
POV Kedua Gadis
Suasana ruang bawah tanah hanya diterangi dengan lampu sihir kecil yang sudah redup
" Ughh... Dimana Aku " Ucap seorang gadis berambut pirang sambil membuka matanya
" Ini kenapa gelap sekali? Ah! Dimana Kakak? " sambungnya lalu melihat sekelilingnya lalu menemukan gadis berambut putih yang sedang tertidur
' Syukurlah kakak baik baik saja, tapi siapa yang melepaskan ikatan ini? ' Pikirnya lega
" Ugh... "
" Kau baik baik saja Kak Liana? " Ucap Gelisah Gadis berambut pirang
" Apa itu kau Roselyn? " Balasnya sambil memegang kepalanya
" Iya Ini aku, Kakak " Sambung Gadis yang bernama Roselyn
" Dimana Kita Rose? " Tanya Liana
" Aku juga tidak tahu kak, aku baru saja sadar beberapa menit sebelum kakak " Balas sedih Roselyn
" Sudah tak apa, Tapi kau baik baik saja kan? " Tanya Khawatir Liana
" Aku baik kak, Hanya lapar saja " Balas Roselyn tersenyum
Creng Brak!
Terdengar suara dari sekitar mereka berdua
" Apa itu kakak? " Tanya takut Roselyn
" Aku juga tidak tahu, kau diam disini biar kakak yang memeriksanya " Balas Liana
" Jangan Kak! Aku takut kakak terluka "
" Sudah tenang saja, kakak mu ini kuat " Ucap Liana menenangkan Roselyn
" Aku tidak akan berbuat jahat kepada kalian " Sambung Seseorang dalam gelapnya ruang bawah tanah
" Siapa kau! Tunjukan dirimu! " Sahut Liana sambil berpegangan dengan adiknya Roselyn
' Suaranya terdengar seperti anak yang berumur sama dengan kami tapi apa itu mungkin? ' Pikir Liana
" Kau... "
POV END
...----------------...
Flashback Sebelum kedua kakak beradik terbangun...
" Sebaiknya Aku mencari makanan diatas sana kali saja ada makanan untuk mereka berdua " Ucap Ren sambil menuju jalan keluar dan masuk kerumah
Dirinya melihat sekeliling dan akhirnya menemukan sebuah roti dan panci yang penuh dengan sup daging. Dirinya pun segera kembali sambil membawa makanan tersebut menuju ruang bawah tanah.
' Sepertinya Si pria besar itu sedang tertidur, sebaiknya mereka berdua sudah bangun dan lalu pergi dari tempat ini '
Pikirnya sambil mencoba masuk ke ruang bawah tanah
Creng Brak!
Ren mendengar suara antara kedua gadis tersebut, sepertinya gadis putih tersebut sedang menenangkan adiknya yang sedang ketakutan.
" Aku tidak akan berbuat jahat kepada kalian " Ucap Ren
" Siapa kau! Tunjukan Dirimu! " Ucap Seorang gadis berambut putih sambil berpegangan dengan gadis berambut pirang
Ren yang melihat ini tersenyum kecil karena mengingat masa lalu
' Kau masih sama ya sifat takut dan berani mu itu tak pernah berubah ' Pikir Ren sambil berjalan menuju kedua gadis tersebut
" Kau... "
" Ada apa? Aku hanya membawa makanan kepada kalian? " Ucap Ren
" Kau sedang apa disini? " Ucap gadis berambut putih
" Menyelamatkan kalian sedang apa lagi aku disini? " Balas Ren Tenang
" Tidak mungkin! Kau pasti juga segerombolan penculik itu kan?! " Balas Curiga Gadis berambut putih itu
" Tidak, Aku hanya kebetulan menemukan rumah ini sambil mencoba mencari makanan... Eh Karena ada benda jatuh dari bawah sini aku menemukan kalian, begitu " Balas Ren Tenang
Melihat kedua gadis ini masih mencurigainya, Ren pun langsung menuangkan sup daging kepada kedua gadis tersebut di wadah makanan yang ada diatas tadi lalu memberikannya kepada keduanya
" Ini makanlah " Ucap Ren
" Apa ini? Makanan? " Ucap gadis berambut pirang
" Iya Sup daging dan roti, Aku menemukannya diatas tadi " sambung Ren
" Tidak beracun kan? " Tanya Gadis berambut putih
Ren tersenyum mendengar hal ini
" Kalau beracun buat apa aku memberikannya kepada kalian? Lihat... " Ren pun memakan sup daging tadi dengan sebuah roti
" Cukup mengenyangkan " Puas Ren
Kedua gadis yang melihat hal ini ikut mencoba makanan yang diberikan kepada mereka.
