
Ting tong ting tong...
suara bel pintu itu membuat jengkel gisel.sejak tadi tamu tetangga sebelah berdatangan untuk merayakan acara ulang tahun putri sulungnya,sehingga gisel tidak konsen untuk membaca buku yang dibawanya dari perpustakaan yang ada dilantai dasar.
Ting tong ting tong....
kali ini gisel heran, karna suara bel itu tak kunjung berhenti, ia pun pergi turun untuk memeriksanya.
ketika gisel membuka pintu dengan cepat karna ingin tau kenapa tetangga tidak membuka pintunya, tiba tiba....
BUUKKKKK!!!!!.....
Seorang pria jatuh tepat menimpa tubuh gisel.
"aduhh... ". erangnya sambil berusaha melihat siapa yang menindihnya begitu saja.
"zag?!". matanya memblalak ketika memperhatikan betapa banyak cairan merah membasahi seragam zag.
Tanpa berpikir panjang, gisel langsung mengangkat zag sekuat tenaga menuju kamarnya.
"apa yang terjadi? ". tanya gisel khawatir.
tapi zag tak berkutik, dia hanya diam menahan sakit disekujur tubuhnya.
Setelah membersihkan luka luka zag, gisel pun tertidur disisi ranjang zag. wajahnya terlihat sangat khawatir walaupun ia tak begitu menyukai zag.
"uurgh".zag berusaha bangun sambil memegangi sisi kiri perutnya.
menyadari hal itu gisel langsung terbangun dan membantu zag kembali berbaring.
"keadaanmj saat ini belum pulih, jadi kuharap kau jangan banyak bergerak dulu".
zag menurut, tapi wajahnya tak begitu bersahabat, tatapannya menyiratkan agar gisel pergi dari kamarnya, namun gisel sengaja pura pura tidak sadar akan hal itu.
"kenapa kau ada dikamarku? ".tanya zag dingin.
"aku ingin menjagamu karna kau sakit ".jawab gisel pelan.
"tapi aku tak pernah mengijinkanmu untuk masuk kedalam kamarku".ia membuang pandangannya kearah lain.
sakit. tapi gisel tak menghiraukannya.
"keluar".lirih zag.
gisel tersenyum simpul lalu bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah pintu.
"bila kau butuh bantuan, kau tinggal menelponku aku akan datang secepatnya ". ucapnya sebelum lenyap dari hadapan zag.
mendengar itu gisel tersentak, tapi segera diabaikannya rasa sakit yang menjalari hatinya.ia pun kembali kekamarnya tanpa memikirkan apa yang baru saja dikatakan zag padanya.sesampai dikamar, ia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan meletakkan ponselnya tepat disamping telingannya untuk berjaga jaga apakah zag berubah pikiran dan memerlukan bantuan.
Malam semakin larut,tapi zag belum saja tertidur,berbeda dengan gisel yang tertidur pulas walau berjaga jaga apabila ada panggilan dari zag.
semakin lama zag semakin gelisah,ia heran kenapa ia bisa segelisah ini,ia terus mencoba untuk tidur tapi hasiknya tetap sama, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi gisel.
"ada apa zag?, apa kau merasa sakit lagi?, atau ada yang lain? ".tanya gisel hati hati.
"bisakah kau kekamarku?,aku tak bisa tidur". lirih zag.
"ouh, baiklah aku segera kesana". ia menutup panggilan lalu bergegas kekamar zag.
"apa kau baik baik saja? ".tanyanya khawatir.
"aku baik baik saja, tapi aku tidak bisa tidur, apa kau bisa menyanyikan ku sebuah lagu? ". tanya zag seketika.
"apa?,lagu? ".tanya gisel kikuk.
zag mengangguk sambil tersenyum.
"aku ragu karna suaraku tidak enak didengar sama sekali, maksudku suaraku parau dan tak layak didengar aku... ".
"sttttt".zag meletakkan jari telunjuknya dibibir gisel agar ia tak lagi melanjutkan kata katanya.
"seburuk apapun suaramu aku akan mendengarkannya,sekarang menyanyilah". ucap zag lembut.
baru kali ini ia bersikap lembut terhadapku. batinnya heran.
"baiklah aku akan menyanyi".ia duduk dikursi yang ada disamping ranjang zag, lalu iapun mulai menyanyikan lagu yang begitu saja terlintas dimemorinya tanpa disadarinya sedikitpun.
suaramu begitu lembut dan menenangkan, aku sangat menikmati nyanyianmu gisel, suaramu tidak seperti yang kau bayangkan, indah dan memberi kesan bahagia. batin zag sambil menutup mata seolah ia tertidur.
"kau tidur? ".tanya gisel setelah ia selesai menyanyikan lagunya.
"sepertinya aku akan kembali kekamarku karna kau telah tidur".ia bangkit dari duduknya.
Namun...
"ah?".ia membalikan badannya ia melihat zag telah memegang tangannya.
"jangan pergi, aku tidak bisa tidur".lirih zag sambil tetap memegangi tangannya.
"baiklah aku akan disini bersamamu".gisel kembali duduk dan mengusap rambut zag perlahan.