
🍀🌕🍀🌕🍀🌕🍀🌕🍀🌕🍀🌕🍀🌕🍀
Dan seseorang datang...
cowok yang mengobrol dengan April tadi.
"gue kira April." katanya yang masih berdiri didekat pintu
"Lu siapa?" tanya Asya yang langsung berdiri dari bangku
"Gue nyari ruang loker anak Desain dimana?" tanyanya kepada Asya
"Disebelah sana dekat ruang Pamer desain." jawab Asya sambil sedikit mendekat dan menunjuk dengan tangannya
"ruang Pamer dimna?" tanyanya lagi
Dan tiba-tiba April datang dari belakang Cowok itu,
"Wahyuuu." teriak April yang mengagetkan cowok itu
"Aprilll.."
"Lhoo Asya, Lu masih disini?" tanya April
"Heee" jawab Asya sambil tersenyum
"Temen Lu?" tanya Wahyu kepada April
"Iyee Temen sekelas gue,kenalin Namanya Himena Asya..." kata April
"Himena Asyafa.." sahut Asya yang memotong perkataan April
"Nama gue Wahyu Sejati, Kelas Teknik Jaringan. Temen April dari SMP, tampan,rajin beribadah , tidak sombong, pekerja keras, hobi Menyetrika." kata Wahyu sambil menjulurkan tangan kanannya
"Asya absen 11" jawabnya sambil tersenyum
Dan saat itu Alshan menelfon Asya,memberitahu jika dia akan sampai malam disekolah. Akhirnya Ia tidak bisa pulang bersama Alshan lagi.
"Kenapa sya?" tanya April
"Gue nggak jadi pulang sama Alshan." jawab Asya
"Jadi lu disini nunggu Alshan ya." kata April yang tersenyum melirik Asya
"Dia sih tadi malem bilang bisa pulang bareng,tapi mungkin lagi sibuk banget." jawab Asya
"Siapa Alshan?" tanya Wahyu dengan wajah polosnya
°°°
Asya disana mengobrol dengan April dan wahyu sampai sore,
April dipulang karna sudah dijemput adiknya.
Sedangkan Asya masih akan naik taksi seperti biasanya, tetapi sebelum menghubungi taksi ia ditawari tumpangan oleh Wahyu.
Asya akhirnya diantar Wahyu sampai ke depan rumahnya.
"Ini rumah lu?" kata Wahyu yang melihat kagum rumah Asya
"iyaa ini rumahku ."jawab Asya sambil melepas helm
"wahh...,oiyaa lo tau Disini itu banyak keluarga elite yang tinggal,apa daya gue cuman anak beasiswa." kata wahyu sambil menyerandratkan motornya
"Kalau pake beasiswa berarti lu pinter." jawab Asya
"Oiyaa..Lu tau keluarga Arega yang Punya RS.Arega Kusuma?" kata Wahyu sambil bersandar pada motornya
"Eeee iyaa.." jawab Asya sambil sedikit tersenyum
"Lo kenal mereka nggak? Atau rumahnya Deket sini? Katanya sih ada keluarga Arega yang tinggal di komplek disini " tanya Wahyu
"Lo akan tau suatu saat nanti." jawab Asya sambil menepuk bahu Wahyu
"Haaa..?"
.......
Wahyu bergegas untuk pergi Dia harus membantu ibunya menjaga Laundry.
Dia juga memberi Asya kertas kupon dari tempat Laundry milik Ibunya,
"Nihh gue kasih." kata Wahyu
"Kupon?" jawab Asya sambil menerima kupon itu
"Kapanpun dimanapun bisa diantar,
Laundry Wahyu wangi, rapi,bersih." kata Wahyu menaiki motor dengan wajah tampannya itu
°°°
Asya dirumah sendiri pada saat itu,karena kakaknya juga ada acara, mungkin akan pulang besok.
Ia berniat untuk bernokturnal dimalam hari nanti, dan maraton menonton film
......
Keesokan harinya kelas Asya, membicarakan seragam baru yang akan diberikan. Jadi setiap kelas 10 akan diberikan seragam khusus sesuai kelasnya.
"Eheem...Perhatian Semuanya!!" kata Andrew yang berdiri didepan
"Dieeeeemmmm" bentak Jessi yang memukul meja didepannya
"Oke terimakasih..Besok adalah pembagian seragam kelas,beberapa murid pasti sudah mengetahuinya." kata Andrew
"Dan untuk Zon,Hanafi kalian tau kan biaya seragam ini tidak termasuk rincian beasiswa kalian." kata Jessi sambil masih memegang kertas.
"Paling lambat besok ,sebelum pembagian harus sudah lunas, Gimana lagi disini bukan sekolah negeri biasa." kata Andrew
....
Setelah pembelajaran matematika ,diJam berikutnya karena guru Basing sedang dinas guru selama dua Minggu, jadi selama dua Minggu basing selalu Jam kosong dan hanya diberikan tugas mandiri.
Asya menghabiskan waktu jamkos dengan mengakrapkan diri dengan teman sekelasnya.