" Maaf karena curiga kepadamu " Ucap kedua gadis tersebut
" Sudah tak apa, sudah sewajarnya curiga kepada orang asing.. Etto " Balan Ren dengan melihat kedua gadis ini
" Ah maaf, nama saya Liana, Liana Synestesia " Ucap Gadis berambut putih
" S-saya Roselyn, Roselyn Synestesia " sambung gadis berambut pirang tersebut
mendengar nama kedua gadis tersebut Ren tersenyum kecil.
" Ada apa? " Tanya Liana
" Tidak, tidak ada apa apa... Kalau aku Raiden Ryu, panggil saja Ren " Ucap Ren
" Kau Bangsawan?! " Terkejut Roselyn
" Bukan, aku hanya kebetulan punya marga keluarga " Balas Ren sambil tersenyum kecut
' Lebih tepatnya membuatnya sendiri ' Pikir Ren
" Begitu, Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan? " Tanya Liana
" Sebaiknya Kita Kel - "
Tiba tiba Ren mendengar suara gaduh dari atas sana
" Kalian berdua diam dulu " Ren mengkode kepada kedua gadis tersebut untuk diam
' Sial! Sepertinya Kedua pria itu sudah sadar bahwa tak ada makanan mereka! ' Pikir Ren
" Kalian berdua " Panggil Pelan Ren
Kedua gadis tersebut pun mengengok kearahnya
" Apa? " Sahut Pelan Liana
" Sepertinya Kedua pria besar itu akan segera ke bawah sini "
" Apa! " Terkejut Roselyn
kedua gadis tersebut menjadi cemas dan takut
" Tenang saja, Aku akan melindungi kalian " Ucap Ren menenangkan kedua gadis tersebut
" Apa maksud mu? Jangan! Kau ini hanya kecil berumur 5 tahun sama seperti kami jangan membahayakan dirimu demi kami, sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini! Kau tidak ada hubungannya dengan kami... " Balas Liana cemas
" Tak apa, tenang saja walaupun begini aku ini kuat loh? " Ucap Ren sambil tersenyum
" Jangan bohong! Kau bahkan tak mempunyai mana, bagaimana mungkin kau akan melawan mereka berdua yang mempunyai tubuh yang besar! Sudah cepat pergi! " Ucap Kesal Liana
Ren hanya tersenyum mendengar ucapan Liana
' Mirip sekali ' Pikir Ren Sendu
Kedua gadis itu terkejut secara tiba tiba ketika mereka melihat Ren mengusap Rambut kepala mereka berdua dan...
" Tenang Saja " Ucap Ren
Kedua gadis itu pun menangis dan segera memeluk Ren dengan Erat.
Setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya sudah tenang
" Dengar kalian berdua, Ketika aku berteriak 'Lari' kalian harus segera lari menuju keluar yaa? "
" Lalu bagaimana dengan kau? "
" Aku akan menyusul kalian nanti " Balas Ren
Setelah beberapa saat terdengar suara terbukanya pintu ruang bawah tanah dan suara langkah kaki.
" Apa kau melihatnya?! " Ucap Ront
" Tidak, Sial dimana mereka " Balas Brian sambil menuju ke arah lemari berada. Ketika Brian mendekati Lemari tiba tiba Kakinya serang oleh Ren yang membuat dirinya terduduk
Akh!!
" Ada apa?! " Rent terkejut ketika dirinya melihat seorang anak kecil sedang memegang sebuah pedang yang berlumuran darah
" Sekarang Keluar Kalian! " Teriak tiba tiba Ren membuat kedua Pria tersebut terkejut karena melihat kedua gadis tersebut melarikan diri dari tempat ini
" Kau! Apa kau sadar apa yang kau lakukan?!! " Ucap Kesal Rent
" Tahu, Lalu? " Balas Ren memprovokasi
Kghk!! " Sialan Kau Bocah!! " Kesal Brian sambil mencoba berdiri
' Seharusnya aku yang bilang begitu, Bajingan ' Ucap Dalam Hati Ren, dirinya marah karena melihat seseorang yang berharganya diculik oleh mereka berdua
' Akan ku buat kalian merasakan apa itu Neraka ' Ucap dalam hari Ren sambil menunjukan Matanya yang menyala Biru Tua
Dirinya sudah bersiap melawan mereka berdua dengan sebilah pedang tua diruang bawah tanah tersebut
TBC
Muehehehe Penasaran kan?
Makanya Like dan Comment Kalian
Jangan Lupa Share yaa :)