Final Destiny

Final Destiny
Episode 5 - Tidak Diketahui



Ditengah gelapnya malam hari di hutan yang gelap ditambah dinginnya salju di Unknown Land.


Para prajurit dengan sang raja berlari menuju ke lokasi Ren berada dengan bantuan tanda goresan dan langkah kaki bekas dari anaknya atau samg putri


" Sepertinya sebentar lagi akan sampai Yang Mulia! "


" Sepertinya ada suara teriakan yang cukup kencang juga, Yang Mulia! "


" Sebaiknya kita harus mempercepat langkah kita! Vinn Berikan kami buff! " Perintah seorang pria sambil berlari


" Baik Yang Mulia! Enchanter: Speed Booster! "


Seketika seluruh tubuh mereka mengeluarkan cahaya hijau dan membuat kecepatan berlari mereka bertambah cepat.


Sesampainya mereka didekat lokasi rumah


" Didepan sana rumahnya, Yang Mulia. Tapi Keadaan saat ini sangatlah senyap dan dingin "


' Bukankah tadi ada suara teriakan kenapa tiba tiba sunyi seperti ini? '


' Dan ini bau... bangkai manusia?! '


Berjalanlah mereka menuju halaman rumah tersebut dan terdiam


Sang Raja terkejut bukan main ketika melihat seorang anak dengan mudahnya membunuh 2 orang pria yang lebih besar darinya.


Dia melihat seorang anak berambut coklat, bermata biru tua yang menyala itu sedang menatap kami semua dengan tatapan dingin ditambah lagi, anak tersebut sambil memegang sebuah pedang tua yang sudah patah.


Setelah beberapa saat anak itu pun segera pingsan lalu terjatuh ditanah bersalju.


" Kalian tolong periksa keadaaanya " Kataku sambil melihat anak itu


" Baik Yang Mulia " Ucap salah satu prajurit


Sang prajurit itu pun segera kembali menuju sang raja dengan membawa Ren yang sedang pingsan.


" Bagaimana Keadaanya? "


" Sepertinya dia kelelahan yang mulia dan juga saya merasakan tubuhnya juga bertambah dingin Yang Mulia " Jawab Prajurit tersebut


" Kita bawa dia dan segera obati " Ucapku sambil kembali menuju rumah


" Ayahhh "


" Dimana Ren? " Tanya Liana dan Roselyn


" Dia hanya kelelahan yang mulia putri dan kami segera kembali untuk mengobatinya " Jawab Salah satu prajuritku


" Apa benar itu Ayah? " Tanya Liana


" Itu benar sayangku, Ayo kita segera pulang "


" Baik Ayah " Balas Liana dan Roselyn


Mereka segera menghilang dengan bantuan Teleportation Magic: Gate dalam bentuk batu kecil lalu saat dihancurkan secara otomatis mereka semua berpindah tempat dengan sangat cepat.


...----------------...


" Ada dimana aku? "


Terlihat seorang anak di sebuah kamar yang mewah, furniture kamar tersebut terlihat sangat elegan dan berkelas, ditambah dengan kondimen kondimen emas menambah nilai dari kamar tersebut.


' Sepertinya aku pingsan karena kelelahan, kondisi tubuh anak ini lumayan cukup lemah, aku harus segera berlatih agar dapat menjadi lebih kuat untuk melindungi mereka ' Batin Ren


Dirinya mencoba bangun lalu berkeliling kamar mencoba melihat apa saja yang ada dikamar tersebut.


Knock knock


Ren yang mendengar ketukan pintu menolehkan kepalanya dan melihat seorang pelayan sedang terdiam melihat dirinya.


" Ada apa? " Tanya Ren


" T-Tunggu sebentar Tuan, Saya akan kembali untuk mengabarkannya kepada yang mulia! " Ucap Pelayan terkejut


Ren henya menyaksikan pelayan tersebut kembali keluar kamar dengan berlari, Dirinya bingung dengan situasinya


' Dia bilang ' Yang Mulia' ? Sebenarnya dimana aku? Melihat Kamar dan luas sebesar ini... Jangan bilang ' Batinnya


' Sebaiknya aku teras kamar ini saja, sekalian mencari udara segar '


Dirinya lalu membuka pintu teras kamarnya dan menghirup udara segar di pinggir pembatas teras lantai atas.


Berselang beberapa menit terdengar suara langkah kaki yang cukup kencang berada didepan kamarnya lalu berhenti.