Dimulai dari teman sebangkunya,
Fhirani Agata dari SMP 2, pindah kekomplek dekat rumahnya yang dulu. Dan otomatis dia tetangganya Marcel, walau beda blok.
Bangku belakangnya, yang kanan Violeta Nuhasa dipanggil Leta, dari SMP elite yang ibunya Asya ingin ia masuk kesana. SMP Madatusa, Leta sampai sekarang yang ia ketahui tipe orang yang rapi dan terlihat manja, sering menceritakan tentang bundanya, dan selalu patuh sama bundanya.
Samping Leta, Aprilly shifaha ,
Dia juga berasal dari SMP Madatusa tetapi beda kelas dengan Leta.
April menurut Asya dia cewek yang pemalu, dan lebih pinter dari Asya. Asya sangat akrab dengan April karena sering menghabiskan waktu setelah pulang sekolah di sekolah,
Hobi April adalah memotret.
......
Seusai pulang sekolah, April, Asya, dan wahyu mereka menghabiskan waktu bersama diruang loker kelas desain.Mereka mengobrol dan bercanda, dan saling menceritakan tentang mereka.
Dan ditambah lagi ruang loker adalah tempat yang nyaman untuk bersantai, karena diberikan fasilitas lengkap dengan sofa, TV, ranjang gantung dan tingkat,dan yang paling terpenting wifi unilimited dengan kata sandi dan yang tau hanya anak kelas desain.
"Gue iri, diruang loker lu dikasih sofa lebih banyak...dan ini kenapa disediain lemari makanan seperti ini?.." ujar Wahyu yang membuka lemari makanan
"Ruang loker didesain seperti bagaimananya sesuai Akreditasi kelas masing-masing" jawab Asya yang tersenyum
"Dihhh...memang sih kelas Jaringan kalah sama kelas programer sebelah.." kata wahyu yang mencoba berbaring di ranjang gantung
"Tapi..kelas program kalah sama kelas Desain Grafis." jawab April yang menjulurkan tos ke Asya
"Nice.."jawab Asya yang membalas tos April
°°°°°
°~Triiiinggggggg tringggggg~° suara jam alarm
"Yampun..jam 7.00 " kata Asya yang bangun dari tempat tidurnya
Pagi itu,Asya bangun kesiangan.
Ia langsung bergegas untuk bersiap siap berangkat kesekolah, dan tidak sempat untuk membuat sarapan.
Kakaknya juga tidak sedang berada dirumah.
Sampai kesekolah,Asya melihat Dewan kesiswaan sudah bebaris didepan gerbang sekolah.
Yang membuatnya malu,salah satu Dewan kesiswaan itu adalah walikelasnya sendiri.
Pak Suranda
Adalah walikelas Asya, dan juga salah satu anggota kesiswaan yang ditakuti sesekolah.
Karena terkenal dengan sikap galak, tegasnya.
Asya tidak bisa menerobos dewan kesiswaan itu,
mereka mengumpulkan para murid yang terlambat dan juga tidak memakai seragam yang lengkap menjadi satu.
Baru Mereka boleh kembali ke kelas masing-masing, setelah Mereka menuliskan list nama dibuku keterlambatan.
Hari itu adalah hari yang tidak menyenangkan,
pasalnya dihari Kamis itu juga seharian full pembelajaran umum. Sama sekali tidak ada pelajaran kejuruan.
Jam pertama pelajaran Matematika,dimana banyak hal aneh terjadi setiap pelajaran berlangsung.
Pertama dari awal menit guru matematika itu masuk,
Mereka akan merasa terhipnotis dengan hal yang diluar nalar. Mereka akan merasakan mengantuk yang tak tertahan, mata seakan berat sekali untuk dibuka.
Dan juga guru matematika tersebut...
Pak Daryana,
Mereka mencurigai ia bukan manusia.
Ia tidak pernah mengajar dengan menatap muridnya, dalam artian ia selalu melihat kearah tembok atas.
Tetapi ia akan marah besar ,jika ada yang berisik saat ia mengajar.
Padahal ia tidak pernah menatap mereka, tetapi memiliki indera pendengaran yang luar biasa.
Setelah Asya memikirkan lagi,untuk memilih tidak mengikuti pelajaran matematika saat itu.
Dan ia pergi ruang loker untuk membuat mie cup karena tidak sempat sarapan,
Setelah Asya selesai makan,Ia menunggu sembarinya menggambar karena Ia merasa bosan,
Sekitar dua jam Asya menunggu disana.
"Asyaa..kenapa Lo disini?" kata hevan yang membuka pintu
"Yahh..ketahuan colut." kata oddy disebelah hevan
"Tadi gue telat,dihukum sama bapak Lu, suruh berjemur dilapangan dulu." jawab Asya sambil menutup buku gambarnya
"Wahh asiique, tidak ada pantai lapangan pun jadi." kata Ardim yang berbaring di ranjang tingkat
"Kapan-kapan colut bareng sama kita" jawab Hevan
"Gue pergi dulu yaa.." jawab Asya sambil meninggalkan mereka
"Jangaannn bilang ke guru yaa syaa!!" kata hevan dari kejauhan
Asya langsung kekelas teori Desain,dan tidak sengaja berpapasan dengan Alshan.
