
praanggg!!!
suara itu membangunkan zag yang sejak tadi tak sadarkan diri setelah melihat kejadian nyata dihadapannya. Ia berusaha membuka matanya, tapi yang didapatinnya bukanlah tempat terakhir yang ia ingat, melainkan sebuah tempat tak berujung dan tak bertepi,semua putih.
"hai zag". sebuah sapaan lembut terdengar begitu jelas ditelingannya.
" siapa itu?". zag menoleh kesana kemari untuk mencari asal suara itu.
" aku galesya, ratu alam cahaya".
" ratu?".kikuk zag, karna seingatnya dizaman ini tidak ada lagi orang yang disebut ratu.
"iya zag, aku membawamu kesini karena kau adalah orang yang terpilih sebagai pejuang sejati".
" kenapa aku?".tanya zag karna seingatnya ia tak pernah memiliki hal yang istimewa sama sekali.
"karna kau memiliki hati yang baik dan tulus".
zag terdiam, ia masih tak mengerti apa yang ia maksud.
" mulai saat ini kau akan dilupakan dan melupakan semua masa lalumu, semuanya..., juga kau akan mengikutin takdir yang telah kami rencanakan, bersiaplah dan selesaikan tugasmu dengan baik".
lalu semua kembali gelap....
"ugh". zag berusaha bangkit sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit, seolah diserap oleh benda yang mengerikan.
" ugh, dimana aku?". zag melihat sekelilingnya dengan teliti, semua terlihat mewah dan elegan.
"aku lapar". lirihnya sambil berjalan menuju dapur yang bahkan tempatnya belum ia ketahui.
ketika berjalan lurus kearah dapur yang memang agak jauh dari ruang tamu, ia melihat begitu banyak pintu, rasa penasarannya terguncang,dengan hati hati, ia menekan knop pintu perlahan.
kreekk....
zag tertegun,kakinya replex melangkah cepat kearah sebuah rak besar yang menjulang tinggi diruangan itu.
" ini menakjupkan, walaupun aku kurang menyukai buku tapi ini sangat fantastis". ia duduk dikursi yang tak jauh dari rak buku.
"sepertinya tempat ini sering dibersihkan, tak ada debu sama sekali".ia mencolek meja baca sambil mengamati.
kruukkk
suara perutnya menyadarkannya akan sesuatu yang begitu penting.
" mungkin aku akan memeriksa semuanya nanti setelah aku makan dulu".
ia segera bangkit dan keluar dari ruangan tersebut.
Didapatinya dapur yang begitu luas dan diisi dengan berbagai macam alat dapur.
Beberapa menit kemudian
"akhirnya siap juga,makan ah". zag membawa piring serta gelasnya menuju ruang makan.
runag makan ini begitu unik, memiliki meja yang panjang tapi hanya ada dua kursi disana.
Zag duduk sambil menikmati masakannya yang sangat enak.
usai makan ia langsung membersihkan semuanya lalu beranjak ke ruang tamu, tempat yang pertama kali dijumpainya,lalu merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang yang ada didepan tv.
Melelahkan, itu lah rasa pertama yang dipikirkannya, karna saat ini ia tak mengingat apa apa tentang masa lalunya, tapi itu tak membuatnya resah atau bahkan kecewa, tidak sama sekali.
Saat itu jam masih menunjukan pukul 06:05 dini hari.
ting ting ting
suara bel pintu terdengar membuat zag segera bangkit dari sofa untuk membukakan pintu.
ketika pintu terbuka, zag memang tidak kaget akan apa yang didapatinya didepan pintu tapi,
" maaf sebelumnya, anda mencari siapa ya buk?". tanyanya hati hati, ia takut perkataannya bisa menyakitin hati wanita tengah baya yang berdiri dihadapannya saat ini.
"saya utusan dari alam cahaya yang bertugas untuk manjagamu dan membimbingmu sebelum pasanganmu tiba nanti". ucapnya sambil tersenyum tulus.
" ouh kalau begitu silahkan masuk". zag membuka pintu lebih lebar dan sedikit bergeser agar lebih sopan.
"anda belum menyebutkan nama, siapa nama anda".tanya zag ketika mereka telah duduk disofa ruang tamu.
" namaku lin, kau bisa memanggilku bibi lin". ucapnya lembut.
"oke bibi lin, apakah anda lapar?, akan ku buatkan makanan untukmu".zag bangkit dari duduknya.
" tidak perlu zag,aku lah yang seharusnya memasak untukmu mulai saat ini".
"tak perlu repot repot, aku bisa memasak". zag tersenyum.
"tapi ini tugasku,aku tidak akan melanggar aturannya zag,mulai saat ini kau hanya akan melakukan aktivitasmu menjadi seorang anak yang baik dan penurut". jelasnya sambil bangkit dari duduknya lalu tersenyum tipis dan pergi.
" ouh baiklah bi".zag duduk kembali.
Bibi lin kembali dengan sepasang seragam sekolah.
"ini, kamu pakailah seragam ini saya akan mengantarmu kesekolah".
bibi lin hanya tersenyum lalu menyuruh zag untuk mengikutinya.
