang berdiri dan menjawab dengan Nada keras
Teman teman yang ada didalam kelas seketika terfokuskan pandangan mereka kepada Asya dan Kak Ariyha,
Dan banyak pertanyaan yang menghujani Asya Tetang hubungannya dengan Kak Ariyha.
Tapi kali ini Asya benar benar tidak berniat untuk mengikuti club ataupun organisasi,
ia mempunyai tujuan dari awal untuk fokus ke belajar.
°~Truuuuuttttt truuuuuttt~°
Suara HP Asya yang berdering
"Syaaa HP Lo tuh.." kata April yang menunjuk kearah HP Asya diatas meja
Asya mengambil Hpnya dan melihat,bahwa ada dua panggil tak terjawab dari Alshan.
Dan Asya menelfon balik Alshan,tetapi ia tidak mengangkatnya.
Diperjalanan menuju ruangan Ketua OSIS,Asya terus mencoba menelfon Alshan,tapi ia tidak mengangkatnya.
Asya keruang ketua OSIS dan melihat tidak ada Alshan disana. Dan Ia mencoba mengecek keruang anggota OSIS yang disebelahnya tetapi tidak ada Alshan juga disana.
Asya juga melihat ruang anggota OSIS,dan didalam tidak ada orang.
Ia keluar dari ruang OSIS,dan saat Asya membuka pintu untuk keluar, Ia terjatuh ,kepalanya terkena pintu yang didorong dari luar oleh orang yang hendak masuk kedalam.
Djedaaakkk~ suara benturan kepala Asya dengan pintu
"Awwwww" teriak Asya yang kesakitan sambil memegang kepalanya
"Ehhh sorry sorry...gua nggak sengaja" ucap cowok itu yang langsung mendekati Asya
"Lu nggakpapa kan?" ucap cowok itu yang terus menanyai keadaan Asya
"Iyaa nggakpapa" kata Asya yang berdiri sambil memegang kepalanya
Asya keluar dan langsung pergi dari sana.
Cowok itu terus bertanya pada Asya tentang keadaannya,tetapi Asya tidak mendengarkannya dan langsung pergi meninggalkanya.
Cowok itu masih berdiri didepan ruang OSIS sambil melihat Asya dari belakang.
"Ngapain lu masih diluar?" kata Dhefa yang datang
"Hehh?" ucap cowok itu yang terkejut
"Udah selesai Sapta?" tanya Yusi yang datang
"Belum, gua baru dateng." jawab Sapta cowok itu yang langsung masuk keruang anggota OSIS
.....
Sementara itu Asya masih berjalan menuju Gazebo yang berada tak jauh dari ruang OSIS ,sambil masih memegangi kepalanya.
"Syaa.." panggil Risa yang melihat Asya dari kejauhan
"Haaa...?" jawab Asya yg masih mencari suara yang manggilnya
"Nunggu Alshan?" tanya Risa yang mendekat
"Tadi dia nelfon." jawab Asya ke Risa sambil menurunkan tangannya dari kepala
"Kepala lu kenapa? Kek merah-merah gitu? Lu jatuh atau gimna?" tanya Risa yang ingin menyentuh kepala Asya
"Jangan dipegang masih sakit." spontan Asya memukul tangan Risa yang akan menyentuh kepalanya
"Lu kenapa ya ampun ?" kata Risa yang tertawa melihat Asya
"Sakit ni..malah ketawa"
"UKS sana..gue anterin."ajak Risa yang ingin menarik tangan Asya
" Nggak usah..lebaii banget."
"ntar takutnya lu amnesia kan nggak lucu.." jawab Risa yang tertawa
"oiyaa btw..club Mading dimana?"tanya Asya kepada Risa
"Nggak ada club Mading,adanya Jurnalistik." jawab Risa
Bersambung~•