
Kali ini Arra dan ke-4 temannya memutuskan untuk tetap dikelas walau Sang Guru yang harusnya memberi materi tidak datang, karena sedang mengikuti Rapat. Dari pada harus menghabiskan uang jajan untuk membeli makanan yang akan membuat gemuk. Lebih baik dikelas tidur atau ber-gibha ria. Ohh dosa, itu nikmat! Benarkan?
Yah itulah yang dilakukan oleh Laddy, Rosse, Dynar dan Nathalia, berbeda dengan salah satu teman mereka yang tadi pagi sempat membuat heboh dengan adegan nikah-nikahan ala-ala mereka, yang saat ini asik dengan alam mimpinya. Tak terhitung sudah beberapa kali Arra dengar saat teman-teman sekelasnya masih saja asik menggodanya dengan menyangkut pautkan hobi Arra yang suka tidur dengan kehebohan tadi pagi. Mereka bilang.
“Si pengantin wanitanya lagi tidur mungkin lelah karena semalam begadang. Di genjot terus sih. Hahah!” Yahh mungkin terdengar seperti itu. Arra tak perduli. Dan mem-bodo amatkan semua godaan itu. Dari pada meladeni mereka yang akan membuat Arra lelah dan kesal saja.
Terlalu menguras tenaga!
Sedangkan di pojok bagian kanan kelas Arra terdapat Shendy, Reno, Naga, Cipto dan Regal yang ikut berdiam didalam kelas. Entahlah mereka sedang membicarakan apa yang jelas mungkin tidak jauh dari sepakbola atau basket. Yang banyak digandrungi oleh kaum Adam.
“Eh kalian tau gak?” Regal mulai mengkompori. Sepertinya akan ada acara gosip di tempat duduk Shendy.
“Tau apa?” Naga mulai kepo. Yang lain hanya menatap seolah meminta Regal untuk melanjutkan kata-katanya.
“Yah, gwe tanya kalian tau gak?”
“Gak tau bego! Apaan emang?” Cipto mulai nge-gas.
“Yah gwe mana tau. Orang gwe nanya kalian tau gak?” Regal berujar bodoh
“Bego kita, kalo ngeladenin Regal emang.” Naga kesal sendiri.
Shendy bodo amat, Naga memutar mata jengah, Cipto menahan amarah yang akan meledak. Untung Cipto itu sabar, kalau tidak sudah Cipto pastikan kalau temannya yang bernama Regal itu akan mengalami kerontokan yang sangat cepat di rambutnya, Regal harus bersyukur karena Cipto yang sabar rambutnya masih untuh sampai sekarang. Lain halnya dengan Reno yang sedang sibuk menerka benda apa yang ada dalam kolong mejanya dengan muka yang serius, membuat ke-4 temannya yang semula sedang fokus pada Regal sekarang beralih menatapnya ingin tau. Reno mengambil benda yang berada di kolong mejanya tersebut. Mengernyit saat lagi-lagi mendapatkan hal yang sama seperti sebelum-sebelumnya
Coklat silverqween.
Reno bangkit dari duduknya, berjalan menuju tempat seseorang yang sudah terlewat sering mengiriminya hal yang amat dia tak suka. Teman-temannya saling menatap bingung, sebelum berdiri untuk mengikuti kemana Reno pergi. Mereka kepo. Bahkan Shendy yang terkenal cuek terhadap teman-temnanya, kali ini juga ikut berdiri dan berjalan di belakang Naga yang sama-sama mengikuti Reno.
Langkah Reno terhenti tepat dimeja yang dipenuhi dengan Arra dan kawan-kawan. Tanpa basa-basi Reno melempar coklat yang tadi dia bawa kearah Dynar, yang sontak mendapat pekikan heboh dari Laddy dan Nathalia.
“Maksud lo ngasih kaya begini-an ke gwe apa?!” Dynar diam, bingung harus menjawab apa.
“Jawab. Maksud lo apa? Lo gak bisu kan?!” Tuntut Reno meminta jawaban atas pertanyaannya.
“Gwe gak maksud apa-apa kok.” Dynar menjawab dengan gugup.
“Gak maksud apa-apa lo bilang? Setiap hari lo ngasih gwe coklat. Itu gak maksud apa-apa? “ Reno kesal setengah mati. Dia tidak suka, bahkan amat tidak suka.
“Gwe minta maaf, kalo itu buat lo marah.” Dynar tertunduk sedih.