"ini adalah kamarmu,diatas juga ada kamar,dan itu akan jadi kamar pasanganmu tapi untuk sementara waktu aku yang akan menempatinya, segeralah ganti bajumu, kita akan berangkat sebentar lagi". ia pun pergi meninggalkan zag.
Sesampainnya diSMA New Island...
" hari ini kita kedatangan murid baru, baik, perkenalkan dirimu nak".
Zag melihat sekeliling dengan senyumannya lalu membuka mulut.
"perkenalkan namaku zag fire boy, senang berjumpa dengan kalian semua, kuharap kita bisa berteman dengan baik".ia tersenyum.
" baiklah zag,kau bisa duduk disebelah mark".mrs.carly menunjuk kearah kursi kosong yang ada didekat laki laki bernama mark.
Zag menurut,lalu pelajaran pun dimulai.
Tiga jam berlalu begitu cepat,dan bel istirahatpun telah berbunyi, zag memang sangat suka belajar walaupun dia tidak begitu suka membaca,jadi ia sangat senang melalui pelajaran.
Zag membereskan buku bukunya kedalam laci meja dan bersiap untuk memanfaatkan waktu istirahatnya.
"hai zag". sapa seorang perempuan yang datang menghampirinya.
" hai juga".zag tersenyum padanya.
"kenalkan aku moonty".katanya sambil mengulurkan tangannya.
" ouh aku zag, senang bertemu denganmu".zag menyambut uluran tanganya.
"apa kau sibuk sekarang?".tanya moonty.
" tidak, aku punya banyak waktu luang, kenapa?,apa kau butuh bantuan?".
Moonty terdiam.
"apa ada masalah?". tanya zag hati hati,karna ia melihat sorot wajah moonty terlihat sedang tidak baik.
" sebenarnya aku tidak pernah memiliki teman sama sekali, jadi apa kau mau menjadi temanku, tidak, lebih tepatnya sahabatku?, kau mau kan'?".ia menunduk lalu mengangkat kembali kepalanya untuk memastikan zag mau atau tidak.
Zag tersenyum.
"tentu saja aku mau, kau akan menjadi sahabatku yang paling berharga". zag berusaha menghiburnya.
" makasih zag,kau memang baik".moonty kegirangan,karna memang ia tak pernah memiliki teman samasekali.
"sama sama moonty". zag tersenyum tipis.
moonty membalas senyumannya,saat ini hatinya sangat senang karna mendapat sahabat baru yang begitu baik hati.
Sepulang sekolah,zag langsung pulang kerumah.
" aku pulang".katanya sambil melepas sepatunya lalu meletakannya dirak sepatu.
segera digantinya seragam sekolah itu dengan kaos putih biru dan celana jeans hitam,lalu ia beranjak kedapur.
Hari ini bibi lin memasak sub brokoli yang sangat enak, sehingga menbuat zag menambah makanannya lagi dan lagi,bibi lin yang melihat hal itu hanya tersenyum simpul, ia telah menganggap zag seperti anak sendiri walaupun dia hanya akan tinggal sementara dengan zag.
usai makan,zag meletakan sendoknya lalu minum.
"apa aku boleh menanyakan sesuatu?".zag membuka percakapan.
" apa itu?".tanya bibi lin segera.
"apakah pasanganku seorang pria atau wanita?". zag sedikit memajukan kepalanya.
" dia seorang wanita, namanya gisel ".lirih bibi lin.
"emmm, aku tak bermaksud menentang perintah,tapi bolehkah aku tinggal sendiri, maksudku tanpa harus ada anda atau gisel?". lirih zag, ia sengaja merendahkan suaranya agar tidak terlihat seperti menolak ketentuan.
" hmmm..".tanggap bibi lin.
"ayolah, aku hanya tak ingin serumah dengan wanita, maksudku wanita tanpa hubungan keluarga?".
" baiklah, aku akan pergi nanti setelah gisel datang,tapi kau tak boleh melarang gisel untuk tetap disini,karna ia adalah pasanganmu selamanya".bibi lin bangkit membereskan alat makan.
"apa?!". zag berbalik,matanya mengikuti pergerakan bibi lin.
bibi lin tak menghiraukannya sama sekali,ia sibuk membersihkan peralatan masak.
" tapi..".
"kau tak dapat membantah zag,itu adalah keputusan ratu". bibi lin mengelap piring piring yang telah dicuci dengan kain lap.
"apa tidak bisa diganti dengan seorang pria?,maksudku bukankah akan lebih kuat jika temanku juga seorang pria?".
Bibi lin menoleh lalu kembali menyusun peralatan dapur ditempatnya masing masing.
" tidak bisa zag,kalian sengaja disatukan agar kau tak tergoda kepada gadis yang bersekongkol dengan musuh kita, begitu juga dengan gisel".jelasnya lalu melangkah pergi meninggalkan zag sendiri didapur.
ya,zag sebenarnya tak menerima ketentuan itu,tapi ia terpaksa menyetujuinya karna ingin menyelesaikan tugas dengan benar.