Ren tak memerdulikan hal tersebut dirinya hanya mencoba menenangkan dirinya.


" " Ren! " " Panggil kedua anak gadis tersebut sambil berlari menuju ke arahnya


Ren yang belum sempat berbalik badan dirinya dikejutkan dengan tubrukan dari kedua gadis tersebut lalu memeluknya


" Kgh... Sesak L-Liana Roselyn! "


" Ah Maaf Ren kami tidak sengaja "


" Huuhh... Sudah tak apa "


" Anak kecil siapa namamu? " Tanya Pria dewasa yang memakai mahkota di kepalanya


" Saya Ren yang Mulia " Balas Ren sambil menundukan sedikit kepalanya


" Ohh... Belum memperkenalkan diri sepertinya kamu sudah tahu siapa diriku? "


" Ini hanya kebetulan Yang Mulia "


" Hmm... Baiklah. Namaku Siegfried Algard Synestesia VII, aku adalah kaisar dari Kekaisaran Sylania "


" Senang bertemu dengan anda Yang Mulia " Ucap Ren sambil tersenyum kecil


" Bagaimana keadaan mu? "


" Saya Cukup Baik, Yang Mulia "


" Sebaiknya kita kembali memeriksa keadaan mu " Ucap Siegfried sambil mengeluskan janggutnya


" Baiklah Yang Mulia "


Ketika Ren ingin bangun, dirinya masih ditahan oleh Liana dan Roselyn.


" Liana, Roselyn Bagaimana aku akan bangun kalau kalian menjepitku seperti ini? "


Mendengar hal tersebut, Liana dan Roselyn tersadar mereka malu karena sudah memeluk Ren terlalu lama, lalu melepaskan pelukaannya dan membantu Ren kembali ketempat tidurnya


" Bagaimana keadaanya Dokter? "


" Sudah Baik Yang Mulia, Keadaan tubuhnya sudah membaik dirinya hanya memerlukan asupan makanan Yang Mulia untuk memulihkan energi dan staminanya " Balas sang dokter kekaisaran tersebut


" Begitu Baiklah, Terimak kasih Dokter " Ucap Siegfried


" Sebuah Kehormatan dapat membantu, Yang Mulia " Balas sang dokter lalu pergi keluar


" Ayah Bagaimana kita mengajak Ren untuk makan bersama kita sekarang? " Tanya Liana dan Roselyn Semangat


" Itu ide yang bagus, bagaimana Ren mau makan bersama kami? "


" Apa itu baik baik saja Yang Mulia? Takutnya saya hanya akan jadi penganggu "


" Tak apa, lagipula ketika kedua putri ku yang menginginkannnya maka aku izinkan dan kau juga penyelamat kedua putri ku, aku sangat berterima kasih kepadamu Ren " Ucap Sang Raja Siegfried


" Baiklah Yang Mulia Terima kasih atas undangannya " Pasrah Ren menerima undangannya


" Ayo Ren Ikut kami, kami akan menunjukan hal lain saat di ke ruang makan " Ajak Roselyn


" Baik Baik " Ren tersenyum sambil ditarik oleh Liana dan Roselyn menuju Ruang Makan


Setelah menerima undangan makan dari sang kaisar Ren ikut makan dengan keluarga kekaisaran.


Setelah melewati acara makan besar tersebut Ren kembali menuju kamarnya atas izin sang kaisar dengan alasan ingin segera beristirahat.


' Sebaiknya segera berlatih '


Tanpa diketahui siapapun dirinya melatih tubuhnya didalam kamarnya. Dirinya melakukan olahraga yang dimana bertujuan untuk meningkatkan stamina dan kekuatan dari kedua tangan dan kakinya.


Karena dirinya tak mempunyai mana, dirinya lebih melatih kekuatan fisiknya untuk dapat bersaing dengan pengguna sihir disana.


4 Jam telah berlalu dirinya berlatih, sekarang dirinya bersiap untuk beristirahat namun dirinya selalu menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur di teras kamarnya.


' ... Fisik dan stamina masih jauh dari kata cukup untuk melawan anak buah ' dia ' Sebaiknya besok aku meminta izin Kaisar untuk dapat berlatih di Lapangan Kesatria '


Setelah menenangkan diri, Ren segera beristirahat untuk hari esok.


TBC


Jangan Lupa Like, Comment, Dan Share ya guys :)


Sekian Dan Terima kasih


OlO