"Dari mana?" kata Alshan dengan nada datar
"Akuu telat tadi." jawab Asya sambil tersenyum
"Kebiasaan gitu terus." kata Alshan yang langsung pergi
Alshan memang seperti itu pada Asya jika disekolah, bersikap dingin seperti tidak peduli, tetapi terkadang juga dia bisa bersikap hangat dengan penuh senyuman.
Setelah Asya sampai ke kelasnya, teman-teman terkejut yang melihatnya baru masuk kekelas.
"Weyy..gue kira lo nggak masuk syaa." kata Fhirani yang tertawa melihatnya
"Nenek Lo yang Punya sekolah ye?" sahut Zaki yang duduk dibelakang Fhirani
"Tadi gue Telat heheh..." jawabnya sambil meletakan tasnya dimeja
Setelah itu Andrew dan Zhiko, memasuki kelas dan memberikan informasi untuk pengambilan seragam kelas.
"Perhatian semua...." kata zhiko dengan didepan kelas
"Oke langsung aja semua keruang pamer." kata Andrew
Seketika semua teman-teman menuju kesana.
Asya juga menuju keruang pamer ,untuk mengambil seragam.
Dan disana Asya melihat seseorang yang ia kenal berada disana...
Kak Ariyha...
....
"Heyyy...lo kan Si Anak Ayam!!" kata kak Ariyha dengan keras yang melihat Asya didepannya
"Siapa yhaak?" tanya KakCatur yang sedang membagi seragam
Asya terkejut reaksi Kak Ariyha yang seperti itu.
Ia hanya tersipu malu ,karena kak Ariyha mengatakannya terlalu keras, yang membuat semua orang yang disana menjadi seketika melihat kearah Mereka.
"Iyaaa kan Lo Anak Ayam?" tanya kak Ariyha yang semakin menatap Asya
"Bbubuukkan" jawab Asya dengan gugup sambil menutup wajah dengan seragam
"Nama lu Anas kan,iya bukan sih?" tanya kak Ariyha yang semakin menatapnya dengan mendekatkan wajahnya
"Lo salah orang mungkin yhakk" kata kak Oline yang menjauhkan wajah kak Ariyha dari wajah Asya
Wajah Asya memerah karena malu, Ia langsung pergi tanpa menuliskan nama pengambilan seragam.
Asya berlari menuju ruang Teori Desain,
• kenapa dia sampe gitu,aku malu dilihatin orang-orang • kata Asya didalam hati
"Huhffttt." Hela nafas Asya
"Kenapa sya?" tanya Zon yang sedang membuang sampah didekat kelas
"Ahhhuuu huhhh huhhh"
"Kenapa?" tanya Zon
"Ini seragammu,...aku mau minum dulu." jawab Asya sambil memberikan seragam Zon dan masuk kelas
"Lu kenapa woi habis dikejar anjing?.." jawab zon yang mengikutinya dari belakang
"Mmhhmm.." Asya yang sedang minum
"Tadi nama gue udah lu tulis belum?.." tanya Zon
"Nggak peduli... Gue nggak mau balik kesana." jawab Asya sambil menutup botol minumnya
"Arghh...lu"
Zon menuju ruang Pamer untuk menuliskan namanya dan juga Asya.
.......
Saat istirahat Asya menemui Alshan, untuk makan siang bersamanya.
Banyak orang menyapa Alshan saat bertemu,Ketua osis dan wakil ketua MPK jabatan Alshan saat ini.
Tak lama kemudian Kak Ariyha datang kemeja mereka,dan duduk disebelah Alshan.
"Anak ayam..Gua udah inget nama lu." kata kak Ariyha yang langsung duduk disebelah kanan Alshan
"Anak ayam?" kata Alshan yang langsung melihat kak Ariyha
"Iyaa..Namanya Himena Asyafa Arega" kata kak Ariyha yang melihat Alshan
"Udah tau.." jawab Alshan dengan nada datar
"Weiii weiii..." sahut kak Taalea yang langsung duduk di sebelah Asya
"Yhaaak Lo berisik!!" sahut kak Bara langsung duduk disebelah kiri Alshan
"Paan sih..lu yang berisik." jawab kak Ariyha
"Eeeeeeeeee..." kata Asya yang melihat kearah Alshan
"Laah sejak kapan Lu disini shann?" kata kak Bara yang melihat ke Alshan
"Gue mau pergi dulu yaa kakak-kakak sekalian." kata Asya sambil berdiri
"Etttsss anak ayam Lo disini aja, ada banyak yg mau gue tanyain." kata kak Ariyha yang langsung memegang tangan kanan Asya
"Lepas!!" kata Alshan yang langsung melihat Kak Ariyha dan menarik Asya pergi dari sana
"Nahhh gitu manteman cara ngusir orang,dan kita dapet mejanya." jawab kak Taalea dengan tertawa sambil menggebrak meja
....
Alshan memegang tangan Asya lama sekali, sampai ditengah tangga..
Bersambung ~•
Terimakasih teman teman sudah membaca,
tolong like dan komen agar kedepannya bisa menjadi yang lebih baik lagi... :3