
Sekalipun saatnya itu zag terus berlatih, hingga suatu hari sebuah kertas melayang tepat dihadapan matanya ketika ia berlatih. ia kaget bukan main, karna setahunya tidak ada orang diteras atas, lalu dibukanya lipatan kertas itu tanpa ragu.
Zag tak tau apa yang dirasakannya, ia bingung harus sedih,senang,atau marah, tapi ia lekas bersiap siap membersihkan diri lalu bergegas mandi.
Pukul 14:23,gisel belum juga tiba dirumah, sedangkan zag telah siap menunggu diruang tamu dengan style yang habis habisan. Sebenarnya ia sendiri juga tidak tahu mengapa ia mau berpenampilan seperti ini hanya untuk menyambut orang yang tak pernah ia kenal.Tiba tiba bel pintu bersuara..
ting tong ting tong
Bibi lin segera membuka pintu dengan cepat.
"selamat datang".ucap bibi lin gembira.
gisel membalasnya dengan tersenyum simpul, lalu berjalan kearah ruang tamu.
"aku zag". zag mengulurkan tangannya seraya tersenyum berharap gisel membalas ulurannya dengan senang hati,namun gisel tak berkutik, ia tak menghiraukan zag sama sekali, tangan zag yang sedari tadi melayang tanpa balasan kini terpaksa turun dengan kecewa, zag sangat dongkol, mulai saat itu ia membenci gisel.
malam hari setelah bibi lin pamit pergi,zag pun langsung menuju kamarnya sedangkan gisel sibuk dengan ponselnya diruang tamu.
"kenapa harus dia yang datang kesini? ". gerutu zag ketika telah merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Zag sangat kecewa pada gisel karna apa yang ia lihat tidak sesuai dengan yang ia harapkan, ia merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan matanya tapi masih dalam kesadaran yang melayangkan pikiran akan kehadiran gisel.
Gisel sejak tadi telah memanggil zag dari daun pintu, namun zag tak menyahut panggilanya sama sekali bahkan tak menoleh sedikitpun,karna tak tahan akan kantuk yang menyerang, akhirnya gisel masuk kedalam kamar zag.
"zag..., aku ngantuk, tolong kau tunjukan arah kekamarku dong".ucap gisel ketika telah dudum disisi ranjang.
Tak ada jawaban...
"zag.. ".
setelah beberapa kali ia memanggil juga tak ad jawaban akhirnya ia memutuskan untuk membaringkan tubuh nya tepat diatas rentangan tangan zag, tapi zag tetap saja tak sadar akan hal itu,karna pikirannya masih melayang kemana mana.
Zag merasa sesuatu yang dingin menimpa tubuhnya begitu saja, dingin tapi menenangkan, namun diturunkannya benda itu kemudian berniat untuk tidur dan tak ingin memikirkan masalah gisel lagi, tiba tiba suatu yang dingin itu lagi lagi menimpatubuh zag Hingham terulang Beberapa kali ,akhirnya zag tak thank lagi IA nebula makanya sambil mengangkat benda dingin itu tinggi tinggi.
"hah?! ".zag langsung melempar benda itu yang tak lain ialah tangan gisel.
Gisel yang tak sadarkan diri hanya berbalik tanpa merasa bersalah.
"kau, kenapa kau dikamarku?? ". bisik zag pada gisel yang bahkan tak mendengarkan apa yang ia katakan.
"gisel, bangun, pergilah kekamarmu, gisel, bangun.. ".zag memukul mukul pipi gisel berusaha membangunkannya.
"uughh".erang gisel tanpa membuka mata sedikit pun.
"mau bagaimana lagi?,harus pakai cara itu". lirih zag lalu turun dari ranjang barjalan kesisi lainnya dan menggendong gisel menuju kamarnya yang ada dilantai atas.
"huh! ".desahnya sesampainya dikamar gisel.
"walaupun terlihat kecil ternyata kau sangat berat, aku sampai kualahan menggendongmu huuhhh". ia duduk disisi ranjang sambil menyelimuti gisel.
"tidurlah dengan nyenyak, aku akan kembali kekamarku".zag pun kembali kekamarnya.
keesokan harinya, zag telah siap diruang makan dengan seragam sekolahnya sambil memakan sarapan paginya, lalu gisel datang dengan mata yang masih mengantuk.
"apa kau yang memasak semuanya? ".tanya gisel heran.
"iya, kenapa? ".zag mengakhiri makannya lalu bangkit.
"setelah makan kau harus memebereskan semuanya ya, aku brangkat sekolah dulu".zag melangkah pergi.
"apa??, aku disiuruh membereskan semuanya ?,baiklah tidak masalah".gisel duduk dikursi makan lalu sarapan dengan lahap.
usai makan, gisel langsung membersihkan semuanya dengan cepat,tak ada barang kotor yang tertinggal baik itu alat masak,alat makan, sampai pakaian, semua dibersihkannya dengan senang hati.Setelah semua selesai,ia pun mengambil beberapa buku dari perpustakaan dan membawanya kekamarnya.