Semua orang hanya bisa diam. Bingung harus berbuat apa. Berbeda dengan Arra yang masih santai dengan tangan yang setia diatas meja dan kepala yang disembunyikan diantara tangannya. Tanpa mereka tau Arra diam-diam menyimak apa yang sedang berlangsung disekitarnya.
“Lo tau gwe gak suka. Kalo lo kasih itu ke cowok lain terserah. Tapi jangan ke gwe. Gwe gak suka. Emangnya apa alasan lo ngasih ke gwe coklat begini-an hah?!” Reno masih gencar bertanya.
“Lo suka sama gwe? Hahh lucu lo!” Reno tertawa skaptis, dan mengalihkan pandangannya dari Dynar.
“Iyah, gwe suka sama lo. Itu sebabnya gwe selalu baik sama lo, selalu perhatian sama lo. Tapi kenapa lo gak pernah peka No kenapa? kenapa!” Dynar mulai tersulut kekesalan.
“Lo tanya kenapa? Karena gwe gak suka sama lo. Karena lo gak pantes buat gw-“
Plakk
Semua menatap Arra tak percaya, cewek yang tadinya diam dan mereka yakini tengah tertidur, sekarang dengan kekuatan penuh menampar pipi Reno membuat cowok itu terdiam, antara percaya dan tak mengerti.
Arra ngigau yah?
Itu tadi Arra?
“Lo cowok bukan?! “ Arra menatap Reno benci. Reno hanya diam tak menyangka akan mendapatkan tamparan dari cewek yang dia suka selama ini.
“Lo cowok kan? Kalo emang lo cowok gak seharusnya lo kaya gitu sama cewek. Tau gak cara lo ini buat dia malu. Ngerti gak lo?!” Arra menatap Reno dengan tatapan permusuhan. Sedangkan Shendy yang sedari tadi diam. Mengulas senyum melihat Arra yang dengan lantang membela temannya itu.
Arra memang manja namun di balik sikap Arra yang super-duper manja dan selalu cuek terhadap sekitar. Arra memiliki sifat yang sangat peka dan selalu jadi yang terdepan saat teman-temannya terancam atau di lukai. Arra tidak akan tinggal diam. Seperti saat ini contohnya, saat semua teman-temannya yang lain hanya jadi penonton, Arra justru maju paling depan untuk membela Dynar.
“Kalo lo emang gak suka cara Dynar nunjukin kalo dia ada rasa sama lo. Bilang baik-baik. Jangan kaya gini. Sikap lo yang kaya gini gak nyerminin kalo lo terpelajar, kalo lo itu cowok gantle!” Reno hanya bisa diam.
“Lo punya hati kan? Jangan kaya gini, lo cowok! Lo harusnya tau sikap sama kata-kata lo udah nyakitin hati orang lain.” Reno menatap Arra dengan senyum miring.
“Lo gak ngaca Ra? Hah! Liat apa yang lo lakuin sama gwe? Bukannya sama?! Hah! Mikir!” Reno menatap tidak terima.
“Dan lo, lo tanya gwe punya hati apa enggak?” Reno kali ini tidak akan tinggal diam.
“Kalo gwe gak punya hati. Gwe gak mungkin suka sama lo SELAMA INI!!” Reno menekan kata di akhir kalimat. Arra terdiam, begitupun dengan semua yang ada dalam lingkaran mereka.
“Kenapa? Kenapa diem? Jawab Ra kenapa lo diem?! Takut. Takut kalo Dynar tau gwe suka sama lo, dia bakal ngejauhin lo hah?! Jawab Ra!”
Bughh
“Sial lo No! Gwe gak pernah berpikir kalo lo bakal kayak gini sama Cewek. Gwe masih bisa diem, kalo lo bentak Dynar di depan kita semua. Tapi kalo lo ngelakuin hal yang sama ke Arra jangan kira gwe bakal diem aja!” Shendy berkata berang.
Dengan segera dia mendorong Reno yang tadi sempat dia pukul. Untuk kali ini, dan untuk saat ini Shendy akan memaafkan Reno. Shendy pergi dengan tangan Arra yang dia tarik agar mengikuti langkahnya meninggalkan kelas yang sekarang sudah di penuhi dengan anak kelas 12 Ipa 3 yang sempat keluar dan menjadikan mereka sebagai tontonan.
“Ahh Bangsatt!” Reno menjambak rambutnya kesal. Setelahnya ikut berlalu meninggalkan kelas yang sudah ramai dengan bisik-bisik yang menyudutkannya.
-*-